ADVERTISEMENT

Renjana, Jawaban Rindu Biyan Setelah Tiga Tahun Absen Gelar Fashion Show

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 12 Jul 2022 13:18 WIB
Koleksi Biyan Wanaatmadja Spring 2022 Biyan Wanaatmadja di fashion show 'Renjana' yang menampilkan koleks terbaru Spring-Summer 2023. (Foto: Dok. Mohammad Abduh/Wolipop)
Jakarta -

Pada 1992, desainer Biyan Wanaatmadja membuka butik pertamanya di Pondok Indah Mall. Tepat 20 tahun kemudian, Biyan kembali lagi di lokasi yang tak jauh dari butik perdananya untuk mempersembahkan koleksi terbarunya dalam peragaan yang bertajuk 'Renjana'.

'Renjana' dimaknai Biyan sebagai perpaduan rasa hati yang kuat antara rindu dan cinta kasih. Tanpa disengaja, rasa rindu tersebut seolah tercermin lewat pemilihan tempat fashion show 'Renjana' di Intercontinental Hotel Jakarta, dekat butik pertamanya dulu.

Namun, bisa kembali menggelar sebuah peragaan fisik setelah dua tahun hanya dapat memperkenalkan karya terbarunya secara virtual karena pandemi justru menjadi kerinduan sejatinya.

Koleksi Biyan Wanaatmadja Spring 2022Koleksi Biyan Spring 2023 (Foto: Dok. Mohammad Abduh/Wolipop)

"Tentu semuanya terasa sangat berbeda karena ada kebutuhan untuk berinteraksi dengan satu yang lain. That's how fashion should be," kata Biyan jelang peragaan 'Renjana', Senin (11/7/2022) petang.

Rasa rindunya terjawab saat Biyan bisa menyapa langsung orang-orang terdekatnya di fashion show 'Renjana', terutama mereka para pesohor pelanggan setia karyanya. Hadir penyanyi Raisa, dokter sekaligus harpist Mesty Ariotedjo, aktor Dion Wiyoko, dan Jerome Kurnia.

Terakhir kali Biyan menggelar peragaan secara fisik pada 2019. Hampir tiga tahun absen akibat pandemi, ia harus menyesuaikan diri lagi. "Salah satu tantangannya, starting all over again setelah dua tahun terbiasa dengan semua pembatasan. Namun, kita lebih mengapresiasi hal-hal kecil yang biasa tidak terpikirkan karena hiruk-pikuknya kesibukan sebelum pandemi," kata pria kelahiran Surabaya, 67 tahun lalu itu

Koleksi Biyan Wanaatmadja Spring 2022Foto: Dok. Mohammad Abduh/Wolipop

Selama pandemi, Biyan lebih banyak menghabiskan waktunya membaca buku. Salah satu kebiasaannya saat traveling adalah mencari perpustakaan lokal yang memiliki koleksi pustaka kuno tentang peninggalan budaya Nusantara.

Dari buku-buku tersebut, ia mendapat referensi baru yang memperkaya khasanah kreatifnya. Kecintaannya pada wastra Indonesia pun tergugah lagi.

Itu mengapa, Biyan kembali mengangkat keindahan kain tenun ikat khas Sumba untuk koleksi Spring-Summer 2023 dari lini pertamanya yang tersaji di peragaan Renjana. Pesona kain tersebut tak pernah berhenti memukau sang desainer selama beberapa tahun terakhir.

Koleksi Biyan Wanaatmadja Spring 2022Koleksi Biyan Spring 2023 (Foto: Dok. Mohammad Abduh/Wolipop)

Koleksi Biyan Spring-Summer 2023

Biyan selalu menemukan sesuatu yang baru dari ikat Sumba untuk dikulik meski sudah berulang kali menggarapnya. Kali ini, ia menghadirkan rasa Sumba dengan sesuatu yang unik.

"Sumba terkenal dengan tenunnya yang bermotif grafis. Untuk koleksi ini, saya berkolaborasi dengan rumah tenun di sana untuk membuat corak kain yg lebih universal. Selain warna alam dengan warna-warna solid. Motifnya didaur ulang dengan sulaman sehingga memberi semangat baru," katanya.

Inspirasinya juga datang dari kain tampan lampung yang berciri khas motif yang membentuk pola segitiga. Biyan mengaplikasikan motif tersebut dengan sulaman dan detail beading yang memukau sebagaimana signature style-nya sehingga mencipatakan mood Nusantara yang kontemporer.

Koleksi Biyan Wanaatmadja Spring 2022Biyan Spring 2023 (Foto: Dok. Mohammad Abduh/Wolipop)

Siluet busana yang hadir cukup beragam, mulai dari straight cut, mengotak, A-line, oversized, hingga rok bergaya sarung. Pilihan busana yang ditawarkan pun beragam, seperti coat, midi dress, long dress. Ada pula cropped top dan meshed outwear yang membawa spirit urban.

Busana dipresentasikan dengan permainan layering yang meski saling tabrak warna dan siluet malah menciptakan daya tarik tersendiri. Warna yang kaya, dari palet earth tone hingga bold, menyiratkan filosofi tersendiri.

"Pemilihan warna ini merupakan sebuah gambaran optimisme baru. Setiap juha warna mewakili setiap individu yang memiliki harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik depan," ujar Biyan.



Simak Video "Rayakan 15 Tahun Berkarya, Phillip Iswardono Pamerkan Rancangan Busana Lurik"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)