14 Brand Siap Pasarkan Baju hingga Kaus Kaki Buatan Indonesia di Singapura

Alissa Safiera - wolipop Kamis, 26 Jul 2018 09:00 WIB
Foto: Alissa Safiera/Wolipop Foto: Alissa Safiera/Wolipop

Jakarta - Sebanyak 14 desainer dan brand lokal siap memasarkan karyanya ke negara tetangga, Singapura. Para desainer akan menjual produk buatan Tanah Air di salah satu tempat perbelanjaan populer di Singapura, Paragon Mall.

Keberangkatan para desainer dan brand lokal itu menjadi bagian dari program bernama Rising. Program ini merupakan gagasan dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

"Rising sebenarnya singkatan dari RI (Republik Indonesia) dan Singapura. Ini bagian dari perayaan hubungan diplomasi Indonesia dan Singapura yang sudah berjalan 50 tahun, salah satu cara membangun hubungan diplomatik ini adalah lewat fashion," tutur Joshua Puji Mulia Simanjuntak, deputi pemasaran Bekraf kepada media di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/7/2018).

Foto: Alissa Safiera/Wolipop

Program Rising sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu. Pada 2017, desainer muda Singapura yang memasarkan produk fashionnya di Indonesia, tepatnya di Galeries Lafayette, Jakarta. Di tahun ini, giliran desainer lokal yang menjajal pasar Singapura.

Adapun 14 brand fashion lokal itu adalah Purana, Saul, Nataoka, Hunting Fields, Masion Met, Pattent Goods, Oaksva Jewellery, Woodka, Bermock, Danjyo Hyoji, Alexalexa, D. Tale, Jeffry Tan dan Diniira. Mereka dipilih lewat proses kurasi dari 92 brand lokal yang mendaftar.

"Kurasinya melewati dua tahap penyaringan. Secara administrasi mereka sudah siap dengan badan hukum. Mereka memiliki originalitas, kualitas sangat bagus dan layak kita display di luar," imbuh Hanafi Ahmad, tim kurator Rising di acara yang sama.
Foto: Alissa Safiera/Wolipop

Hanafi menambahkan, produk yang diseleksi tak melulu berbau Indonesia.

"Tapi wajib dibuat di Indonesia. Mereka sudah tahu apa yang diinginkan pasar," tandasnya.

Produk fashion yang ditawarkan nanti beragam. Mulai dari baju ready to wear, jam tangan, aksesori seperti kalung dan anting, kaus kaki, hingga gaun pengantin.

"Bekraf sebagai pintu untuk membawa brand fashion lokal masuk pasar global. Kami harap para desainer tak hanya pameran, pulang, that's it. Tapi mereka bisa membina relasi dengan retailer, pebisnis, bahkan investor. Kita ingin brand-brand ini permanen, mereka bisa bertemu mitra bisnis dan membuka butik sendiri di sana," pungkas Joshua.



Tonton juga video: 'Rancangan Batik 3 Desainer Indonesia Disambut Meriah Warga Paris'


(als/hst)