Moschino Dituntut Karyawan atas Tuduhan Diskriminasi Ras

Hestianingsih - wolipop Rabu, 09 Jan 2019 11:51 WIB
Foto: Reuters Foto: Reuters

Jakarta - Diskriminasi ras masih saja terjadi di era modern ini. Kali ini terjadi di toko sebuah brand fashion ternama dan jadi favorit kalangan millennial.

Seorang mantan karyawan Moschino dikabarkan menuntut perusahaan asal Italia tersebut atas perilaku diskriminasi ras. Karyawan bernama Shamael Lataillade itu menuduh supervisor salah satu toko Moschino menggunakan nama kode untuk menyebut pelanggan berkulit hitam.

Menurutnya, sang supervisor kerap menyebut pembeli berkulit hitam dengan nama Serena. Sebutan itu digunakan untuk mengidentifikasi siapa saja pengunjung toko yang punya cukup uang membeli produk-produk Moschino dan mana yang tidak.

Seperti dikutip dari TMZ, pengunjung toko yang tidak terlihat punya uang atau kaya raya (misalnya tidak memakai perhiasan berlian atau busana rancangan desainer) akan dilabeli sebagai Serena dan akan lebih diperhatikan saat berkeliling toko. Shamael menambahkan bahwa supervisor yang bekerja di toko Moschino di kawasan West Hollywood juga menginstruksikan para karyawannya untuk mengawasi para pengunjung berkulit hitam dengan lebih ketat.


Moschino Dituntut Karyawan atas Tuduhan Diskriminasi RasSeorang model berjalan di fashion show Moschino. Foto: Dok. Vogue

Pengawasan itu dilakukan dengan cara mengikuti kemana ia melangkah, bahkan mencatat nomor identitasnya. Shamael juga menjelaskan bahwa supervisor toko tersebut memerintahkan staf toko agar mengatakan bahwa stok barang mereka telah habis, jika calon pembelinya berkulit hitam atau keturunan Afro-Karibia.

Shamael pun bercerita bahwa pada suatu hari, supervisor di tempatnya bekerja menelepon polisi karena mencurigai seorang pria berkulit hitam yang masuk ke tokonya. Belakangan diketahui bahwa pria tersebut adalah seorang rapper terkenal.

Diskriminasi tak hanya dilakukan supervisor kepada pelanggan tapi juga karyawan, dan itu terjadi pada Shamael. Sebagai wanita keturunan Haiti-Amerika, Shamael mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapat perlakuan diskriminatif.
Moschino Dituntut Karyawan atas Tuduhan Diskriminasi RasSeorang model berjalan di fashion show Moschino. Foto: Dok. Vogue


Shamael pernah diejek telah mempraktikkan sihir voodoo, dan berbagai cemoohan lainnya. Puncaknya, Shamael dipecat karena melayangkan komplain tentang kode nama Serena yang ditujukan pada pelanggan berkulit hitam.

Belum ada alasan pasti kenapa nama Serena yang digunakan sebagai kode untuk penyebutan bernada rasisme itu. Namun seperti dikutip dari Metro, Serena mengacu pada Serena Williams, petenis profesional berkulit hitam yang telah beberapa kali memenangkan kejuaraan tenis berskala dunia.

Kini Shamael dikabarkan telah menuntut Moschino akibat kerusakan 'yang tidak ditentukan' akibat perilaku diskriminasi tersebut. Namun hingga saat ini baik pihak Shamael maupun Moschino belum memberikan tanggapan lebih lanjut.
(hst/hst)