Model LGBT Eksis di Pakistan Fashion Week yang Digelar di London

Eny Kartikawati - wolipop Senin, 13 Mei 2019 13:09 WIB
Model transgender drag queen di Pakistan Fashion Week. Foto: Dok. BBC News Model transgender drag queen di Pakistan Fashion Week. Foto: Dok. BBC News

London - Pakistan Fashion Week digelar di London, Inggris pada akhir pekan kemarin. Pada pekan mode tersebut untuk pertamakalinya sejumlah model LGBT tampil di catwalk.

BBC News melaporkan dalam siaran beritanya Pakistan Fashion Week secara perdana menampilkan trasgender drag queen muslim. Dari video yang diputar terlihat sejumlah transgender drag queen berlenggak-lenggok memeragakan busana berwarna-warni.

CEO Riwayat Ltd Adnan Ansari yang menggagas Pakistan Fashion Week mengungkapkan alasannya kenapa pada tahun ini dia menghadirkan para LGBT sebagai model. Pakistan Fashion Week sendiri sudah digelar selama 10 tahun terakhir di London.



Model LGBT Eksis di Pakistan Fashion Week yang Digelar di LondonFoto: Dok. BBC News


"Dunia sudah berkembang. Pakistan juga. Jadi menurutku kenapa tidak memberikan kesempatan untuk merayakan kebebasan. Fashion itu sendiri tidak memiliki batasan. Jadi kenapa harus membatasi fashion hanya untuk jenis kelamin tertentu. Fashion itu seharusnya untuk semua orang," ujar Adnan.

Pada fashion show tersebut, para transgender memeragakan koleksi busana karya desainer Fahad Hussayn. "Kami memiliki lini busana uniseks yang bisa dipakai siapapun. Aku tidak mau mendikte orang soal siapa harus memakai baju apa," kata sang desainer.

Model LGBT Eksis di Pakistan Fashion Week yang Digelar di LondonFoto: Dok. BBC News


Pakistan Fashion Week ini juga dihadiri para penonton dari kalangan LGBT. Salah satunya drag queen muslim pertama dari Inggris Asifa Lahore.

"Pakistan Fashion Week memberikan kesempatan pada LGBT, jadi menurutku ini sebuah langkah yang baru," ujar Asifa.

Komunitas transgender di Pakistan sendiri sudah diakui oleh pemerintah. Awal Maret 2018, Majelis Tinggi Pakistan mengesahkan rancangan undang-undang untuk melindungi hak-hak transgender, dan mengizinkan mereka menentukan sendiri identitas gender mereka.




(eny/eny)