ADVERTISEMENT

Didi Budiardjo Merajut Mimpi di Bedtime Stories, Olah Kain Buatan Era 80-an

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 22 Jul 2022 09:00 WIB
Fashion Show Didi Budiardjo Bedtime Stories Koleksi terbaru Didi Budiardjo yang bertajuk 'Bedtime Stories' ditampilkan di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). (Foto: Dok. Didi Budiardjo)
Jakarta -

Setelah sempat 'tertidur' karena pandemi, desainer Didi Budiardjo mencoba bangkit kembali dengan semangat yang baru. Ia lantas merajut mimpi para perempuan penikmat busana karyanya lewat kreasi terbaru.

Koleksi tersebut tersaji dalam peragaan tahunan bertajuk 'Bedtime Stories' yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (20/7/2022). Bak impian yang tertunda, koleksi dalam peragaan ini sejatinya naik pentas dua tahun lalu tapi pandemi COVID-19 keburu melanda.

"Sebetulnya koleksi ini sudah jadi sebelum pandemi. Akhirnya saya matangkan lagi saat pandemi," ungkap desainer yang sudah berkiprah di industri mode Tanah Air selama 33 tahun itu selepas peragaan.

Dalam lelapnya karena serba keterbatasan selama pandemi, dunia justru berubah pesat. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Didi Budiardjo. Ia pun merasa harus beradaptasi dengan segala perubahan agar tetap bisa berkarya. Penyesuaian tersebut lantas berdampak terhadap proses kreatifnya untuk koleksi ini.

"Pasti ada adjustment karena melihat bagaimana tantangan zaman mengubah segalanya. Ada beberapa baju yang saya persiapkan dua tahun lalu tidak tampil. Ada yang saya anggap relevan, tetap saya tampilkan malam ini," ujar pria yang pernah mengenyam pendidikan mode di Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budiharjo pada 1989 ini.

Fashion Show Didi Budiardjo Bedtime StoriesGaun pembuka fashion Show Didi Budiardjo yang bertajuk 'Bedtime Stories'. (Foto: Dok. Didi Budiardjo)

Dikenal dengan garis desainnya yang klasik dan romantis, Didi Budiardjo membuka peragaan dengan terusan bersiluet A dalam nuansa pink yang penuh motif floral. Dekorasi ruffle yang memanjang dari leher hingga pinggang bak bunga menjuntai ikut mempermanis gaun tanpa lengan ini.

Lalu muncul loungewear yang terdiri dari kemeja lengan panjang dan celana longgar. Masih dalam motif floral, tapi dengan biru sebagai warna utama. Tampak sebuah syal berbulu putih tersampir di pundak kiri model, menambah sentuhan glamor.

Fashion Show Didi Budiardjo Bedtime StoriesFoto: Dok. Didi Budiardjo

Baju-baju berikutnya yang tampil bernuansa oriental. Selain itu, Didi Budiardjo juga mengambil beberapa referensi desain era Victorian dan masa-masa 'great gatsby' yang identik dengan siluet konstruktif dan ornamen beading yang kental.

Hal yang menarik, Didi menggarap kain-kain yang tidak laku produksi pabrikan tekstil di Eropa yang kini sudah gulung tikar. Bahkan kain tersebut ada yang dibuat pada era 1980-an.

Fashion Show Didi Budiardjo Bedtime StoriesFashion Show Didi Budiardjo Bedtime Stories Foto: Dok. Didi Budiardjo

Material tersebut di antaranya jacquard, sutra, dan bordiran. "Hampir 40 persen dari koleksi ini terbuat dari kain lama tersebut," tambahnya.

Hadir pula gaun-gaun megar yang inspirasinya datang dari kekaguman Didi Budiardjo pada dua karakter fiksi, yakni Holly Golightly (tokoh yang diperankan Audrey Hepburn di film 'Breakfast at Tiffany's') dan Eloise (tokoh di buku anak karya Kay Thompson).

Fashion Show Didi Budiardjo Bedtime StoriesFoto: Dok. Didi Budiardjo

"Holly sangat menarik karakternya karena dia wanita yang awalnya tidak tahu siapa dirinya, sampai akhirnya menemukan jati dirinya. Kalau Eloise anak kecil nakal yang tinggal sendirian di hotel The Plaza. Dia berusaha membunuh kesepian dengan berlari-lari membawa seprai di sepanjang lorong. Makanya ada beberapa kain yang panjang di koleksi ini," terangnya.


Presentasi dari satu busana ke busana lainnya mungkin terasa acak dari segi siluet dan warna. Namun lewat keberagaman itu, Didi Budiardjo ingin mengakomodasi kebutuhan para wanita.

Fashion Show Didi Budiardjo Bedtime StoriesFoto: Dok. Didi Budiardjo

"Pada prinsipnya semua wanita punya mimpi dan berbeda. Lewat koleksi ini, saya ingin menggarisbawahi diversity. Semoga yang saya tawarkan ini dapat menjawab setiap wanita yang memiliki kebutuhan berpakaian berbeda-beda," katanya.

(dtg/dtg)