Prancis Ingin Setop Brand Fashion Musnahkan Baju yang Tak Terjual

Alissa Safiera - wolipop Kamis, 16 Mei 2019 19:08 WIB
Fashion show Balmain (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images) Fashion show Balmain (Foto: Pascal Le Segretain/Getty Images)

Paris - Prancis tengah membuat kebijakan agar industri fashion dunia berhenti memusnahkan baju-baju mereka yang tak terjual. Diungkap oleh pejabat pemerintahan Prancis, hal ini dilakukan karena berbagai bahan kimia di dalamnya, membuat proses daur ulang menjadi lebih sulit dan berdampak pada lingkungan.

Kebijakan ini membidik brand-brand fashion high-end yang telah lama membakar atau mengubur barang yang tidak terjual di tempat pembuangan sampah. Mereka melakukan itu demi menjaga imej mewah brand yang tak akan mendiskon besar-besaran barang yang tak laku terjual.


Prancis Ingin Setop Brand Fashion Musnahkan Baju yang Tak TerjualAktris Penelope Cruz di fashion show Chanel. (Foto: Getty Images)

Itu berbeda dengan apa yang biasa dilakukan brand high-street. Produk yang dibuat massal ini umumnya akan melakukan diskon besar demi menghabiskan semua barang yang ada di rak display.

"Terlalu banyak perusahaan yang merasa baik-baik saja dengan hanya membuang atau menghancurkan sepatu atau pakaian yang belum dijual," kata Wakil Menteri Ekologi Prancis Brune Poirson pada konferensi keberlanjutan fashion di Kopenhagen. "Anda tidak bisa melakukan ini lagi. Ini mengejutkan."

Poirson meminta para brand high-end untuk mengatasi masalah ini di tingkat industri, namun pemerintah tetap akan membuat larangan. Janji itu muncul setelah Burberry Group Plc mengatakan bahwa mereka akan mengakhiri praktik memusnahkan barang tak terjual di tahun lalu.


Fashion show BurberryFashion show Burberry Foto: Getty Images

Hal ini terjadi setelah Burberry terungkap membuat parit untuk menghancurkan hampir 29 juta poundsterling (Rp 538 miliar) barang yang tidak terjual pada tahun 2017.

Akan menjadi tantangan bagi para brand mewah untuk menyingkirkan jaket atau sepatu puluhan juta Rupiah, tanpa membakar atau membuangnya seperti biasa. Menguburnya begitu saja tentu bukan cara terbaik mengingat daur ulang yang sulit. Mungkin saja setelah ini para brand high-end akan membuat diskon besar-besaran untuk menyingkirkan produk lamanya seperti brand high-street. Well, kita lihat saja.
(dtg/dtg)