Cuma Sumbang Rp 700 Ribu untuk Demonstran, Desainer Off-White Dicela di Medsos

Daniel Ngantung - wolipop Selasa, 02 Jun 2020 14:01 WIB
PARIS, FRANCE - JUNE 21:  Virgil Abloh and Rihanna after the Louis Vuitton Menswear Spring/Summer 2019 show as part of Paris Fashion Week on June 21, 2018 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images) Virgil Abloh dan Kendall Jenner di MET Gala 2018. (Foto: Getty Images)
Miami -

Desainer dan pendiri label Off-White, Virgil Abloh, sedang menjadi bulan-bulanan di media sosial. Pria yang juga perancang koleksi busana laki-laki Louis Vuitton ini dicela karena hanya menyumbang US$ 50 untuk membebaskan para demonstran kematian pria kulit hitam George Floyd.

Gelombang protes 'Black Lives Matter' yang terjadi di AS untuk melawan rasisme menyusul tewasnya George Floyd turut mendapat atensi Virgil Abloh.

Sebagai bentuk keprihatinan, Virgil yang menjadi pria keturunan Afrika-Amerika pertama sebagai desainer Louis Vuitton, memberi donasi kepada Fempower, perkumpulan seniman kulit berwarna Miami, yang membantu urusan uang jaminan untuk mengeluarkan para pengunjuk rasa yang ditahan polisi.

PARIS, FRANCE - JUNE 21: Kanye West and Virgil Abloh after the Louis Vuitton Menswear Spring/Summer 2019 show as part of Paris Fashion Week on June 21, 2018 in Paris, France.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)Virgil Abloh dan Kanye West di fashion show Louis Vuitton. (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)



Di Instagram Story baru-baru ini, Virgil Abloh mengunggah tangkapan layar donasinya tersebut. Tertulis bahwa ia telah menyumbang US$ 50 atau sekitar Rp 700 ribu.

"Komunitas Miami, saya sangat terinspirasi. Bagi mereka yang turun ke jalan dan membutuhkan uang jaminan karena unjuk rasa George Floyd," tulis Virgil untuk menambahkan keterangan di unggahan tersebut.

Selain pujian, niat baik Virgil itu pun tak luput dari respons negatif di media sosial. Sumbangan tersebut dianggap tak sepadan dengan latar belakang Virgil sebagai seorang desainer dari rumah mode ternama serta karyanya yang mahal.

"Virgil Abloh menyumbang 50 dolar tapi dia menjual tote-bag seharga 480 dolar dan jaket 590 dolar di situs Off-White," kicau seorang pengguna Twitter.


"Satu kaus kaki (bukan sepasang), harganya lebih dari donasi yang dia berikan," sindir netizen lainnya.

Sebelum itu, Virgil sebenarnya sudah menuai kritik setelah berkomentar soal penjarahan yang terjadi di tengah aksi demonstrasi besar-besaran tersebut. Ia mengutuk orang-orang yang menjarah butik milik rekannya sesama desainer streetwear, Sean Wotherspoon.



"Virgil lebih kecewa terhadap orang-orang yang menjarah butik punya orang kulit putih ketimbang polisi yang brutal," ungkap netizen di Twitter seperti dikutip Guardian. Ada pula yang mengatakan, "Virgil tidak peduli dengan kebudayaan yang dieksploitasinya sendiri."

Menanggapi reaksi yang ramai di dunia maya, Virgil akhirnya mengeluarkan permohonan maaf. "Saya minta maaf karena komentar saya yang lalu terlihat tidak menunjukkan solidaritas dengan gerakan yang melawan kekerasan polisi, rasisme dan ketidakadilan," terang Virgil.




Simak Video "Bikin Baju dari Tas Louis Vuitton dan Gucci, Wanita Filipina Viral"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)