'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019

Hestianingsih - wolipop Sabtu, 27 Okt 2018 13:45 WIB
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop Foto: Mohammad Abduh/Wolipop

Jakarta -

Rinaldy A. Yunardi menutup Jakarta Fashion Week 2019 dengan suguhan spektakuler. Ditunjuk sebagai 'ksatria fashion' di puncak acara Dewi Fashion Knights, desainer yang akrab disapa Yungyung ini memamerkan koleksi aksesori dengan desain ekstravaganza.

Mengambil tema The Faces, pria yang karyanya pernah dinikmati Lady Gaga hingga Madonna ini menampilkan berbagai aksesori seperti headpiece, kalung, hingga topeng bergaya avant garde kaya detail. Penampilan para model makin dramatis dengan kostum hitam berbahan tulle yang makin menonjolkan keindahan aksesori rancangannya.

'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Sebagai gong di akhir peragaan, sang model berjalan mengenakan topeng merah, lengkap dengan shoulder piece dan kalung aksen fringe yang menjuntai hingga pinggang. Ditambah aksen sayap berukuran besar membuat karyanya menimbulkan decak kagum dari para undangan.

"Karya ini saya tujukan untuk wanita. Menceritakan karakter wanita dari berbagai tingkatan. Dalam karya ini saya membawa misi kebersamaan yang positif untuk kebaikan," jelas Yungyung sesaat sebelum fashion show di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018) malam.

Berbagi panggung dengan Rinaldy A. Yunardi, tiga desainer terpilih lainnya yang dinobatkan sebagai 'ksatria fashion' adalah Chitra Subyakto lewat label Sejauh Mata Memandang, Tommy Ambiyo Tedji yang dikenal dengan brand aksesori Byo dan duo desainer Sean & Sheila. Masing-masing menampilkan 15 rancangan terbaru yang tak kalah memukau ditampilkan di puncak acara hajatan fashion terbesar se-Asia Tenggara itu.



'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Sejauh Mata Memandang membuka peragaan dengan koleksi batik yang, lagi-lagi, hadir dalam motif-motif baru nan unik. Terinspirasi dari cerita rakyat Timun Mas, Chitra Subyakto menampilkan motif batik dengan bentuk menyerupai biji ketimun hingga butiran garam.

"Setiap tahunnya Sejauh memang membuat motif khusus baru. Kali ini terinspirasi dari Timun Mas yaitu cerita anak yang berusaha lari dari Buto Ijo. Di cerita itu dia kan bawa empat jenis benda. Biji ketimun, cabai, garam dan terasi. Jadi motifnya terinspirasi dari situ," tutur Chitra.

Dongeng Timun Mas yang berasal dari Jawa Tengah juga mengilhami siluet busana 15 rancangannya. Busana hadir dalam siluet kebaya yang dipadu kain, ada pula bentuk bolero dan outerwear dalam warna-warna atraktif seperti kuning, hitam, merah dan biru. Sentuhan daerah Sumatra juga dihadirkan dalam siluet baju bodo. Semua material merupakan kain batik yang dilakukan dengan pengerjaan tangan. Baik tulis maupun cap.

'Wajah' Spektakuler Rinaldy A. Yunardi Tutup Jakarta Fashion Week 2019Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Peragaan dilanjutkan dengan koleksi dari Byo. Brand besutan Tommy Ambiyo Tedjo ini hadir dengan teknik baru dalam penciptaan aksesori, khususnya tas. Karyanya kali ini kental nuansa futuristik dan sci-fi. Dengan penekanan pada gaya athleisure yang cenderung sporty. Tapi siapa sangka kalau inspirasinya justru datang dari songket khas Sumatera.

"Ini sebuah eksplorasi terbaru. Saya kan keturunan Palembang jadi kali ini saya angkat inspirasi dari situ. Mengadaptasi teknik penyambungan kain songket tapi ditampilkan dengan konsep science fiction," ujar Tommy.

Ksatria selanjutnya adalah duo desainer Sean Loh dan Sheila Agatha, yang karyanya sudah cukup sering tampil di kancah internasional. Rancangannya terinspirasi dari isu lingkungan, yakni konsumerisme dan polusi. Adapun sosok istimewa yang mengilhami mereka, fotografer Chris Jordan yang kerap mengedepankan isu lingkungan dalam karya-karya fotonya.

Dewi Fashion Knights tahun ini mengusung tema Heroes yang diinterpretasikan secara berbeda oleh masing-masing desainer terpilih di atas. Bagi Yungyung, sosok pahlawan adalah seorang dengan berbagai profesinya. Chitra pun mendedikasikan karyanya untuk wanita, di mana wanita bisa menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri, seperti hal nya Timun Mas yang berusaha lari dari kejaran Buto Ijo. Tommy pun mengambil sosok pahlawan dari seorang wanita, yakni sang ibu. Sementara Sean Sheila memberi tribut pada Chris Jordan sebagai pahlawan lingkungan.

"Tema ini dipilih sebagai reaksi kami terhadap kebanyakan berita buruk yang terjadi di sekitar. Kita butuh pahlawan yang bisa membuat hidup lebih bahagia lagi," ucap Margie Untoro, editor in chief Dewi Magazine.



Tonton juga video 'Ngobrol Asyik di JFW X Japan Fashion Week':

[Gambas:Video 20detik]


(hst/ami)