Angkat Potensi Fesyen Muslim Lokal, Kemenperin Gelar MOFP 2020

Yudistira Imandiar - wolipop Rabu, 23 Sep 2020 17:59 WIB
Kemenperin kembali gelar kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) di tahun 2020 Foto: dok. Kemenperin
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menyelenggarakan kompetisi Modest Fashion Project (MOFP) di tahun 2020. Ajang ini menjadi ajang pertunjukan kreasi fesyen muslim dari para desainer muda Tanah Air.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati WIbawaningsih mengungkapkan MOFP merupakan salah satu upaya Kemenperin untuk menggali potensi dan meningkatkan daya saing industri fesyen di Indonesia.

"Tahun ini, MOFP 2020 akan diselenggarakan untuk yang ketiga kalinya sejak tahun 2018. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring para wirausaha muda di bidang fesyen muslim yang memiliki basis sebagai desainer untuk kemudian dibina selama dua tahun," ujar Gati dalam keterangan tertulis, Selasa (23/9/2020).

Tahun ini, MOFP mengangkat tema 'Warna Wastra', sebagai lambang keanekaragaman budaya Nusantara warna-warni keindahan Indonesia, adat, suku bangsanya yang tertuang dalam sebuah kain yang beragam dari Sabang sampai Merauke dengan keindahannya.

"Wastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti selembar kain (sandangan). Saat ini penggunaan istilah Wastra mulai diperkenalkan kembali kepada masyarakat Indonesia dan dunia untuk mewakili nama kain tradisional Indonesia," jelas Gati.

Gati menerangkan, para peserta MOFP akan mendapat program pembinaan seperti pelatihan, pembangunan kapasitas, dan fasilitasi kegiatan pendukung lainnya selama dua tahun. Mereka dibentuk menjadi pelaku usaha di bidang fesyen muslim yang produktif, kreatif, inovatif dan kompetitif.

"MOFP ini juga diharapkan dapat dijadikan batu loncatan bagi para desainer fesyen untuk menjadi seorang wirausaha baru di bidang fesyen muslim yang berkualitas dan berdaya saing," imbuh Gati.

Perkembangan jumlah umat muslim dunia, ulas Gati, menjadi salah satu pemicu utama yang mendorong pertumbuhan industri fesyen muslim. Berdasarkan data The State Global Islamic Economy Report 2019/2020, nilai konsumsi fesyen muslim dunia mencapai US$ 283 M. Angka tersebut diperkirakan terus meningkat dengan laju pertumbuhan sebesar 6%.

"Sehingga, diproyeksi nilai konsumsi fesyen muslim dunia bisa menembus US$ 402 miliar. Sementara itu, konsumsi fesyen muslim Indonesia sendiri sebesar US$ 21 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa peluang pasar fesyen muslim global maupun domestik sangat besar dan harus diisi oleh industri fesyen muslim Indonesia," rinci Gati.

Gati menyebut Fesyen muslim di Indonesia sudah mematri standar yang baik di kancah internasional. Merujuk laporan The State of Global Islamic Economy Report 2019/2020, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia, setelah Uni Emirat Arab dan Turki.

"Artinya, ada peluang Indonesia untuk dapat berada pada urutan pertama dan menjadi salah satu pusat fesyen muslim dunia," ujar Gati.

Industri fesyen muslim merupakan bagian dari industri pakaian jadi yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Berdasarkan catatan Kemenperin, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang tahun 2019 mencapai US$ 8,3 M.

Selama periode Januari hingga Juli tahun 2020, nilai ekspor dari industri pakaian jadi telah mencapai US$ 4,07 M. Industri pakaian jadi juga memiliki peran besar pada kontribusinya terhadap PDB nasional di tahun 2019, yaitu sebesar 5,4 persen.

"Melihat segala potensi dan keunggulan sektor industri fesyen muslim di Indonesia, maka kami mengajak para desainer, pemerintah, pelaku industri, marketplace, akademisi serta seluruh stakeholder terkait lainnya untuk dapat bersama-sama memaksimalkan potensi dan terus mempromosikan dan memperkenalkan industri fesyen muslim Indonesia," sambung Gati.

Sebagai informasi, peserta MOFP 2020 dapat mendaftar melalui bit.ly/pendaftaranmofp2020. Pendaftaran ditutup pada 30 September 2020. Seluruh tahapan penjurian dan inagurasi bakal dilaksanakan secara daring (online) dengan total hadiah sebesar Rp 75 juta.



Simak Video "Tak Mau Kalah dengan Pandemi, Pengrajin Batik Ciptakan Inovasi"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/eny)