25 Tahun Berkaya, Sebastian Gunawan Kembalikan Lagi Tren Lengan Bervolume
Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 11 Okt 2017 09:54 WIB
Jakarta
-
Tanpa terasa 25 tahun sudah desainer Sebastian Gunawan berkarya di ranah fashion Tanah Air. Untuk merayakan perjalanan itu, Seba, begitu sapaan akrabnya, menyuguhkan tawaran baru di koleksi teranyar tanpa meninggalkan identitas gayanya yang romantis dan glamor.
Tawaran baru tersebut tersaji di peragaan tunggal Seba bertajuk 'Whisper/Roar' yang digelar di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017) malam.
'Whisper/Roar' mengandung filosofi 'dari bisik-bisik', semakin nyaring, dan berubah menjadi sebuah 'gemuruh' seiring perjalanan Seba berkarya. Dari seseorang yang bukan siapa-siapa, kini menjadi desainer papan atas Tanah Air.
Perjalanan panjang yang penuh tantangan kian mematangkan otak kreativitas Seba. Meski sudah lebih dari dua dekade berkarya, Seba yang dalam proses kreatifnya juga dibantu oleh sang istri, Cristina Panarese, tak pernah takut untuk mengeksplorasi hal-hal baru agar karyanya tetap relevan dengan kekinian.
Untuk 'Wishper/Roar', Seba menggali lebih dalam kekayaan romantisme gaya berbusana era 40an, 50an, dan 60an yang kerap menjadi inspirasi utama Seba dan Cristina. Namun kali ini mereka mengemasnya dengan sesuatu yang lebih berbeda dan artistik.
Masih dengan siluet busana yang cenderung boxy atau mengotak, konstruktif, koleksi baru Seba dan Cristina yang terdiri dari 82 look itu hadir dengan lengan bervolume yang dominan.
Seba mengembalikan tren lengan bergelembung yang sempat jaya di era Victorian dan 60an yang diperkaya dengan detail pita yang dilipat, ditekuk, dijahit tindas, di sekujur busana.
"Bentuk siluet lengan bergelembung sudah lama ditinggalkan. But we can bring fashion back, but in different silhouette and style," ujar Seba usai peragaan.
Di samping siluet busana, rasa baru turut dihadirkan Seba dan Cristina lewat material-material yang lebih bold dan artistik sehingga menjadi kekuatan tersendiri untuk koleksi ini. Salah satunya material yang terbuat dari tumpukan-tumpukan kain berbentuk lipit dan tekuk pita sebagai halnya seni melipat kertas.
Keduanya mengeksplorasi teknik pita yang dilipat, dibentuk seperti segitiga, lalu disusun bertumpuk hingga membentuk motif timbul tiga dimensi. Terdapat pula pita yang dijalin selayaknya anyaman keranjang bambu berukuran besar dengan hasil akhir yang memberi kesan indah.
Pita-pita tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk gradasi warna dan motif yang diinginkan. "Butuh craftsmanship dan ketelitian tinggi agar hasil akhirnya terlihat indah," ujar Seba.
Begitu telitinya, butuh waktu tiga bulan untuk membuat satu gaun saja. Di tangan Seba dan Cristina, material tersebut menjelma dalam beragam potongan gaun, mulai dari A-line, duyung, hour-glass, dan flare.
Terselip pula di tengah koleksi pilihan jumpsuit yang dipadu dengan outer-outer yang bermandikan detail manik, kristal dan sulam nan menawan. (dtg/kik)
Tawaran baru tersebut tersaji di peragaan tunggal Seba bertajuk 'Whisper/Roar' yang digelar di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017) malam.
Foto: dok. Tim Muara Bagja |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perjalanan panjang yang penuh tantangan kian mematangkan otak kreativitas Seba. Meski sudah lebih dari dua dekade berkarya, Seba yang dalam proses kreatifnya juga dibantu oleh sang istri, Cristina Panarese, tak pernah takut untuk mengeksplorasi hal-hal baru agar karyanya tetap relevan dengan kekinian.
Foto: dok. Tim Muara Bagja |
Untuk 'Wishper/Roar', Seba menggali lebih dalam kekayaan romantisme gaya berbusana era 40an, 50an, dan 60an yang kerap menjadi inspirasi utama Seba dan Cristina. Namun kali ini mereka mengemasnya dengan sesuatu yang lebih berbeda dan artistik.
Masih dengan siluet busana yang cenderung boxy atau mengotak, konstruktif, koleksi baru Seba dan Cristina yang terdiri dari 82 look itu hadir dengan lengan bervolume yang dominan.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Seba mengembalikan tren lengan bergelembung yang sempat jaya di era Victorian dan 60an yang diperkaya dengan detail pita yang dilipat, ditekuk, dijahit tindas, di sekujur busana.
"Bentuk siluet lengan bergelembung sudah lama ditinggalkan. But we can bring fashion back, but in different silhouette and style," ujar Seba usai peragaan.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Di samping siluet busana, rasa baru turut dihadirkan Seba dan Cristina lewat material-material yang lebih bold dan artistik sehingga menjadi kekuatan tersendiri untuk koleksi ini. Salah satunya material yang terbuat dari tumpukan-tumpukan kain berbentuk lipit dan tekuk pita sebagai halnya seni melipat kertas.
Foto: dok. Tim Muara Bagja |
Keduanya mengeksplorasi teknik pita yang dilipat, dibentuk seperti segitiga, lalu disusun bertumpuk hingga membentuk motif timbul tiga dimensi. Terdapat pula pita yang dijalin selayaknya anyaman keranjang bambu berukuran besar dengan hasil akhir yang memberi kesan indah.
Pita-pita tersebut disusun sedemikian rupa sehingga membentuk gradasi warna dan motif yang diinginkan. "Butuh craftsmanship dan ketelitian tinggi agar hasil akhirnya terlihat indah," ujar Seba.
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop |
Begitu telitinya, butuh waktu tiga bulan untuk membuat satu gaun saja. Di tangan Seba dan Cristina, material tersebut menjelma dalam beragam potongan gaun, mulai dari A-line, duyung, hour-glass, dan flare.
Terselip pula di tengah koleksi pilihan jumpsuit yang dipadu dengan outer-outer yang bermandikan detail manik, kristal dan sulam nan menawan. (dtg/kik)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
Most Popular
1
Gaya Ranty Maria di Pas Foto Nikah, Tampil Natural Nyaris Tanpa Makeup
2
Influencer China Jadi Gelandangan di Kamboja, Terjebak Janji Manis Pacar
3
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
4
Cara Menghilangkan Jerawat: Lakukan 3 Resolusi Kecantikan Ini di 2026
5
8 Pemotretan Terbaru Audi Marissa Bareng Putranya, Anthony Xie Tak Ikut
MOST COMMENTED












































Foto: dok. Tim Muara Bagja
Foto: dok. Tim Muara Bagja
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop
Foto: dok. Tim Muara Bagja
Foto: Mohammad Abduh/Wolipop