3 Tips Membeli Tas Branded Bekas
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 23 Mar 2017 17:38 WIB
Jakarta
-
Meski bukan baru, tas branded bekas atau preloved masih memiliki peminat. Apakah Anda salah satunya?
Membeli produk preloved tentu bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin tampil gaya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan Anda juga bisa menjadikan tas tersebut sebagai instrumen investasi.
Oleh karena itu, pastikan tas pilihan Anda dalam kondisi baik dan benar-benar orisinal. Nah, ingin membeli tas branded bekas?
Sebelum itu, simak dulu tips dari Mega Anjasmoro, eCommerce & Marketing Manager Banananina, reseller tas bermerek baru dan bekas.
1. Pilih Seller yang Berkompeten
"Cari seller yang memberlakukan sistem quality control," kata Mega di acara peluncuran Preloved by Banananina di Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017). Menurut Mega, quality control sangat krusial bagi reseller, baik itu online maupun offline. "Quality control penting untuk menjamin keaslian barang," ujar dia.
2. Jeli Melihat Kondisi Tas
Jika Anda membeli tas secara langsung, lihat dengan seksama barang tersebut. Apakah ada cacat, seperti goresan atau warna yang pudar. "Biasanya ada di tempat tersembunyi, seperti di sela-sela jahitan, atau bagian yang sering bergesekan dengan tangan dan baju," ungkap Mega.
Untuk pembelian secara online, manfaatkan fitur zoom-in/zoom-out untuk melihat fisik tas lebih dekat. Jika memang fitur tersebut tersedia (bila tidak ada, sebaiknya berpikir dua kali untuk membeli di situs tersebut).
3. Kenali Tren
Jika tujuan utama Anda berinvestasi, sebaiknya beli tas yang sesuai dengan selera pasar, baik itu dari segi model ataupun merek. Mega mengamati, terdapat tiga merek tas terfavorit di Indonesia yaitu Louis Vuitton, Hermes, dan Chanel. "Orang Indonesia juga suka model yang classy dan warnanya juga tidak terlalu ngejreng," terang Mega.
(dtg/dtg)
Membeli produk preloved tentu bisa menjadi alternatif bagi Anda yang ingin tampil gaya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Bahkan Anda juga bisa menjadikan tas tersebut sebagai instrumen investasi.
Oleh karena itu, pastikan tas pilihan Anda dalam kondisi baik dan benar-benar orisinal. Nah, ingin membeli tas branded bekas?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pilih Seller yang Berkompeten
"Cari seller yang memberlakukan sistem quality control," kata Mega di acara peluncuran Preloved by Banananina di Hermitage Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/3/2017). Menurut Mega, quality control sangat krusial bagi reseller, baik itu online maupun offline. "Quality control penting untuk menjamin keaslian barang," ujar dia.
2. Jeli Melihat Kondisi Tas
Jika Anda membeli tas secara langsung, lihat dengan seksama barang tersebut. Apakah ada cacat, seperti goresan atau warna yang pudar. "Biasanya ada di tempat tersembunyi, seperti di sela-sela jahitan, atau bagian yang sering bergesekan dengan tangan dan baju," ungkap Mega.
Untuk pembelian secara online, manfaatkan fitur zoom-in/zoom-out untuk melihat fisik tas lebih dekat. Jika memang fitur tersebut tersedia (bila tidak ada, sebaiknya berpikir dua kali untuk membeli di situs tersebut).
3. Kenali Tren
Jika tujuan utama Anda berinvestasi, sebaiknya beli tas yang sesuai dengan selera pasar, baik itu dari segi model ataupun merek. Mega mengamati, terdapat tiga merek tas terfavorit di Indonesia yaitu Louis Vuitton, Hermes, dan Chanel. "Orang Indonesia juga suka model yang classy dan warnanya juga tidak terlalu ngejreng," terang Mega.
(dtg/dtg)











































