UMKM Bandung 'Kawinkan' Batik dengan Pakaian Khas China

Atta Kharisma - wolipop Kamis, 07 Apr 2022 14:20 WIB
UMKM Bandung ‘Kawinkan’ Batik dengan Pakaian Khas China Foto: Instagram/@rumahbatikwijaya
Jakarta -

Batik adalah budaya asal Indonesia yang diakui oleh dunia. Karenanya, sebagai warga Indonesia kita perlu bangga dengan produk batik buatan anak bangsa.

Meskipun identik dengan Indonesia, batik memiliki keistimewaan untuk berakulturasi dengan berbagai corak dan budaya bangsa lain. Misalnya saja seperti batik karya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Bandung, Rumah batik Wijaya yang sukses menginkorporasikan budaya China ke dalam batik.

Didirikan oleh Ratri Wijaya Kusuma pada tahun 2007 silam, produk dari Rumah Batik Wijaya ini mengusung konsep 'Feminisme Hong'. Salah satu koleksi yang paling menarik yaitu bertema 'Burung Hong'.

Burung Hong adalah raja burung dengan unsur api terkuat. Meskipun begitu, pada sosok Burung Hong tersimpan pula sifat kelembutan, feminin, dan keagungan.

Uniknya lagi, koleksi ini memadukan unsur batik dan brokat warna-warni yang memiliki makna tersendiri. Misalnya warna hitam yang melambangkan kesetiaan, putih yang berarti kejujuran, merah yang bermakna kesantunan, hijau yang mewakili keadilan, serta kuning yang menjadi simbol kemurahan hati.

Koleksi tersebut hadir dengan model longgar dalam berbagai ukuran yang disempurnakan dengan aplikasi bordir sebagai pelengkap penampilan.

Selain itu, Rumah Batik Wijaya juga sukses meleburkan batik dengan busana cheongsam khas China. Pada koleksi Cheongsam Series, kamu bisa melihat aneka corak batik terukir pada beragam busana cheongsam yang telah didesain untuk tidak sekadar bermakna, tapi juga tetap tampil modis dan trendy.

Rumah Batik Wijaya tentunya tidak melupakan budaya Indonesia tempat batik berasal. Pada koleksi terbarunya, Rumah Batik Wijaya memperkenalkan seri Batik Jumputan atau Batik Ikat Celup yang berasal dari tanah Palembang. Batik ini dibuat menggunakan metode Ikat Celup, yaitu teknik mewarnai kain dengan cara mengikat kain dengan cara tertentu sebelum dilakukan pencelupan.

Keunikan dan kreativitas inilah yang mengantarkan Rumah Batik Wijaya masuk dalam deretan UMKM PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI Inacraft 2022. Dalam mengembangkan produk UMKM, BNI menghadirkan program pameran dengan nama UMKM BNI Inacraft 2022 yang memperkenalkan produk-produk UMKM se-Indonesia untuk go global.

Sebagai salah satu UMKM binaan BNI, Rumah Batik Wijaya memperoleh banyak manfaat yang menunjang terhadap pengembangan usahanya.

"Salah satunya di masa pandemi seperti ini, bisa memulai kembali pameran. Bisa dibantu juga buat kedepannya lebih banyak ekspor ke luar negeri. Jadi menambah link," ujar salah seorang staf Rumah Batik Wijaya, Intan.

Ia pun mengaku senang dengan digelarnya UMKM BNI Inacraft 2022 ini. Sebab, dapat mendongkrak omset penjualan yang sempat lesu akibat pandemi selama dua tahun terakhir.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan partisipasi BNI pada Inacraft 2022 merupakan salah satu bentuk dukungan terhadap kebangkitan UMKM pasca pandemi COVID-19. Selain itu, lewat ajang ini BNI ingin mengajak UMKM-UMKM untuk dapat berkembang dan lompat lebih tinggi melalui Program Xpora.

"Kami harap momentum Inacraft dapat menjadi akselerator peningkatan kinerja pelaku UMKM seiring dengan pandemi yang mulai Pandemi COVID-19 yang mulai mereda. Selain pasar luar negeri, tentunya konsumsi masyarakat yang besar juga menjadi target pasar yang potensial bagi mitra Xpora kami," pungkasnya.

(akd/eny)