Goodbye Angels, Victoria's Secret Pensiunkan Para 'Bidadari' Seksi

Hestianingsih - wolipop Jumat, 18 Jun 2021 09:42 WIB
NEW YORK, NY - NOVEMBER 08:  Ming Xi walks the runway during the 2018 Victorias Secret Fashion Show at Pier 94 on November 8, 2018 in New York City.  (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images for Victorias Secret) Adriana Lima di fashion show Victoria's Secret. Foto: Getty Images
Jakarta -

Victoria's Secret identik dengan Angel atau para bidadari seksi dengan tubuh ramping dan kaki jenjang. Penampilan mereka pun selalu ditunggu-tunggu setiap tahunnya untuk memperagakan koleksi lingerie terbaru.

Namun dalam tiga tahun belakangan ini tidak digelar lagi peragaan busana yang menampilkan wanita seksi mengenakan lingerie. Sejak 2019, Victoria's Secret Fashion Show hiatus, menyusul banyaknya kritik tentang minimnya keberagaman model yang melenggang di atas runway.

Sejak digelar pada 1995, Victoria's Secret selalu mengedepankan wanita dengan stereotipe sama. Tubuh ramping, perut rata, kaki jenjang dan berambut panjang.

Belakangan banyak aktivis maupun kritikus menyebut bahwa standar kecantikan yang ditampilkan para Angel ini tidak realistis dan tidak relevan dengan perkembangan zaman. Bahwa wanita hadir dalam berbagai bentuk, ukuran tubuh, warna kulit, dan semuanya bisa disebut cantik.

NEW YORK, NY - NOVEMBER 08:  Josephine Skriver walks the runway wearing Swarovski in the 2018 Victoria's Secret Fashion Show at Pier 94 on November 8, 2018 in New York City.  (Photo by Thomas Concordia/Getty Images for Swarovski) Josephine Skriver, salah satu Victoria's Secret Angel. Foto: Thomas Concordia/Getty Images for Swarovski

Melihat pergeseran tren tersebut, Victoria's Secret mengambil langkah besar untuk mengubah imej brand yang berdiri sejak 44 tahun lalu itu. Di bawah kepemimpinan CEO baru Martin Waters, tidak akan ada lagi sebutan Victoria's Secret Angel. Artinya, para 'bidadari' ini akan dipensiunkan.

"Saya tahu bahwa sejak lama kita perlu mengubah brand ini, hanya saja kami belum memegang kendali perusahaan untuk bisa melakukanya," ujar Martin Waters, seperti dikutip dari InStyle.

Sekarang, kesempatan itu datang, dan langsung diambil oleh tim Martin Waters. "Sekarang ini, saya melihat (Angel) tidak lagi relevan secara budaya," tambahnya.

Untuk perubahan besar ini, Victoria's Secret meluncurkan 'VS Collective'. Sebuah kampanye yang tidak menampilkan wanita memakai lingerie, melainkan atasan lengan panjang, tank-top, hingga blazer.

NEW YORK, NY - NOVEMBER 08:  Gigi Hadid walks the runway during the 2018 Victoria's Secret Fashion Show at Pier 94 on November 8, 2018 in New York City.  (Photo by Dimitrios Kambouris/Getty Images for Victoria's Secret)Kendall Jenner jadi salah satu model Victoria's Secret. Foto: Dimitrios Kambouris/Getty Images for Victoria's Secret

Mereka yang didapuk menjadi model pun berasal dari berbagai ras. Sebut saja pesepakbola wanita Megan Rapinoe, atlet ski keturunan Tiongkok Eileen Gu, model plus-size Paloma Elsesser, model kulit hitam dan aktivis Adut Akech juga aktris India Priyanka Chopra.

Bukan sekadar model, para wanita dari bermacam latar belakang ini juga akan menjadi spokesperson Victoria's Secret sekaligus duta produk. Martin Waters juga menjelaskan perubahan dramatis ini merupakan langkah awal brand untuk fokus pada apa yang wanita inginkan dan butuhkan.

"Di Victoria's Secret, kami sedang dalam perjalanan luar biasa untuk menjadi advokat terdepan bagi wanita. Ini merupakan perubahan dramatis untuk brand kami. Inisiatif ini hanya permukaan. Kami sangat bersemangat untuk bekerja lebih keras lagi ke depannya," tuturnya.

(hst/hst)