Ivan Gunawan Angkat Bicara Soal Kontroversi Batik Miss Grand Malaysia
Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 17 Okt 2018 14:32 WIB
Jakarta
-
Kontroversi busana batik parang yang membungkus tubuh finalis Miss Grand International 2018 dari Malaysia mengundang perhatian banyak khalayak. Tanpa terkecuali Ivan Gunawan yang justru memandang penampilan sang kontestan itu membantu batik semakin mendunia.
Presenter yang juga desainer itu angkat bicara soal kontroversi tersebut lewat sebuah unggahan di Instastory, Selasa (16/10/2018). "Teman-temanku di Indonesia, harusnya kita bangga kalau kain tradisional kita dipakai oleh negara lain... Jadi budaya kita lebih terkenal," tulis Ivan.
Baca Juga: Miss Grand Malaysia Ulang Kontroversi 2017, Dulu Kuda Lumping Kini Batik
Ia lalu menyebut ketenaran kain sari dari India sebagai contoh. Menurut Ivan, orang India tak mempermasalahkan kain tradisional mereka dipakai oleh orang dari negara lain. Malah, kain tersebut semakin mendunia. "Jadi hayuk dong, open mind kalian... pandangan musti luas," tambah Ivan.
Kontroversi bermula ketika Debra Jeanne Poh, kontestan Miss Grand International 2018 dari Malaysia, mengunggah foto di Instagram yang menampilkan dirinya berpose dalam balutan cropped-top bermotif batik parang. Atasan berlengan lonceng itu merupakan koleksi Dona Plant Base, label batik yang berbasis di Malaysia.
Namun, masalah timbul saat senior Debra, Sanjeda John, pemenang Miss Grand Malaysia 2017, melontarkan pernyataan di Instastory-nya dengan mengklaim bahwa batik tersebut berasal dari Malaysia. Tampaknya Sanjeda geram dengan nyinyiran netizen yang menyudutkan Debra karena memakai batik. "Gosh batik Malaysian pun mau clim hak milik.. My God please forgive their stupidity," tulis dia di Instastory akhir pekan lalu.
Baca Juga: Pose 'Mirip' Alay, Ivan Gunawan Bergaya dengan Tas Seharga Mobil
Batik Parang merupakan motif dasar paling tua dan sangat sakral dari Jawa. Dikutip dari 'Kamus Mode Indonesia' terbitan Gramedia Pustaka Utama (2011), corak ini merupakan corak larangan yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga raja di keraton Solo dan Yogyakarta. Di luar keraton tersebut, tidak diterapkan larangan apapun.
Motif batik parang berupa pengulangan garis diagonal sejajar yang berpotongan dengan garis lain sehingga menimbulkan stilir yang menyerupai pisau (parang) atau keris. Varian motifnya cukup banyak. Di Jawa Tengah misalnya, terdapat Parang Rusak, Parang Barong. Lalu ada Parang Merak di Tasikmalaya dan Parang Dermayon di Indramayu.
Dulu, Parang Barong hanya boleh digunakan oleh raja pada acara-acara tertentu saja. Barong, berarti singa dan mencerminkan sesuatu yang agung serta besar, seperti raja.
Menyusul kontroversi tersebut, Sanjeda akhirnya memberi klarifikasi lewat Instastory baru-baru ini. "Pertama-taman saya mau bilang, saya tidak pernah bilang batik yang dipakai Debra saat itu dari Malaysia. Saya juga tidak menyebut batik hanya milik Malaysia," jelas Sanjeda mengklarifikasi pernyataannya. Ia juga meminta maaf karena menggunakan kata 'stupidity' atau kebodohan untuk mengkritik orang-orang yang ingin mengklaim 'batik dari Malaysia'.
"Daripada kamu ribut-ribut siang-malam, lebih baik kamu menggunakan energi tersebut untuk mendoakan mereka yang sedang tertimpa musibah," ujarnya.
Tonton juga 'Waduh! Miss Malaysia Kenakan Kuda Lumping':
(dng/dng)
Presenter yang juga desainer itu angkat bicara soal kontroversi tersebut lewat sebuah unggahan di Instastory, Selasa (16/10/2018). "Teman-temanku di Indonesia, harusnya kita bangga kalau kain tradisional kita dipakai oleh negara lain... Jadi budaya kita lebih terkenal," tulis Ivan.
Baca Juga: Miss Grand Malaysia Ulang Kontroversi 2017, Dulu Kuda Lumping Kini Batik
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia lalu menyebut ketenaran kain sari dari India sebagai contoh. Menurut Ivan, orang India tak mempermasalahkan kain tradisional mereka dipakai oleh orang dari negara lain. Malah, kain tersebut semakin mendunia. "Jadi hayuk dong, open mind kalian... pandangan musti luas," tambah Ivan.
Kontroversi bermula ketika Debra Jeanne Poh, kontestan Miss Grand International 2018 dari Malaysia, mengunggah foto di Instagram yang menampilkan dirinya berpose dalam balutan cropped-top bermotif batik parang. Atasan berlengan lonceng itu merupakan koleksi Dona Plant Base, label batik yang berbasis di Malaysia.
Namun, masalah timbul saat senior Debra, Sanjeda John, pemenang Miss Grand Malaysia 2017, melontarkan pernyataan di Instastory-nya dengan mengklaim bahwa batik tersebut berasal dari Malaysia. Tampaknya Sanjeda geram dengan nyinyiran netizen yang menyudutkan Debra karena memakai batik. "Gosh batik Malaysian pun mau clim hak milik.. My God please forgive their stupidity," tulis dia di Instastory akhir pekan lalu.
Baca Juga: Pose 'Mirip' Alay, Ivan Gunawan Bergaya dengan Tas Seharga Mobil
Batik Parang merupakan motif dasar paling tua dan sangat sakral dari Jawa. Dikutip dari 'Kamus Mode Indonesia' terbitan Gramedia Pustaka Utama (2011), corak ini merupakan corak larangan yang hanya boleh dikenakan oleh keluarga raja di keraton Solo dan Yogyakarta. Di luar keraton tersebut, tidak diterapkan larangan apapun.
Motif batik parang berupa pengulangan garis diagonal sejajar yang berpotongan dengan garis lain sehingga menimbulkan stilir yang menyerupai pisau (parang) atau keris. Varian motifnya cukup banyak. Di Jawa Tengah misalnya, terdapat Parang Rusak, Parang Barong. Lalu ada Parang Merak di Tasikmalaya dan Parang Dermayon di Indramayu.
Dulu, Parang Barong hanya boleh digunakan oleh raja pada acara-acara tertentu saja. Barong, berarti singa dan mencerminkan sesuatu yang agung serta besar, seperti raja.
Menyusul kontroversi tersebut, Sanjeda akhirnya memberi klarifikasi lewat Instastory baru-baru ini. "Pertama-taman saya mau bilang, saya tidak pernah bilang batik yang dipakai Debra saat itu dari Malaysia. Saya juga tidak menyebut batik hanya milik Malaysia," jelas Sanjeda mengklarifikasi pernyataannya. Ia juga meminta maaf karena menggunakan kata 'stupidity' atau kebodohan untuk mengkritik orang-orang yang ingin mengklaim 'batik dari Malaysia'.
"Daripada kamu ribut-ribut siang-malam, lebih baik kamu menggunakan energi tersebut untuk mendoakan mereka yang sedang tertimpa musibah," ujarnya.
Tonton juga 'Waduh! Miss Malaysia Kenakan Kuda Lumping':
(dng/dng)
Health & Beauty
Mykonos Hawaiian Crush Extrait de Parfum, Parfum Wangi Tropis yang Bikin Mood Naik!
Elektronik & Gadget
Airbot X40 Master, Robot Vacuum Super Pintar untuk Rumah Bersih Tanpa Ribet!
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
Gaya Berani Sydney Sweeney di Pemotretan Terbaru, Tubuh Emas Tanpa Busana
2
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
3
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
4
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
5
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
MOST COMMENTED











































