Cara Adi Reza Nugroho Tekan Eksploitasi Binatang di Industri Fesyen

Hanifa Widyas - wolipop Kamis, 11 Agu 2022 17:34 WIB
Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. Shot on OPPO Reno8 Pro 5G. (Foto: Dok OPPO)
Jakarta - Akhir-akhir ini, ide mengenai produk ramah lingkungan mulai bermunculan di tengah masyarakat. Usut punya usut, tidak sedikit produk ramah lingkungan yang tercipta dari ide-ide generasi muda Indonesia, salah satunya Adi Reza Nugroho.

Adi Reza Nugroho tergabung menjadi salah satu pendiri Mycotech Lab (MYCL) bersama empat anak muda lulusan Institut Teknologi Bandung lainnya. MYCL menciptakan material pengganti kulit yang dapat menghentikan, atau setidaknya menekan eksploitasi binatang yang dilakukan oleh industri fesyen.

Laki-laki kelahiran 17 Maret 1989 di Malang, Jawa Timur ini mengaku terinspirasi dari konsep 'berkelanjutan'. Awalnya, ia dan keempat temannya mendirikan bisnis jamur tiram. Namun, berkat latar belakang keilmuan yang dimiliki oleh mereka, akhirnya tercipta sesuatu yang kerap disebut doing well dan doing good, yakni menghasilkan uang tapi memiliki nilai lebih.

Adi dan keempat temannya memutuskan untuk memilih produk fesyen. Sebab, fesyen merupakan salah satu industri pencipta limbah terbesar di dunia, termasuk dari materialnya. Pada tahun 2018, mereka berhasil membuat kulit dari jamur berbekal bantuan dana penelitian dari dalam dan luar negeri.

Namun, usahanya tidak serta merta berjalan lancar. Adi mengaku menghadapi tantangan selama berbisnis kulit dari jamur di Indonesia, yakni pendanaan yang sangat minim.

Kini, Mycotech Lab berhasil meraih keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Tidak hanya itu, MYCL juga fokus pada penjualan ekspor. MYCL sendiri sudah memiliki subsidiary company di Inggris dan Uni Eropa.

Berkat usaha dan pencapaiannya, Adi Reza Nugroho diundang ke acara Pekan Kebudayaan Nasional pada 2021 lalu untuk berbagi pengetahuan lewat program Rumah Cerlang.

(fhs/ega)