Ani Yudhoyono, Kebaya, dan Kimono Putri Michiko

Sudrajat - wolipop Selasa, 04 Jun 2019 16:37 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images

Jakarta - Sepuluh tahun menjadi Ibu Negara banyak hal yang dilakukan Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, tak kecuali di forum-forum internasional. Ketika Presiden Susilo Bambangu Yudhoyono (SBY) menghadiri konferensi ekonomi seperti APEC, G-20, G-8, dan lainnya, Ani Yudhoyono biasanya turut mendampingi. Begitu juga istri-istri kepala pemerintahan dari negara-negara lain biasa mendampingi para suami mereka.

Ketika para suami asyik berdebat di forum konferensi, para first ladies lazimnya juga sibuk mengikuti agenda yang diatur oleh ibu negara tuan rumah. Meski sebetulnya tak wajid diikuti, Ani Yudhoyono justru selalu menganggapnya sebagai kesempatan untuk mempromosikan seni-budaya Indonesia. Itu sebabnya dia selalu memakai busana tradisional Indonesia.



Ani Yudhoyono dan Laura Bush.Ani Yudhoyono dan Laura Bush. (Foto: Dudi Anung/Presidential Palace via Getty Images)
"Mengenakan kebaya dan kain Nusantara menjadi wajib bagi saya dalam setiap lawatan ke luar negeri, setidaknya di acara tertentu," ungkap Ani Yudhoyono dalam buku "10 Tahun Perjalanan Hati" yang ditulis Alberthiene Endah.

Karena berkebaya bagi orang kebanyakan terkesan merepotkan, dia justru berupaya selalu tampil lincah saat berkebaya. Dengan begitu dia bisa merasa setara dengan kelincahan para kepala negara dan istri yang biasanya lebih suka mengenakan busana modern.

Seringkali first lady negara sahabat terkagum-kagum oleh penampilan busana Ani Yudhoyono. Dalam pertemua APEC 2004 di Chili, misalnya, Laura Bush, istri Presiden ke-43 Amerika Serikat George Bush menghampiri Ani Yudhoyono. "Saya sejak tadi mengamati Anda. Saya suka kain yang Anda pakai. Ini kain dari mana?"

Sementara dalam pertemuan APEC di Vietnam, 2006, giliran istri Perdana Menteri Australia John Howard, Janette yang menghampirinya. "Ani, ayo jelaskan kain apa yang Anda pakai sekarang ini..."

Untuk bahan busana Ani tak terlalu repot memilih. Dia punya cukup koleksi hasil blusukan ke berbagai daerah. Dia biasa membeli oleh-oleh kain karya para perajin lokal sebagai upaya mendukung agar budaya berkarya terus hidup di masyarakat.



Permaisuri Michiko dan Ani Yudhoyono.Permaisuri Michiko dan Ani Yudhoyono. (Foto: Getty Images)
Untuk desain dan menjahitnya, dia punya beberapa perancang langganan, antara lain Ibu Edna. "Yang saya suka dari Ibu Edna, ia tahu pesanan saya harus serba cepat dan prima," kata Ani.

Sebaliknya Ani Yudhoyono juga punya penasaran sendiri dengan busana tradisional negara lain. Salah satu yang menggelitiknya adalah kimono. Saat berkunjung ke Jepang, ia membayangkan akan melihat Permaisuri Michiko, istri Kaisar Akihito akan tampil anggun dengan kimono. Dari sang permaisuri itu pula ia berharap akan mendengar kisah unik Kimono.

Saat bertemu, Ani Yudhoyono terperanjat. Ternyata Permaisuri Michiko justru mengenakan gaun modern. Begitu pun saat jamuan makan malam kenegaraan. Sang Permaisuri baru mengenakan kimono justru ketika ia dan Presiden SBY akan kembali ke Tanah Air keesokan harinya.

"Ia tertawa hangat ketika saya serta-merta saya memuji penampilannya," kata Ani.
(dtg/dtg)