9 Desainer Indonesia Desain Ulang Baju Branded Bekas untuk Amal

Vina Oktiani - wolipop Jumat, 22 Nov 2019 18:49 WIB
Foto: Vina Oktiani/Wolipop Foto: Vina Oktiani/Wolipop

Jakarta - Sembilan desainer Indonesia berkolaborasi dengan situs Huntstreet untuk mendaur ulang berbagai baju branded bekas menjadi busana yang siap pakai. Busana ini nantinya dijual dan hasilnya untuk amal.

Kesembilan desainer lokal yang membuat busana daur ulang itu adalah Didiet Maulana, Stella Risa, Rinda Salmun, Wilsen Willim, Yosep Sinudarsono, Reves Studio, M by Mischa, Tangan x One Fine Sky, dan It's Aloe. Desainer-desainer tersebut memodifikasi dan mendaur ulang baju-baju bekas dari merek-merek high end yang disediakan oleh Huntstreet.

Didiet Maulana misalnya mendaur ulang rok Givenchy dan dress Elie Tahari. Sedangkan Stella Rissa mendaur ulang setelah dari brand Prada.



"Karena fashion desainer jadi saya merasa itu tugas saya karena saya kan yang membuat pakaian," kata Didiet Maulana saat ditemui dalam acara Re-loved persembahan dari Huntstreet x Setali di Pacific Place Jakarta, pada, Jumat (22/11/2019).

Andien dan Didiet Maulana.Andien dan Didiet Maulana. Foto: Vina Oktiani/Wolipop


Didiet merasa bahwa limbah industri mode sudah sangat menumpuk. Oleh sebab itu, sebagai perancang dan pembuat pakaian, dirinya merasa sudah menjadi tugasnya untuk mencegah pemborosan limbah industri mode.

"Jadi dalam acara ini saya bikin satu kreasi untuk upcycle fashion. Upcycle maksudnya adalah menaikkan siklus, menaikkan waktu dari barang itu sendiri," kata pria berusia 38 tahun itu. Menaikkan waktu yang dimaksudnya adalah memperpanjang umur dan masa pakai dari suatu barang.

"Upcycle itu kan sebenarnya seperti merombak. Memang kalau dilihat dari produksi itu jatuhnya lebih mahal. Ketika kita melakukan upcycling kita juga menggunakan bahan tenun yang memang hasil dari koleksi sebelumnya yang merupakan bahan potongan dari baju kita, seperti perca," tambahnya.

Seluruh busana daur ulang karya desainer Indonesia ini dipamerkan di Pacific Place Jakarta mulai 22 November sampai 8 Desember 2019. Dan pada 29 November akan ada lelang dari karya daur ulang para desainer tersebut.

Hasil penjualan dari lelang ini akan didonasikan. Huntstreet bekerjasama dengan Setali, sebuah yayasan lokal yang didirikan oleh penyanyi Andien Aisyah untuk donasi tersebut. Kerjasama ini nantinya akan membantu Setali untuk memperoleh mesin daur ulang yang dapat mengubah pakaian menjadi benang lalu dapat digunakan lagi untuk membuat pakaian baru. Menurut Andien, harga mesin daur ulang diperkirakan sekitar Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. Selain itu, hasil penjualan dari acara ini nantinya juga akan didonasikan ke sejumlah yayasan yang bergerak dalam bidang kesehatan, orangtua, dan pendidikan.

Simak Video "Mantap! Limbah Paralon Disulap Jadi Miniatur Kereta"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/eny)