Uniqlo Kecam Wanita Dewasa Coba Baju Anak yang Tren di China, Ini Alasannya

Vina Oktiani - wolipop Selasa, 09 Mar 2021 08:37 WIB
Tren aneh di China pakai baju anak-anak Tren aneh pakai pakaian anak-anak di China / Foto: hk01
Jakarta -

Belakangan ini tren aneh wanita dewasa mencoba menggunakan pakaian anak-anak sedang populer di China. Hal itu membuat pakaian anak di salah satu merek fashion asal Jepang, Uniqlo jadi banyak diminati. Namun bukannya untung, pihak Uniqlo malah justru mendapat kerugian. Pasalnya beberapa hanya mencoba dan berfoto di kamar ganti tanpa membelinya.

Kelakuan para wanita China itu membuat pihak Uniqlo mengecam tren tersebut dan melarang para konsumen dewasanya untuk mencoba pakaian anak-anak. Pasalnya pakaian anak yang telah banyak dicoba oleh wanita dewasa itu berubah menjadi melar dan beberapa ada yang terkena noda makeup. Akibatnya, pakaian yang sudah tidak sesuai dengan bentuk aslinya itu pada akhirnya harus diberi harga khusus yang lebih murah.

Seperti dikutip dari World of Buzz, tren itu menjadi populer setelah salah seorang influencer China mengungkapkan bahwa dirinya mengenakan pakaian anak dan mengunggah fotonya ke media sosial. Setelahnya, tak sedikit netizen yang kemudian mengikuti apa yang dilakukan oleh influencer tersebut.

Tren aneh di China pakai baju anak-anakTren aneh di China pakai baju anak-anak Foto: hk01

Menurut laporan Sin Chew Daily, alasan di balik tren itu adalah untuk meniru gaya dari merek pakaian Italia, Brandy Melville. Merek pakaian Brandy Melville sendiri sempat memicu kontroversi karena hanya menjual pakaian berukuran kecil, yaitu XS atau S. Merek tersebutlah yang mempromosikan "satu ukuran cocok untuk semua".

Hal itu yang kemudian membuat para wanita berpikir bahwa menjadi kurus akan membuat mereka jadi terlihat cantik. Untuk membuktikan hal itu lah para wanita di China banyak yang lebih memilih untuk mencoba mengenakan pakaian anak karena lebih terbuka dan bisa membuat tubuhnya jadi terlihat lebih kecil.

(vio/vio)