Pesona Tenun Sundawa Lombok Timur di Tangan Denny Wirawan

Daniel Ngantung - wolipop Rabu, 25 Sep 2019 17:22 WIB
Fashion Show Pringgasela persembahan Denny Wirawan. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop) Fashion Show 'Pringgasela' persembahan Denny Wirawan. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Jakarta - Satu lagi persembahan desainer Denny Wirawan untuk merayakan keindahan wastra Nusantara. Melansir koleksi busana terbaru, ia kali ini terinspirasi oleh keindahan tenun sundawa dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Koleksi Spring-Summer 2019/2020 dari label busana siap pakainya, Balijava, ini diberi tajuk 'Pringgasela', sesuai dengan nama desa penghasil tenun sundawa. Denny menjelaskan, salah satu karakter khas dari tenun sundawa ini adalah motif garis-garisnya.

Pesona Tenun Sundawa Lombok Timur di Tangan Denny WirawanFashion show 'Pringgasela' persembahan Denny Wirawan. (Foto: dok. Image Dynamics)


"Tapi warnanya yang membuat tenun ini istimewa. Pewarnaannya 100 persen alami, menghasilkan palet pastel yang lembut dan menawan," ungkap Denny selepas peragaan 'Pringgasela' di restoran Kembang Goela, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Pria kelahiran Jakarta, 9 Desember 1967, ini mengaku langsung jatuh hati di saat pertama kali melihat tenun sundawa di sebuah pameran di Jakarta tahun lalu. Singkat cerita, Denny dan tim Bakti Budaya Djarum Foundation akhirnya berkunjung ke Desa Pringgasela untuk mencari tahu asal usul dan proses kreatif dari tenun tersebut.

"Kami pergi sebelum Lombok diguncang gempa besar Juli tahun lalu. Desa Pringgasela salah satu daerah yang cukup parah terdampak gempa. Itu pula yang semakin memotivasi saya menangkat tenun sundawa untuk koleksi terbaru ini," ungkap alumnus Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budiharjo ini.

Pesona Tenun Sundawa Lombok Timur di Tangan Denny WirawanFoto: dok. Image Dynamics


Denny memanfaatkan tenun yang sudah ada, ketimbang meminta para perajin untuk menciptakan tenun sundawa dengan motif modifikasi. Dengan begitu, pesona alami dari tenun yang pada 2018 ditetapkan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia itu dapat terpancar.

Di tangan dingin Denny, tenun sundawa disulap menjadi 40-an busana wanita dan pria yang modern dalam potongan outerwear seperti long vest, blazer dengan lengan bervolume, blus bergaya kimono sampai coat tanpa kerah yang terasa kontemporer.

"Agar motif garis tenun sundawa tak terasa monoton, saya juga padukan dengan motif tenun NTB lainnya. Seperti motif tenun dari Lombok Tengah yang motifnya mirip kain ikat endek dari Bali," tambah desainer yang aktif melakukan pembinaan untuk perajin kain tradisional di daerah-daerah bersama Cita Tenun Indonesia (CTI).

Para 'muse' Denny Wirawan.Para 'muse' Denny Wirawan. (Foto: Daniel Ngantung/Wolipop)

Kesan modern juga dipertegas dengan padanan berupa rok pleats atau lipit berbahan transparan. Aplikasi bordir dengan motif tenun NTB yang menghiasi material delicate seperti organza juga menjadi daya tarik dari koleksi ini.

Menurut desaienr sudah 20 tahun lebih berkarya di ranah mode Tanah Air itu, membordir di atas organza bukan perkara mudah. "Menjahitnya benar-benar harus teliti dan hati-hati karena organza ringkih. Sebenarnya bisa dijahit dengan bantuan mesin dan komputer, tapi hasilnya tak sealami jahitan tangan," ungkap Denny yang koleksinya turut disempurnakan dengan aksesori bergaya resort dari E.P.A. Jewelry.

Pesona Tenun Sundawa Lombok Timur di Tangan Denny WirawanFoto: dok. Image Dynamics

Fashion show 'Pringgasela' berlangsung di tengah bayang-bayang aksi unjuk rasa di sekitaran Gedung DPR/MPR RI yang letaknya tak jauh dari lokasi acara. Namun, itu tak menyulutkan antusiasme para tamu. Selain beberapa selebriti yang hadir, fashion show tersebut juga diramaikan oleh penampilan para 'muse' sang desainer di catwalk. Muncul influencer Ayla Dimitri, aktris Asmara Abigail dan penyanyi Alika Islamadina.

Melihat antusiasme tersebut, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian berharap fashion show Denny Wirawan kali ini dapat memotivasi para perajin tenun sundawa untuk terus berkarya. "Karena gempa, para perajin sempat kehilangan gairahnya untuk menenun. Semoga dengan acara ini, tenun sundawa semakin dikenal sehingga perekonomian di sana juga ikut bangkit," jelas Renita.






Simak Video "Butuh 1 Tahun Pengerjaan, Ini Dia Kain Ikat Khas Sumba Timur"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)