Viral Payung Mewah Gucci Adidas, Harganya Rp 24 Juta Tapi Tak Tahan Air

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 20 Mei 2022 14:30 WIB
Viral Payung Gucci Payung kolaborasi Gucci dan Adidas yang dijual puluhan juta rupiah tapi tidak antiair. (Foto: Dok. Gucci)
Beijing -

Sedia payung sebelum hujan. Namun, tampaknya sia-sia jika Anda berlindung di bawah payung yang satu ini saat hujan terlepas dari kemewahannya.

Belum dirilis, sebuah payung buah kolaborasi Gucci dan Adidas sudah menimbulkan kontroversi di China. Pasalnya, payung tersebut tak tahan air meski harganya yang mencapai puluhan juta rupiah.

Sebagai bagian dari koleksi kolaborasi mereka yang sangat dinanti-nanti, Gucci dan Adidas akan menyertakan payung yang dihiasi corak nyentrik dari masing-masing logo. Namun, pemakai harus siap-siap kebasahan saat hujan karena fungsi antiair absen di payung ini.

"Mohon diingat, payung ini tidak antiair dan hanya dipakai untuk melindungi dari sinar matahari atau keperluan dekorasi," demikian situs Gucci mendeskripsikan produk tersebut. Harga yang dipasang berada di kisaran 1.300 pound sterling atau sekitar Rp 24 juta.

Apalah arti sebuah payung mahal jika tidak bisa menahan air hujan. Di China, salah satu pasar terbesar Gucci, payung Gucci x Adidas ini langsung menyita sorotan para pengguna media sosial Weibo.

BBC mengabarkan, tagar di Weibo yang menyinggung soal payung ini berujung viral dan telah digunakan 140 juta kali. Tak sedikit di antara mereka yang mengolok-oloknya.

"Sangat mewah, tapi sebuah fashion statement yang sia-sia," tulis seorang netizen. Ada pula yang berkomentar, "Selama saya miskin, mereka tidak akan bisa membuat saya membeli produk ini."

Koleksi Gucci x Adidas di Milan Fashion Week Fall 2022Koleksi Gucci dan Adidas di Milan Fashion Week Fall 2022. (Foto: Dok. Gucci)

Gucci mengumumkan kolaborasinya dengan Adidas lewat koleksi yang dipresentasikan perdana di fashion show bertajuk The Exquisite Gucci dalam rangkaian Milan Fashion Week pada Maret lalu. Adapun kampanye dari koleksi tersebut sudah dirilis, menandai bahwa tak lama lagi produk-produknya akan hadir di butik Gucci.

Menurut laporan para analis Daxue Consulting seperti dikutip The Guardian, Gucci menempati urutan keempat merek terpopuler di China setelah Chanel, Dior, dan Hermes. Dari segi bisnis, China sangat berpengaruh pada pesatnya pertumbuhan Gucci secara global terutama sejak Alessandro Michele mengambil alih posisi direktur kreatif pada 2015.



Simak Video "Dijual Fantastis, Payung Adidas Gucci Dikritik karena Tak Tahan Air"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)