Kata Desainer Baju Geprek Bensu, Karyanya di Paris Fashion Show Jadi Viral

Gresnia Arela Febriani - wolipop Rabu, 09 Mar 2022 14:15 WIB
Jordi Onsu Klaim Geprek Bensu ke Paris Fashion Week Yanti Adeni, desainer yang membuat baju ayam Geprek Bensu. Foto: Dok. Instagram @makeupbyoktapus .
Jakarta -

Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) menggandeng beberapa brand lokal untuk menggelar acara fashion show di Paris. Salah satu perancang busana yang ikut serta di acara Gekrafs Paris Fashion Show adalah Yanti Adeni. Desainer yang berasal dari Bangka Belitung ini berkolaborasi dengan Geprek Bensu.

Yanti menghadirkan baju berwarna putih dengan detail cape yang dihiasi tulisan Hot, Crispy, Tasty, Populer, Geprek Bensu. Baju Geprek Bensu karya Yanti ini viral di media sosial dengan beragam komentar dari netizen.

"Ayam geprek di acara fashion tu gimana konsepnya?? Di Paris lagi 🥲🥲🥲 Gagal paham," tulis akun @txtdrkuliner dalam unggahannya yang mendapat beragam respon dari warganet.

Bagaimana ceritanya Yanti bisa membuat baju bertemakan ayam geprek? Berbincang dengan Wolipop, desainer yang berkarya sejak 2015 itu mengungkapkan kisah di balik baju ayam geprek buatannya.

Jordi Onsu Klaim Geprek Bensu ke Paris Fashion WeekJordi Onsu Klaim Geprek Bensu ke Paris Fashion Week Foto: Dok. Instagram Jordi Onsu

Yanti mengatakan koleks kolaborasi bersama Geprek Bensu hadir dengan sentuhan kain tradisional. Ide kolaborasi tersebut terinspirasi dari era Victoria yang klasik, mewah, berlayer, ruffles dan big sleeves.

"Gaun Geprek Bensu konsepnya fun, tapi tetap ada DNA akunya yaitu pada gaun inner. Untuk outwear dibuat bisa menyampaikan informasi kepada orang-orang, apa itu Geprek Bensu. Kalau by nama saja, orang yang belum tahu akan mikir keras, apa sih Geprek Bensu? Jenis apakah itu? Nah, si gaun lah yang punya bocorannya, art on fashion," ungkap Yanti kepada Wolipop.

Foto Yanti Adeni bersama model yang memperagakan koleksi rancangannya.Foto Yanti Adeni bersama model yang memperagakan koleksi rancangannya. Foto: Dok. pribadi Yanti Adeni.

Wanita yang memiiki nama lengkap Nur Aprianti ini ingin menunjukkan Geprek Bensu melalui rancangan gaunnya. "Khusus look kolaborasi ini, DNA busananya masih Yanti Adeni, feminin dan girly. Namun, dalam busana ini juga menampilkan informasi apa itu Geprek Bensu. Penikmat fashion show bisa mengenal Geprek Bensu melalui motif printing dan bordirnya," terangnya.

Desainer yang mempunyai ciri khas vintage dan feminin ini mengungkapkan awal mula berkolaborasi dengan Geprek Bensu. "Geprek Bensu adalah salah satu brand umkm lokal yang ingin memperluas jaringan. Dalam segi ekonomi kreatif, tentunya hal ini harus didukung. Namun Geprek bensu bukan bergerak dibidang fashion. Karenanya, Geprek Bensu mengajak berkolaborasi, dan tentunya hal ini menarik sekali bagi saya," tutur Yanti.

Melalui baju dengan tulisan ayam geprek, Yanti ingin mempresentasikan kuliner karya anak bangsa melalui busana. Oleh karena itu dari 10 koleksi yang dihadirkannya di Paris Fashion Show, satu diantaranya adalah koleksi x Geprek Bensu.

Koleksi busana Yanti Adeni yang mengusung tema Coronation, dalam acara Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs)Koleksi busana Yanti Adeni yang mengusung tema Coronation, dalam acara Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Foto: Dok. pribadi Yanti Adeni.

Yanti menyebutkan ia tidak berangkat ke Paris karena salah satu anggota keluarga meninggal dunia. Tim Yanti Adeni berada di Paris sampai tanggal 16 Maret 2022.

"Tim ada di Paris sampai tanggal 16 Maret 2022. Di sana masih ada Gekrafs store. Jadi barang-barang atau produk UMKM kita dijual di sana. Saya ada di Jakarta, batal hadir karena baru saja kedukaan mertua saya meninggal dunia," ucap Yanti.

Di akhir wawancara, Yanti menyampaikan harapan busananya yang tampil di Paris."Melalui busana yang saya tampilkan, semakin banyak yang tahu dan mengenal kain cual Bangka Belitung. Sehingga bisa membuka pasar nasional maupun global bagi umkm wastra di Babel," pungkasnya.

Lalu bagaimana tanggapan Yanti mengenai busana kolaborasinya bersama Geprek Bensu menjadi perbincangan publik? Simak artikel selanjutnya di Wolipop.

(gaf/eny)