Catwalk Ramah Lingkungan ala Dior, Pakai Listrik Tenaga Minyak Kanola

Daniel Ngantung - wolipop Jumat, 27 Sep 2019 11:16 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Paris - Gejolak iklim yang kian memprihatinkan mendapat perhatian serius dari desainer Dior, Maria Grazia Chiuri. Maka, peragaan Dior koleksi Spring-Summer 2020 pun dibuat seramah mungkin dengan lingkungan.

Peragaan busana tersebut digelar Dior dalam rangkaian Paris Fashion Week baru-baru ini. Panggung catwalk Dior kali ini adalah sebuah hutan buatan yang terdiri dari 170 pohon.


Selepas peragaan, semua pohon tersebut tak akan berakhir di pembuangan. Dior akan menanamnya lagi di tiga lokasi berbeda di Paris.

Catwalk Ramah Lingkungan ala Dior, Pakai Listrik Tenaga Minyak KanolaFoto: Getty Images


Sementara itu, kain-kain untuk properti panggung yang ukurannya mencapai 4.500 meter persegi bakal Dior donasikan untuk La Réserve des Arts, sebuah lembaga seni di Prancis. Begitu pula kayu-kayu yang menopang panggung.

Tak berhenti di situ, Dior juga menggunakan listrik yang ramah lingkungan. Listrik tenaga minyak kanola menjadi andalan.

Dari segi konsep utama panggung dan busana, Maria yang dikenal vokal terhadap isu feminisme sebenarnya terinspirasi oleh sosok Catherine Dior yang bukan lain adalah adik Christan Dior. Catherine lah mengilhami Christian Dior untuk menciptakan parfum pertamanya, Miss Dior.

Menurut Maria, kiprah Catherine masih terdengar asing di telinga orang banyak. Berdasarkan risetnya, Catherine adalah perempuan pertama di Prancis yang menjadi pemasok bunga. Ia memiliki ladang bunga mawar sendiri di Luberon yang berada di selatan Prancis.

Semasa hidupnya di Perang Dunia II, Catherine pernah mengorganisir perlawanan terhadap NAZI di apartemennya. Sampai akhirnya NAZI menangkap Catherine dan mengirimnya ke kamp konsentrasi.

Catwalk Ramah Lingkungan ala Dior, Pakai Listrik Tenaga Minyak KanolaFoto: Getty Images


Tentang peperangan tersebut, Christian Dior memiliki sebuah kutipan yang Maria maknai sebagai simbol harapan di tengah kekacauan. "Untungnya, nanti akan tumbuh bunga," demikian bunyi kutipan itu.

"Bunga dan manusia harus hidup berdampingan agar dapat bertahan," kata Maria seperti dikutip AFP. Desainer berdarah Italia itu menambahkan manusia perlu lebih bertanggung jawab untuk setiap tindakannya di segala aspek kehidupan, termasuk untuk urusan mode.

Maria mengirim hampir semua modelnya ke catwalk dengan rambut bergaya kepang seperti rambut aktivis iklim muda Swedia Greta Thunberg. Belum lama ini Greta menjadi sorotan berkat pidato emosionalnya di PBB yang blak-blakan mengkritik para pemimpin dunia dalam menangani masalah pemanasan global.

Koleksi yang naik pentas kali ini didominasi oleh motif-motif alam, tanpa terkecuali bunga-bungaan yang menciptakan kesan elegan dan feminin. Bukan bunga tiruan, melainkan bunga kering yang dijahit di atas kain.





Simak Video "Nyentrik! Warna-warni Jodipan Malang Hadir di Muffest 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/kik)