Bersama Shopee, Janedan Bawa Tas Kulit Upcycling ke Pameran di Paris
Seiring dengan bertambahnya jumlah pelaku UMKM yang peduli terhadap lingkungan, aspek berkelanjutan pada proses produksi bisnis kian menjadi pilihan. Misalnya brand tas kulit Janédan asal Sewon, Bantul, Yogyakarta yang tak hanya memproses tas secara tradisional tapi juga alami.
Janédan merupakan buah ketekunan sang pemilik Gabriel Adi Nugroho yang sukses membuat tas kulit berdesain modern dengan tetap mengedepankan unsur ramah lingkungan. Hasil karyanya ini pun akhirnya terpilih kurasi pameran Internasional Java in Paris, sebuah persembahan Pemerintah Kota Surakarta bersama Shopee, KBRI Paris Prancis dan BHV Marais.
Pameran ini digelar di department store ternama jaringan Gallery Lafayette bernama Le BHV Marais mulai dari 8 Juni 2022. Ajang ini merupakan wadah apresiasi sekaligus sarana promosi hasil karya UMKM lokal terbaik kepada masyarakat Eropa, khususnya di Paris yang terkenal sebagai pusat mode dan fesyen dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam gelaran di BHV Marais ini, Janédan memamerkan beberapa produk fesyen kulit pilihannya seperti tas, ID card holder dan dompet. Adi pun mengaku bangga dapat berpartisipasi di pameran internasional tersebut.
"Sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi saya karena brand Janédan dapat diapresiasi dan terlibat dalam program bergengsi ini. Ini menunjukkan bahwa desain brand lokal hasil karya UMKM asal Bantul juga mampu bersaing serta menjadi pilihan fashion statement yang dilirik oleh pembeli dari mancanegara," ungkap Adi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).
Foto: Istimewa |
Proses Produksi Tas yang Lebih Ramah Lingkungan
Adi menjelaskan ia ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui produk Janédan. Pada program 'Java in Paris' kali ini, Adi ingin menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia juga sudah mulai mengusung konsep yang lebih ramah lingkungan dengan kualitas yang bersaing secara global.
Dengan mengedepankan praktik bisnis ekonomi sirkular, Adi mengungkapkan Janédan menggunakan metode upcycling (metode daur ulang menjadi produk bernilai tambah) yang memanfaatkan limbah kulit sapi sebagai materi utama produknya. Ia juga melakukan proses produksi tradisional yang lebih ramah lingkungan, yang meliputi proses penyamakan dan pewarnaan alami pada kulit dan menghindari penggunaan bahan kimia.
"Kami melakukan proses upcycling untuk menghasilkan materi tas kami. Kulit yang dipakai merupakan hasil limbah industri daging yang kami daur ulang, kemudian masuk ke proses penyamakan sehingga terjadi sirkulasi ekonomi di rantai produksinya. Selain itu, pewarnaan materi kulit ini juga menggunakan beberapa jenis kayu seperti tegeran dan mahoni dan bukan pewarna kimiawi agar ramah lingkungan," paparnya.
Adi mengaku proses pengerjaan kulit tas memakan waktu yang tidak sebentar. Namun hal ini sepadan dan sesuai dengan komitmen Janédan untuk mengusung praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.
"Kami menyadari dengan memilih proses produksi yang alami, maka waktu pengerjaannya menjadi lebih lama. Akan tetapi, kami sudah berkomitmen untuk membawa praktik ramah lingkungan dalam membuka usaha ini, untuk memberikan produk-produk pilihan terbaik bagi konsumen," tuturnya.
Sebagai informasi, Janédan memulai bisnisnya sejak memenangkan kompetisi bisnis di Kota Yogyakarta pada 2016 silam. Adi mengatakan dirinya tak ingin hanya sekadar menjual suatu produk, tapi juga menciptakan produk yang memiliki pesan dan membawa isu sosial.
Produk sustainable yang berkualitas, orisinil dan autentik ini pun dilirik oleh sejumlah kalangan dari luar negeri. Saat ini, tas kulit Janédan sudah terjual ke sejumlah kota besar di luar negeri seperti Sydney, Osaka, Paris, Kazakhstan, Dubai, dan Barcelona.
"Ketika pandemi, pemerintah banyak membantu Janédan. Kami dipromosikan untuk mengirimkan produk kami melalui Kemendag (Kementerian Perdagangan) ke berbagai negara. Itu sangat membantu kami karena mereka membeli dan kami yang langsung kirim ke sana," terang Adi.
Foto: Istimewa |
"Produk tas Janédan sekarang sudah cukup lumayan banyak ada pembeli dari luar negeri. Mereka yang sudah beli, juga suka lihat-lihat lagi produk kami dari media sosial Janédan," tambahnya.
Karenanya, Adi ingin lebih serius lagi mempromosikan brand Janédan ke mancanegara dan mencoba peruntungan untuk berjualan langsung ke buyer melalui Program Ekspor Shopee dan ajang pameran Internasional.
Daftar lengkap UMKM terkurasi dapat ditemukan di https://shopee.co.id/m/java-in-paris.
(fhs/fhs)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
Ramalan Shio 2026
Pakar Feng Shui Bongkar Kunci Cuan 2026 Satu Hal Ini Agar Emosi Tetap Stabil
Ashley Tisdale Curhat Soal Geng 'Ibu-ibu Toxic', Suami Hillary Duff Sindir Balik












































Foto: Istimewa
Foto: Istimewa