Terpesona oleh Keindahan Bulan di Koleksi Baru Sebastian Gunawan
Di luar lini adibusananya, Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese juga menggarap lini busana siap pakai yang dinamai SebastianRed. Label besutan duo suami-istri itu berdiri sejak 2000 dan tetap membuktikan eksistensinya hingga saat ini.
Semalam, Kamis (2/11/2023), koleksi terbaru SebastianRed hadir untuk menutup perhelatan dua hari The Langham Jakarta Fashion Soiree. Acara tersebut merupakan buah kolaborasi hotel The Langham dan Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI), organisasi yang eksis sejak 1985.
Seba, demikian panggilan akrab untuk Sebastian, termasuk anggota senior di IPMI dengan pengalamannya yang membentang selama tiga dekade di industri mode Tanah Air. Selain Seba, tampil pula rancangan Wilsen Willim, Denny Wirawan, dan Liliana Lim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jam terbang membuktikan bagaimana kepiawaian Seba dalam berkarya. Keterlibatan Cristina semakin menyempurnakannya.
Foto: Mohammad Abduh/detikcom |
Sekalipun busana siap pakai, Seba dan Cristina tetap menggarapnya secara serius dan tak mau berkompromi dengan kualitas.
Malam itu, SebastianRed mempersembahkan koleksi bertajuk 'Ombre Lunare'. Tempat duduk para tamu diatur sedemikian rupa sehingga dapat memantau busana yang diperagakan oleh model lebih dekat.
Foto: Mohammad Abduh/detikcom |
Bisa terlihat betapa rapi dan presisinya jahitan di setiap 50 set busana yang muncul. Begitu pula embellishment dan detail beads yang menghiasinya.
'Ombre Lunare' dapat dimaknai sebagai 'bayang rembulan' yang bagi kedua perancang meninggalkan keindahan tersendiri.
"Bulan sendiri itu bisa misterius, romantic, menarik, energic," ucap Cristina dalam keterangan tertulisnya.
Di tampilan awal, inspirasi tersebut dieksekusi dalam padanan hitam yang berpadu dengan telur asin, mendekati warna biru khas merek perhiasan Tiffany & co..
Siluet klasik 60-an mendominasi, salah satunya twiggy dress yang centil. Mungkin peruntukkannya bukan untuk klien Seba dan Cristina yang sudah berusia sangat matang, melainkan anak-anak mereka yang belia. Sebuah strategi yang penting bagi desainer agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan segala perubahan yang semakin dinamis di era media sosial.
Glamor tapi tetap terkesan sederhana. Demikian kesan yang terbesit saat menyaksikan sebuah dress dipadu dengan coat hitam polos yang ditingkahi aplikasi motif floral dari sulaman.
Hadir pula busana-busana berpotongan sederhana dengan aksentuasi pada bahu, seperti dalam bentuk ruffle dan lancip sehingga tak terkesan monoton.
Bayang bulan secara eksplisit mereka terjemahkan dalam warna-warna ombre yang menciptakan kesan ilusi unik.
Black-on-black, white-on-white, juga menjadi tawaran. Di sisi lain, variasi little black dress, seperti tunik dipadu rok A-line transparan mengingatkan pada Chanel era modern.
(dtg/dtg)
Elektronik & Gadget
Bikin Sejuk Dimanapun Kamu! Intip 3 Rekomendasi Kipas Mini Portable Di Bawah 200 Ribu
Hobbies & Activities
4 Novel Ini Menggugah Rasa dan Pikiran, Layak Dibaca Sekali Seumur Hidup
Elektronik & Gadget
Vivo iQOO 15: Flagship Baru Super Kencang dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 & Layar 144Hz
Elektronik & Gadget
KiiP Wireless EW56: Power Bank Magnetik yang Bikin Hidup Lebih Praktis
Begini Cara Menyimpan Perhiasan Emas dan Berlian Agar Kinclongnya Awet
Emas Batangan Vs Perhiasan Emas, Mana yang Lebih Cuan Jadi Investasi?
Putih Jadi Warna 2026, Pantone Dihujani Kritik dan Tuduhan Tonedeaf
Sambut Natal 2025, Coach Hadirkan Evolusi Tabby Bag Bernuansa Quiet Luxury
Bukan Tas atau Sepatu, Hermes Jual Plester Luka Rp 3,2 Juta, Ini Istimewanya
Pesona Shaloom & London Jadi Model Catwalk, 2 Putri Wulan Guritno Memukau
10 Transformasi Song Hye Kyo dengan Rambut Bondol, Wolf Cut Bikin Heboh
Julia Roberts Unggah Foto Tanpa Makeup di Usia 58, Dipuji 20 Tahun Lebih Muda
Cinta Segitiga Berakhir Maut, Wanita Bunuh Eks Suami Setelah Nikahi Putranya













































