Perubahan Radikal Gucci Demi Hadapi Krisis Imbas COVID-19
Industri fashion dunia ikut bergejolak karena pandemi COVID-19. Untuk menghadapinya, Gucci melakukan perubahan radikal agar mampu bertahan di tengah krisis.
Perubahan tersebut antara lain mengurangi jadwal fashion tahunan rumah mode berbendera Italia itu. Bila biasanya Gucci yang berada di bawah naungan Kering itu bisa menggelar lima fashion tahunan kini koleksi terbarunya hanya ditampilkan dua kali.
Direktur Kreatif Gucci Alessandro Michele di fashion show Gucci Fall/Winter 2020/2021 yang digelar dalam rangkaian Milan Fashion Week pada Februari 2020. (Foto: AP Photo/Luca Bruno) |
Direktur Kreatif Gucci Alessandro Michele mengumumkannya dalam sebuah 'catatan harian' bernada puitis di Instagram, baru-baru ini. Ia juga memastikan, Gucci tak akan terikat lagi dengan jadwal kalender mode dunia dalam berkarya.
"Kita akan bertemu hanya dua kali setahun untuk berbagi babak di cerita baru. Saya ingin meninggalkan pemikiran lama yang menjajah dunia kita: cruise, pre-fall, spring-summer, fall-winter. Saya rasa itu tidak menyehatkan," ungkap desainer yang pernah bekerja untuk Fendi itu.
Alessandro menambahkan, pandemi COVID-19 seharusnya dilihat sebagai kesempatan bagi industri fashion untuk berbenah diri agar lebih ramah terhadap lingkungan. Industri fashion merupakan salah satu penyumbang terbesar polusi di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fashion show Gucci Fall/Winter 2020/2021 yang digelar dalam rangkaian Milan Fashion Week pada Februari 2020. (AP Photo/Luca Bruno) |
Selama ini, merek-merek ternama dunia mengikuti jadwal kalender mode dunia yang sibuk. Masing-masing koleksi pakaian pria dan wanita memiliki pekan modenya tersendiri, baik itu spring-summer atau fall-winter, dan digelar secara terpisah di empat kota fashion dunia. Belum lagi koleksi antar musim, seperti cruise atau pre-fall.
Orang-orang datang dari segala penjuru dunia datang untuk menghadiri perhelatan tersebut. Alhasil, jejak karbon yang ditinggalkan meningkat.
"Aksi kita yang sembrono telah membakar rumah yang kita tinggali ini. Kita berkarya secara terpisah dari alam dan kita merasa hebat. Kita mengeksploitasi alam, mendominasi lalu melukainya," tegas Alessandro.
Pengurangan jadwal fashion show seperti yang akan Gucci terapkan diharapkan dapat menekan angka polusi.
Menyusul pandemi COVID-19, desainer dan merek mewah lainnya juga menyerukan perombakan besar dalam sistem industri mode dunia. Bulan lalu, Saint Laurent, label milik Kering, mengumumkan akan "mengambil alih kecepatan dan membentuk jadwal fashion sendiri. Sementara itu, menurut desainer senior Giorgio Armani, satu-satunya cara untuk selamat dari krisis ini adalah "memperlambat diri secara bijaksana".
(dtg/dtg)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Mengenal Cigarette Jeans, Model Celana Jeans Ala 80an yang Tren di 2026
Lisa BLACKPINK Jadi Presenter Golden Globe Awards 2026, Cetak Rekor Baru
7 Potret Teagan Croft, Pemeran Rapunzel di Live-action 'Tangled'
Alasan Drakor Love Me Menarik Ditonton, Dibintangi Seo Hyun Jin & Chang Ryul













































