Kiprah Desainer Kontroversial John Galliano Jadi Tema Pameran MET Gala 2027
Sulit untuk membantah kejeniusan John Galliano sebagai seorang desainer mode terlepas dari kontroversi pernyataan antisemitisme yang pernah membayangi kariernya. Maka tak heran bila karya desainer asal Inggris ini akan dirayakan di pameran MET Gala 2027 mendatang.
Costume Institute, departemen yang khusus mengkurasi koleksi mode bersejarah di Metropolitan Museum of Art (MET), New York City, mengumumkan pada Jumat (31/7/2026), bahwa pameran tahunan berikutnya bertajuk 'John Galliano: Horizons'. Eksibisi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 Mei 2027 hingga 9 Januari 2028 dan akan dibuka dengan perhelatan MET Gala sesuai tradisinya.
Dengan demikian, John Galliano bakal menjadi desainer ketiga di dunia yang mendapat kehormatan untuk dirayakan dalam sebuah pameran tunggal di The MET ketika masih hidup. Ia menyusul Yves Saint Laurent (1983) dan Rei Kawakubo (2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap koleksi Galliano bermula sebagai sebuah perjalanan dari banyak hal yang dipisahkan oleh waktu, tempat, atau medium seperti potret dan postur, siluet dan cerita, memori dan material," ungkap Andrew Bolton, kepala kurator Costume Institute, dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Associated Press.
Nantinya, pameran retrospektif ini dibagi ke dalam tiga area dengan tema yang berbeda, 'Bearings', 'Horizons', dan 'Atlas of Transformation'.
Di bagian pertama, perjalanan karier John Galliano yang sempat diwarnai kontroversi akan diangkat. Pada 2011, ia dipecat oleh LVMH sebagai direktur kreatif Christian Dior setelah 15 tahun mengabdi akibat ujaran kebencian yang dilontarkannya terhadap orang Yahudi.
Zendaya dalam balutan gaun Margiela karya John Galliano saat menghadiri MET Gala 2024. (Foto: Evan Agostini/Invision/AP) |
Menurut Andrew, penting bagi pengunjung untuk melihat berbagai sisi kehidupan John Galliano agar dapat memahami kreasinya.
"Oleh karena itu, pameran ini juga akan membahas bagaimana Galliano telah memeta-ulang dunia lewat fashion sekaligus bagaimana tindakannya, dengan konsekuensinya, mengubah nilai budaya yang telah membentuk ulang pemahaman kita tentang karyanya," jelas Andrew.
Perjalanan hidup sang desainer sudah diangkat ke dalam sebuah film dokumenter berjudul 'High & Low: John Galliano' yang dirilis pada 2024.
Di film tersebut, John Galliano kembali mengaku menyesal atas kelakuannya yang menuai kecaman dari komunitas Yahudi. Ia mengaku, tak berharap dimaafkan atas kesalahan tersebut.
"Itu kesalahan paling menjijikkan yang pernah kulakukan. Sungguh mengerikan," tuturnya.
Kontroversi tersebut bermula setelah ia terekam dalam sebuah video mengatakan 'I love Hitler' dalam keadaan mabuk. "Orang-orang seperti kalian akan mati. Ibumu, ayahmu, akan mati semua karena gas beracun," ucapnya kala itu kepada sepasang pria-wanita di sebuah bar di Paris, Prancis.
Perbuatan John Galliano telah diproses secara hukum. Ia juga diwajibkan mengikuti program rehabilitasi bagi pecandu alkohol serta belajar tentang agama Yahudi (Yudaisme), antisemitisme, dan Holocaust bersama rabi di London dan New York.
Anna Wintour dan John Galliano di peragaan Dior pada Januari lalu. (Foto: Swan Gallet/WWD via Getty Images) |
New York Times mengabarkan, pameran ini juga sudah mendapatkan restu dari perkumpulan rabi di New York City. Dilaporkan bahwa mereka sempat bertemu dengan John Galliano, pihak museum, serta Anna Wintour, sosok di balik penyelenggara MET Gala sekaligus pendukung terbesar Galliano, pada Mei lalu.
Rick Jacobs, salah satu rabi yang mengikuti pertemuan tersebut, mengaku memang sempat ada penolakan. Komunitas Yahudi skeptis dengan rencana Costume Institute untuk merayakan sosok John Galliano.
Namun, semuanya berubah menjadi optimisme. "Dia sangat terbuka, dan dia berbicara langsung dari mata ke mata dengan jelas, tidak seperti orang yang sedang menghafal poin pembicaraan," kata Rick yang mengapresiasi ketulusan John Galliano.
Karier John Galliano telah membentang sejak 1980-an setelah lulus dari sekolah mode Central Saint Martins. Menyusul koleksi kelulusannya mendapat ulasan positif, pria kelahiran 1960 itu memberanikan diri untuk membangun label sendiri.
Singkat cerita, bakat dan keterampilannya ternyata terdengar sampai ke telinga Bernard Arnault yang kemudian merekrutnya sebagai kepala desainer Givenchy, termuda dalam sejarah rumah mode Prancis itu. Semakin dikenal, John Galliano lantas dipindahkan ke Dior untuk menangani busana siap pakai wanita hingga haute couture.
Sempat vakum setelah dipecat Dior, John Galliano bergabung dengan Maison Margiela sebagai direktur kreatif. Seperti ketika Dior berada di bawah arahan kreatifnya, Margiela sukses bertransformasi sebagai salah satu label yang disegani.
Setelah 10 tahun bersama, John Galliano berpisah dari Margiela pada 2024. Tahun ini menandai kembalinya peraih empat penghargaan British Fashion Designer of the Year tersebut lewat koleksi kolaborasi bersama Zara yang diluncurkan pada September mendatang.
(dtg/dtg)














































