ADVERTISEMENT

Brand Armani Setop Pakai Wol Kelinci Angora untuk Produksi Koleksi Pakaian

Rahmi Anjani - wolipop Sabtu, 04 Des 2021 10:00 WIB
A model wears a creation for the Armani Prive Haute Couture Fall-Winter 2020 fashion collection presented in Paris, Tuesday, July 2 2019. (AP Photo/Kamil Zihnioglu) Foto: AP/Kamil Zihnioglu
Jakarta -

Armani Group mengumumkan akan berhenti memakai kelinci sebagai bagian dari koleksi mereka. Perusahaan fashion yang membawahi Giorgio Armani, Emporio Armani, EA7, dan Armani Exchange tersebut bakal memenuhi janji mereka untuk melindungi alam. Karena itu mulai musim dingin 2022, semua brand dari rumah busana Italia itu dilarang menggunakan wol kelinci angora untuk produksi koleksi pakaian.

Wol atau serat angora adalah material busana yang dibuat dari bulu halus kelinci angora. Bulu kelinci angora sendiri dikenal akan kelembutan dan seratnya yang halus tapi tebal karena itu sering juga dipakai untuk produk-produk fashion high end. Meski begitu, penggunaan kelinci sebagai bahan busana ditentang oleh pegiat hak hewan karena dianggap menyakiti mereka.

Setelah berdiskusi dengan PETA (People for the Ethical Treatment of Animals), Grup Armani pun memutuskan akan menghentikan penggunaan wol angora. "Aku dengan bahagia mengumumkan penghapusan wol angora dari semua koleksi Armani Group, bukti komitmen nyata kami dalam memantau produksi kami dengan penghormatan untuk melindungi alam. Aku selalu percaya pada inovasi dan riset bahan-bahan baru dan metode-metode inovatif untuk memproses material-material mentah tradisional," tutur CEO Armani dilansir PETA.

kelinci angorakelinci angora Foto: Dok. PETA

Pemakaian wol kelinci angora sebagai bahan fashion mulai dikecam setelah muncul video yang memperlihatkan kekejaman pembuatannya. Dikatakan jika kelinci dicabut bulunya dalam keadaan hidup. Mereka juga harus bertahan selama tiga bulan sebelum diproses di peternakan yang kondisinya memprihatinkan karena sesak dan berisiko terkena penyakit.

Dilansir Live Kindly, setengah kelinci angora yang diperuntukkan jadi material busana itu bisa mati karena stres. 90% dari produksi wol angora sendiri dilakukan di China.

"Pelanggan fashion di zaman ini sudah sadar mereka tidak ingin industri yang mencabut bulu dari tubuh kelinci hidup. PETA mendukung keputusan Armani untuk memperpanjang kebijakan tanpa bulu, termasuk angora dan mengajak desainer lain yang masih menggunakan untuk mengikuti," kata Wakil Presiden Program Internasional PETA, Mimi Bekhechi.

Selain Armani Group, sudah banyak brand dan desainer kenamaan yang melarang penggunaan angora, termasuk Gucci, Valentino, Calvin Klein, Diane von Furstenberg, Tommy Hilfiger, Burberry, hingga Stella McCartney. Armani sendiri sudah mengenalkan kebijakan antibulu sejak 2016.

(ami/ami)