Brand Ini Dikecam karena Rilis Tas Bertema Terorisme
Rista Adityaputry - wolipop
Kamis, 13 Apr 2017 07:45 WIB
Jakarta
-
Tote bag atau pakaian dengan statement unik biasanya mampu menarik banyak atensi orang untuk membeli. Saat ini pun bermunculan pula pernyataan-pernyataan politik yang disalurkan lewat pakaian, seperti yang dilakukan pada peragaan busana New York Fashion Week di awal tahun ini. Banyak desainer yang mendesain pakaian dengan pernyataan politik yang menarik perhatian pula.
Isu-isu yang terjadi di dunia memang bisa diangkat dalam dunia fashion. Selain bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, tindakan tersebut memiliki makna yang penting bagi desainer sendiri tanpa harus mengurangi esensi fashion yang dimilikinya. Namun, sepertinya cara tersebut menjadi langkah salah yang dilakukan salah satu brand ini.
Adalah Romwe, brand asal China, yang merilis tote bag kanvas dengan tulisan yang cukup kontroversial. "This bag contains a gun, a bomb, a very large knife, and loads of drugs" atau diartikan sebagai "tas ini berisi pistol, bom, pisau besar, dan banyak narkoba".
Tote bag ini mungkin ditujukan untuk mengritik proses screening di tempat umum maupun bandara yang sering 'meloloskan' pelaku teroris dunia. Sayangnya, tidak ada unsur humor yang bisa ditangkap dari pernyataan ini.
Meski sudah ada yang menjadikan feminisme atau isu lain sebagai fashion statement, mungkin isu terorisme bukanlah hal yang bagus untuk dimasukkan sebagai fashion statement, bahkan untuk pernyataan satir sekalipun.
Seseorang memang memiliki kebebasan berpendapat dan kebebasan untuk memakai pakaian apapun, namun sebagian besar menganggap ini sebagai sesuatu yang ofensif daripada sesuatu yang lucu.
Beberapa media, seperti Teen Vogue, Refinery29, hingga Metro banyak memberitakan mengenai produk Romwe ini. Setelah menjadi viral, tote bag yang hanya tersedia dalam satu warna ini mengalami penurunan harga. Dari seharga US$ 22.99 atau sekitar Rp 300 ribuan menjadi US$ 9.99 atau sekitar Rp 130 ribuan. (hst/hst)
Isu-isu yang terjadi di dunia memang bisa diangkat dalam dunia fashion. Selain bisa meningkatkan kesadaran masyarakat, tindakan tersebut memiliki makna yang penting bagi desainer sendiri tanpa harus mengurangi esensi fashion yang dimilikinya. Namun, sepertinya cara tersebut menjadi langkah salah yang dilakukan salah satu brand ini.
Adalah Romwe, brand asal China, yang merilis tote bag kanvas dengan tulisan yang cukup kontroversial. "This bag contains a gun, a bomb, a very large knife, and loads of drugs" atau diartikan sebagai "tas ini berisi pistol, bom, pisau besar, dan banyak narkoba".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski sudah ada yang menjadikan feminisme atau isu lain sebagai fashion statement, mungkin isu terorisme bukanlah hal yang bagus untuk dimasukkan sebagai fashion statement, bahkan untuk pernyataan satir sekalipun.
Seseorang memang memiliki kebebasan berpendapat dan kebebasan untuk memakai pakaian apapun, namun sebagian besar menganggap ini sebagai sesuatu yang ofensif daripada sesuatu yang lucu.
Beberapa media, seperti Teen Vogue, Refinery29, hingga Metro banyak memberitakan mengenai produk Romwe ini. Setelah menjadi viral, tote bag yang hanya tersedia dalam satu warna ini mengalami penurunan harga. Dari seharga US$ 22.99 atau sekitar Rp 300 ribuan menjadi US$ 9.99 atau sekitar Rp 130 ribuan. (hst/hst)











































