Bersama Shopee, Janedan Bawa Tas Kulit Upcycling ke Pameran di Paris

Atta Kharisma - wolipop Jumat, 10 Jun 2022 15:42 WIB
Tas Kulit Upcycling Janédan Foto: Istimewa
Jakarta -

Seiring dengan bertambahnya jumlah pelaku UMKM yang peduli terhadap lingkungan, aspek berkelanjutan pada proses produksi bisnis kian menjadi pilihan. Misalnya brand tas kulit Janédan asal Sewon, Bantul, Yogyakarta yang tak hanya memproses tas secara tradisional tapi juga alami.

Janédan merupakan buah ketekunan sang pemilik Gabriel Adi Nugroho yang sukses membuat tas kulit berdesain modern dengan tetap mengedepankan unsur ramah lingkungan. Hasil karyanya ini pun akhirnya terpilih kurasi pameran Internasional Java in Paris, sebuah persembahan Pemerintah Kota Surakarta bersama Shopee, KBRI Paris Prancis dan BHV Marais.

Pameran ini digelar di department store ternama jaringan Gallery Lafayette bernama Le BHV Marais mulai dari 8 Juni 2022. Ajang ini merupakan wadah apresiasi sekaligus sarana promosi hasil karya UMKM lokal terbaik kepada masyarakat Eropa, khususnya di Paris yang terkenal sebagai pusat mode dan fesyen dunia.

Dalam gelaran di BHV Marais ini, Janédan memamerkan beberapa produk fesyen kulit pilihannya seperti tas, ID card holder dan dompet. Adi pun mengaku bangga dapat berpartisipasi di pameran internasional tersebut.

"Sebuah kebanggaan yang luar biasa bagi saya karena brand Janédan dapat diapresiasi dan terlibat dalam program bergengsi ini. Ini menunjukkan bahwa desain brand lokal hasil karya UMKM asal Bantul juga mampu bersaing serta menjadi pilihan fashion statement yang dilirik oleh pembeli dari mancanegara," ungkap Adi dalam keterangan tertulis, Jumat (10/6/2022).

Tas Kulit Upcycling JanédanFoto: Istimewa

Proses Produksi Tas yang Lebih Ramah Lingkungan

Adi menjelaskan ia ingin menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui produk Janédan. Pada program 'Java in Paris' kali ini, Adi ingin menunjukkan bahwa produk-produk Indonesia juga sudah mulai mengusung konsep yang lebih ramah lingkungan dengan kualitas yang bersaing secara global.

Dengan mengedepankan praktik bisnis ekonomi sirkular, Adi mengungkapkan Janédan menggunakan metode upcycling (metode daur ulang menjadi produk bernilai tambah) yang memanfaatkan limbah kulit sapi sebagai materi utama produknya. Ia juga melakukan proses produksi tradisional yang lebih ramah lingkungan, yang meliputi proses penyamakan dan pewarnaan alami pada kulit dan menghindari penggunaan bahan kimia.

"Kami melakukan proses upcycling untuk menghasilkan materi tas kami. Kulit yang dipakai merupakan hasil limbah industri daging yang kami daur ulang, kemudian masuk ke proses penyamakan sehingga terjadi sirkulasi ekonomi di rantai produksinya. Selain itu, pewarnaan materi kulit ini juga menggunakan beberapa jenis kayu seperti tegeran dan mahoni dan bukan pewarna kimiawi agar ramah lingkungan," paparnya.

Adi mengaku proses pengerjaan kulit tas memakan waktu yang tidak sebentar. Namun hal ini sepadan dan sesuai dengan komitmen Janédan untuk mengusung praktik produksi yang lebih ramah lingkungan.

"Kami menyadari dengan memilih proses produksi yang alami, maka waktu pengerjaannya menjadi lebih lama. Akan tetapi, kami sudah berkomitmen untuk membawa praktik ramah lingkungan dalam membuka usaha ini, untuk memberikan produk-produk pilihan terbaik bagi konsumen," tuturnya.

Sebagai informasi, Janédan memulai bisnisnya sejak memenangkan kompetisi bisnis di Kota Yogyakarta pada 2016 silam. Adi mengatakan dirinya tak ingin hanya sekadar menjual suatu produk, tapi juga menciptakan produk yang memiliki pesan dan membawa isu sosial.

Produk sustainable yang berkualitas, orisinil dan autentik ini pun dilirik oleh sejumlah kalangan dari luar negeri. Saat ini, tas kulit Janédan sudah terjual ke sejumlah kota besar di luar negeri seperti Sydney, Osaka, Paris, Kazakhstan, Dubai, dan Barcelona.

"Ketika pandemi, pemerintah banyak membantu Janédan. Kami dipromosikan untuk mengirimkan produk kami melalui Kemendag (Kementerian Perdagangan) ke berbagai negara. Itu sangat membantu kami karena mereka membeli dan kami yang langsung kirim ke sana," terang Adi.

Tas Kulit Upcycling JanédanFoto: Istimewa

"Produk tas Janédan sekarang sudah cukup lumayan banyak ada pembeli dari luar negeri. Mereka yang sudah beli, juga suka lihat-lihat lagi produk kami dari media sosial Janédan," tambahnya.

Karenanya, Adi ingin lebih serius lagi mempromosikan brand Janédan ke mancanegara dan mencoba peruntungan untuk berjualan langsung ke buyer melalui Program Ekspor Shopee dan ajang pameran Internasional.

Daftar lengkap UMKM terkurasi dapat ditemukan di https://shopee.co.id/m/java-in-paris.

(fhs/fhs)