Rilis Baju Tie Dye, Zara Dikecam Finalis Miss Universe
Alisa Kintan - wolipop
Jumat, 30 Mar 2018 21:05 WIB
Jakarta
-
Zara dituduh mencuri ide busana tradisional asal Somalia, bernama Baati. Busana yang dianggap mencontek itu adalah koleksi maxi dress dengan teknik tie dye atau warna-warni.
Seperti dikutip dari Allure, adalah finalis Miss Universe Muna Jama yang menyerang Zara melalui media sosial. Finalis kontes kecantikan yang sempat menjadi pemberitaan karena seorang muslim dan menolak memakai bikini itu menuduh Zara tidak menghargai budaya orang Somalia dengan mencontek baju tradisional mereka yang dinamai Baati.
"Zara mengkapitalisasi baju tradisional Somali kami, baati. Tapi kenapa tidak memberikan pengakuan pada kami? Tolong hargai kami @Zara," demikian Muna menulis di Twitter.
Baca Juga: Kontroversi Iklan Zara yang Memicu Kekesalan Netizen
Lebih lanjutMuna menulis diInstagram soal kritikannya padaZara.
Baca Juga: Zara Rilis Rok Seharga Rp 1,3 Jutaan yang Mirip Sarung Bapak-bapak
"It's not a mistake to make a mistake @zara all you had to do is give credit where credit is due," tegasnya. Dia berharap brand asal Spanyol itu tidak melakukan kesalahan terus-menerus. Cukup dengan mengakui bahwa dress tie dye yang mereka jual terinspirasi busana tradisional orang Somalia.
Bukan kali ini saja Zara membuat kontroversi. Pada Februari 2018, Zara membuat rok yang terlihat mirip dengan pakaian bawahan laki-laki Asia bernama Lungi dan dijual dengan harga 70 euro atau Rp 1,3 juta. Brand high street tersebut lagi-lagi tidak memberikan kredit terhadap desain tersebut. Rok itu menurut netizen juga mirip dengan apa yang dinamai 'pelikat' di Malaysia, sedangkan di Indonesia dikenal dengan sebutan 'sarung'.
(eny/eny)
Seperti dikutip dari Allure, adalah finalis Miss Universe Muna Jama yang menyerang Zara melalui media sosial. Finalis kontes kecantikan yang sempat menjadi pemberitaan karena seorang muslim dan menolak memakai bikini itu menuduh Zara tidak menghargai budaya orang Somalia dengan mencontek baju tradisional mereka yang dinamai Baati.
"Zara mengkapitalisasi baju tradisional Somali kami, baati. Tapi kenapa tidak memberikan pengakuan pada kami? Tolong hargai kami @Zara," demikian Muna menulis di Twitter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dress tie dye Zara. Foto: Dok. Zara |
Lebih lanjutMuna menulis diInstagram soal kritikannya padaZara.
Dia mengunggah lagi cuitannya di Twitter yang juga menampilkan foto baju Zara yang dianggapnya mencontek busana tradisional Somalia.
Baca Juga: Zara Rilis Rok Seharga Rp 1,3 Jutaan yang Mirip Sarung Bapak-bapak
"It's not a mistake to make a mistake @zara all you had to do is give credit where credit is due," tegasnya. Dia berharap brand asal Spanyol itu tidak melakukan kesalahan terus-menerus. Cukup dengan mengakui bahwa dress tie dye yang mereka jual terinspirasi busana tradisional orang Somalia.
Bukan kali ini saja Zara membuat kontroversi. Pada Februari 2018, Zara membuat rok yang terlihat mirip dengan pakaian bawahan laki-laki Asia bernama Lungi dan dijual dengan harga 70 euro atau Rp 1,3 juta. Brand high street tersebut lagi-lagi tidak memberikan kredit terhadap desain tersebut. Rok itu menurut netizen juga mirip dengan apa yang dinamai 'pelikat' di Malaysia, sedangkan di Indonesia dikenal dengan sebutan 'sarung'.
(eny/eny)












































Dress tie dye Zara. Foto: Dok. Zara