Kemenpar Gandeng Industri Fesyen Muslim, Gelar #RamadanBanggaLokal

Reyhan Diandri Ghivarianto - wolipop Rabu, 13 Mei 2020 21:58 WIB
Wishnutama Foto: Dok. Kemenparekraf
Jakarta -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Tokopedia serta pelaku industri fesyen muslim lokal untuk menginisiasi kampanye #RamadanBanggaLokal.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, bahwa produk fesyen Indonesia merupakan contoh produk ekonomi kreatif yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi.

"Produk lokal, salah satunya fesyen muslim, merupakan contoh produk ekonomi kreatif yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi. Dengan menyatukan semangat antara pemerintah dan pelaku industri melalui kampanye #RamadanBanggaLokal, kita bisa mendukung tumbuh kembang para pegiat UMKM di industri fesyen muslim sekaligus meningkatkan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap produk fesyen muslim lokal," ungkap Wishnutama, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/5/2020).

Maka dari itu Kemenparekraf bersama Kemenperin menggandeng pemangku kepentingan terkait untuk tujuan memajukan industri sekaligus membantu menggerakkan roda perekonomian syariah di tengah pandemi.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, kinerja ekspor industri pakaian jadi sepanjang 2019 mencapai 8,3 miliar dolar AS dan pada Januari-Februari 2020, ekspor industri pakaian jadi menembus 1,38 miliar dolar AS.

"Melihat potensi yang sangat besar tersebut, kampanye #RamadanBanggaLokal pun diluncurkan. Kampanye ini adalah upaya bersama untuk memajukan industri pakaian secara daring, dalam kesempatan ini fesyen muslim, sekaligus menjaga perputaran roda ekonomi syariah selama pandemi," kata Agus.

Melalui kerja sama dengan perusahaan teknologi Indonesia seperti Tokopedia, para pengusaha fesyen muslim lokal dapat memanfaatkan platform marketplace untuk menjual produk fesyen muslim secara daring, mulai dari pakaian muslim hingga perlengkapan ibadah.

Sementara itu, CEO dan Founder Tokopedia William Tanuwijaya menyatakan, bahwa kampanye #RamadanBanggaLokal berangkat dari semangat #JagaEkonomiIndonesia.

"Inisiatif kami bersama para mitra strategis dalam menjaga perputaran ekonomi Indonesia di tengah pandemi ini. Kolaborasi antara Tokopedia dengan Kemenparekraf, Kemenperin, dan pelaku industri fesyen muslim lokal ini adalah upaya bersama dalam memastikan pertumbuhan industri fesyen muslim tetap terjaga dengan memungkinkan para pebisnis lokal dapat terus berbisnis daring lewat Tokopedia," ungkapnya.

Demi mendukung kampanye #RamadanBanggaLokal, Tokopedia membantu pebisnis fesyen muslim lokal dengan memberikan pendampingan, akses, dan edukasi yang dibutuhkan termasuk peningkatan kualitas produksi hingga pemasaran, serta penyediaan fitur-fitur yang dapat membantu penjual menjangkau lebih banyak pembeli melalui Tokopedia.

Sebagai informasi, tercatat industri fesyen muslim di Indonesia terus berkembang bahkan menurut The State Global Islamic Economy Report tahun 2019-2020, Indonesia menduduki peringkat ketiga sebagai negara yang mengembangkan fesyen muslim terbaik di dunia setelah Uni Emirat Arab dan Turki. Hal ini menjadi peluang bagi UMKM sektor fesyen muslim tanah air, bahkan di tengah pandemi.

Kampanye nasional #RamadanBanggaLokal yang diadakan pada 13-17 Mei 2020 di Tokopedia ini pun, akan melibatkan sejumlah pelaku industri fesyen muslim lokal termasuk Aleza, Nadjani, Kami, Ghaisani, Irsalina, Buttonscarves, RA Hijab, Duha Muslimwear, Ederra, dan masih banyak lagi.



Simak Video "Virtual Meeting Jadi Angin Segar Bagi EO di Masa Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)