Klarifikasi Virgil Abloh Soal Donasinya untuk Demonstran yang Tuai Kritikan

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 03 Jun 2020 15:30 WIB
PARIS, FRANCE - MARCH 01:  Fashion designer Virgil Abloh walks the runway during the Off-White show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Fall/Winter 2018/2019 on March 1, 2018 in Paris, France.  (Photo by Francois Durand/Getty Images) Virgil Abloh (Foto: Francois Durand/Getty Images)
Chicago -

Setelah minta maaf, Virgil Abloh kembali angkat bicara soal sumbangannya untuk membebaskan para demonstran yang memprotes kematian warga kulit hitam George Floyd. Desainer dan pendiri label Off-White sempat dikritik di media sosial lantaran hanya menyumbang US$ 50 atau sekitar Rp 700 ribu.

Virgil yang juga menjabat sebagai desainer koleksi pria Louis Vuitton itu menyampaikan tanggapan terbarunya itu di Instagram, Senin (1/6/2020). Pertama-tama, ia bicara soal komentarnya terkait toko rekannya sesama desainer streetwear yang dijarah saat aksi unjuk rasa terjadi.

"Saya minta maaf karena keprihatinan saya itu terasa melenceng dari semangat yang kita perjuangkan saat ini untuk memprotes ketidakadilan dan mengekspresikan amarah kita," ungkap pria keturunan Afrika-Amerika asal Chicago itu.

PARIS, FRANCE - MARCH 01:  Fashion designer Virgil Abloh walks the runway during the Off-White show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Fall/Winter 2018/2019 on March 1, 2018 in Paris, France.  (Photo by Francois Durand/Getty Images)Desainer Off-White Virgil Abloh (Foto: Francois Durand/Getty Images)



Ia lalu mengklarifikasi tentang sumbangannya yang menuai hujatan tersebut. Menurut pengakuannya, sumbangan sebesar US$ 50 tersebut memang sesuai dengan jumlah yang diminta program donasi itu. "Saya minta maaf bila terlihatnya sumbangan saya hanya US$ 50 untuk isu penting ini," tambah dia.

Virgil lalu menyatakan dirinya telah menyumbang dalam jumlah besar. Tak tanggung-tanggung, ia merogoh kocek hingga US$ 20.500 untuk uang jaminan demonstran dan keperluan lainnya terkait aksi protes tersebut.

Virgil yang juga seorang DJ itu sempat menjadi bulan-bulanan di media sosial setelah mengunggah tangkapan layar donasinya kepada Fempower, perkumpulan seniman kulit berwarna Miami, yang membantu urusan uang jaminan untuk mengeluarkan para pengunjuk rasa yang ditahan polisi. Pada unggahan di Instagram Stories pribadinya tersebut, tertulis bahwa ia telah menyumbang US$ 50 atau sekitar Rp 700 ribu.

"Komunitas Miami, saya sangat terinspirasi. Bagi mereka yang turun ke jalan dan membutuhkan uang jaminan karena unjuk rasa George Floyd," tulis Virgil untuk menambahkan keterangan di unggahan tersebut.

Niat baik Virgil itu lantas tak luput dari respons negatif di media sosial. Sumbangan tersebut dianggap tak sepadan dengan latar belakang Virgil sebagai seorang desainer dari rumah mode ternama serta karyanya yang mahal.

"Virgil Abloh menyumbang US$ 50 tapi dia menjual tote-bag seharga US$ 480 dan jaket US$ 590 di situs Off-White," kicau seorang pengguna Twitter. "Satu kaus kaki (bukan sepasang), harganya lebih dari donasi yang dia berikan," sindirnetizen lainnya.

PARIS, FRANCE - MARCH 08:  Fashion designer Virgil Abloh walks the runway during the OFF/White show as part of the Paris Fashion Week Womenswear Fall/Winter 2016/2017 on March 8, 2016 in Paris, France.  (Photo by Francois Durand/Getty Images)Virgil Abloh dan Bella Hadid (Foto: Francois Durand/Getty Images)



Sebelum itu, Virgil sebenarnya sudah menuai kritik setelah berkomentar soal penjarahan yang terjadi di tengah aksi demonstrasi besar-besaran tersebut. Ia mengutuk orang-orang yang menjarah butik milik rekannya, Sean Wotherspoon.

"Virgil lebih kecewa terhadap orang-orang yang menjarah butik punya orang kulit putih ketimbang polisi yang brutal," ungkap netizen di Twitter seperti dikutip Guardian. Ada pula yang mengatakan, "Virgil tidak peduli dengan kebudayaan yang dieksploitasinya sendiri."

Menanggapi reaksi yang ramai di dunia maya, Virgil akhirnya mengeluarkan permohonan maaf. "Saya minta maaf karena komentar saya yang lalu terlihat tidak menunjukkan solidaritas dengan gerakan yang melawan kekerasan polisi, rasisme dan ketidakadilan," terang Virgil.



Simak Video "Louis Vuitton hingga Prada Ikut Produksi APD untuk Lawan Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)