Kain Batik Ini Ukir Sejarah, Presiden Jokowi Sampai Perajin Ikut Membuatnya

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 02 Okt 2020 18:30 WIB
Presiden Jokowi hadiri acara peringatan Hari Batik Nasional di Mangkunegaran, Solo, Rabu (2/10/2019). Pembuatan Kain Batik Garuda Nusantara yang membentang hingga 74 meter. (Foto: dok. Yayasan Tjanting Batik Nusantara)
Jakarta -

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional yang jatuh hari ini, Yayasan Tjanting Batik Nusantara akan memamerkan Kain Batik Garuda Nusantara (BGN). Diklaim pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, pembuatan kain batik yang membentang hingga 74 meter ini melibatkan Presiden Joko Widodo dan 90 perajin batik.

Kain BGN sendiri memakan waktu pembuatan selama setahun, dimulai dengan penorehan canting pertama oleh Presiden Jokowi di acara yang digelar di Stasiun MRT Bundaran HI Jakarta pada 1 Agustus 2019. Yayasan Tjanting Batik Nusantara menginisiasi acara tersebut untuk merayakan 10 tahun diakuinya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi oleh UNESCO.

Batik Garuda NusantaraMotif Kain Batik Garuda Nusantara yang dicanting Presiden Jokowi pada 2019 lalu. (Foto: Rahmi Anjani/Wolipop)

Motif batik pertama di BGN adalah Gurdo atau garuda yang merepresentasikan Pancasila sebagai landasan NKRI. Itu mengapa akhirnya Jokowi menamai kain tersebut BGN. Selain Gurdo, terdapat pula motif Parang, Truntum, Sido Mukti dan Sekar Jagad.

Menggunakan pewarna alami, pembatikan dilakukan dengan teknik batik tulis halus di atas kain 74 meter tanpa potongan secara bolak-balik. Itu berarti proses pembatikan kain ini memanjang hingga 148 meter. Kurang lebih 216 ribu jam yang dihabiskan untuk membatiknya. Nur Cahyo, maestro batik asal Pekalongan, Jawa Tengah, ditunjuk untuk menangani tahap penyelesaian.

Meski pandemi COVID-19 muncul di tengah jalan, pembuatan BGN tetap berlanjut. "Ini sekaligus membuktikan budaya gotong-royong rakyat Indonesia," ujar Ketua Dewan Pembina Yayasan Tjanting Batik Nusantara Pheo Hutabarat saat jumpa pers virtual, Jumat (2/10/2020).

Kain Batik Garuda NusantaraKain Batik Garuda Nusantara kini terbentang di Musuem Nasional, Jakarta. (Foto: dok. Yayasan Tjanting Batik Nusantara)

BGN untuk pertama kalinya akan diperkenalkan kepada masyarakat pada malam ini dalam sebuah acara daring yang juga didukung oleh Kementerian Luar Negeri RI dan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Acara yang akan disiarkan secara live streaming mulai pukul 19.00 di YouTube Batik Perdamaian Dunia ini akan memberikan tur virtual 360 derajat kain BGN yang saat ini terbentang di Museum Nasional, Jakarta.

Selain acara pameran BGN, ada pula peluncuran sentra batik digital bernama Kuklik Batik. Lima Duta Besar RI secara simbolis akan mengklik situs tersebut saat acara untuk menandai peluncurannya.

Kain Batik Garuda NusantaraPersiapan peluncuran Kain Batik Garuda Nusantara. (Foto: dok. Yayasan Tjanting Batik Nusantara)

Kuklik Batik merupakan program kolaborasi antara Kemenlu dan Kemendikbud. Kemenlu sendiri menyatakan komitmennya untuk selalu mendukung perajin batik Indonesia agar kreasinya bisa dipasarkan ke luar negeri.

"Sejauh ini di tengah pandemi, ada transaksi lumayan. Kami juga membuka pasar khusus dan mengundang UMKM untuk berjualan langsung secara online. Ada juga pledge hingga miliaran rupiah (untuk UMKM)," ujar perwakilan Kemenlu Yusron Ambary.

(dtg/dtg)