Hamil Anak Ketiga, Natalie Portman Jadi Lebih Sensitif dengan Bau
Natalie Portman membagikan pengalaman unik yang dialaminya selama menjalani kehamilan anak ketiga. Aktris 45 tahun ini mengaku indra penciumannya menjadi jauh lebih sensitif.
Dalam wawancara dengan majalah Elle, Natalie menceritakan perubahan fisik yang ia rasakan saat menantikan anak pertamanya bersama pasangannya, Tanguy Destable. Sebelumnya, ia telah memiliki dua anak, Aleph (14) dan Amalia (9), dari pernikahan terdahulu dengan Benjamin Millepied.
Bintang film 'Black Swan' ini mengatakan bahwa setiap kali hamil, indra penciumannya selalu menjadi lebih tajam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kali saya hamil, aroma menjadi jauh lebih tajam bagi saya, entah itu menjadi hal yang baik atau buruk," ujarnya, seperti dikutip dari Female First.
Pada suatu momen, dia dan teman-temannya pernah terselamatkan dari bahaya, berkat penciumannya yang sensitif. Natalie menyadari ada bau gas bocor saat makan malam bersama seorang teman.
"Beberapa malam lalu saya sedang berada di restoran bersama seorang teman, lalu saya berkata, 'Ada bau gas. Ada sesuatu yang tidak beres.'"
Natalie Portman hamil anak ketiga. Foto: dok Instagram natalieportman |
Menurutnya, kepekaan tersebut mungkin merupakan mekanisme alami tubuh untuk mendeteksi bahaya.
"Indra penciuman saya menjadi jauh lebih kuat. Mungkin ini cara tubuh memperingatkan adanya bahaya, karena saya jadi sangat peka terhadap bau gas dan asap," tuturnya.
Selain membahas perubahan selama kehamilan, Natalie juga membandingkan pengalaman menjalani pemeriksaan kehamilan di Prancis dan Amerika Serikat. Dia menilai kualitas dokter di kedua negara sama-sama sangat baik, tapi pendekatan sistem kesehatannya berbeda.
"Dalam banyak hal sebenarnya sama. Menurut saya dokter-dokternya luar biasa di kedua tempat, tetapi mereka memiliki acuan kehamilan yang berbeda dan beberapa tes yang disarankan juga tidak sama."
Natalie menjelaskan bahwa perbedaan terbesar terletak pada sistem layanan kesehatan.
"Perbedaan terbesar bagi saya adalah sistem kesehatan yang disubsidi negara dibandingkan yang tidak. Di negara dengan sistem kesehatan publik, mereka berusaha memberikan yang terbaik bagi sebanyak mungkin orang, tanpa membuat pasien harus membayar layanan tambahan."
Sementara itu, menurut Natalie, sistem kesehatan di Amerika Serikat cenderung menawarkan berbagai layanan tambahan kepada pasien.
"Sedangkan di Amerika Serikat, mereka akan berkata, 'Kalau Anda menginginkan ini, kami juga bisa menambahkan pemeriksaan ini.' Anda bisa melihat bahwa sistem itu juga merupakan sebuah bisnis," pungkasnya.
(hst/hst)










































