Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

IKYK Brand Modest Wear Indonesia Pertama yang Tampil di Pentas Mode Korea

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 12 Okt 2016 18:33 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Label-label modest wear atau busana sopan yang belakangan berkembang di Indonesia tidak hanya eksis di kandang sendiri. Salah satu buktinya datang dari I.K.Y.K (I Know You Know) yang pada 20 Oktober mendatang akan memamerkan karyanya di ajang Fashion Kode 2016, Seoul, Korea Selatan.

Tidak hanya itu, I.K.Y.K dipastikan sebagai brand modest wear pertama asal Indonesia yang masuk ke pasar Korea Selatan. Anandia Putri, direktur kreatif I.K.Y.K, mengungkapkan, keikutsertaan I.K.Y.K merupakan bagian dari pertukaran misi budaya antara Indonesia dan Korea yang diinisiasi Jakarta Fashion Week (JFW).

"Sebelumnya kami diminta untuk mempresentasikan koleksi kami di hadapan perwakilan perwakilan Korea. Alhamdulillah mereka suka dan kami menjadi brand modest wear pertama yang masuk ke pasar Korea," kata Anandia saat jumpa pers di Kopi Kalyan, Rabu (12/10/2016) sore.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, sudah menjadi impian sejak lama untuk membawa brand yang diluncurkannya pada 2011 itu untuk berekspansi ke Korea Selatan. "Aku memang suka banget sama segala sesuatu yang berbau Korea," kata desainer angkatan ke-4 Indonesia Fashion Forward, sebuah program inkubasi JFW.

Di Fashion Kode 2016, I.K.Y.K akan menyuguhkan 15 look terbaru dari koleksi Sinsa Utility Spring Summer 2017. Dinamakan demikian karena Anandia terinspirasi oleh Sinsa, kawasan yang ramai dikunjungi oleh kaum muda Seoul.

"Koleksi ini sendiri sebetulnya merupakan peleburan budaya tradisional dan budaya pop," kata Anandia yang cukup sering berpergian ke Korea Selatan.

Ia mengambil beberapa eleman dari hanbok, busana tradisional wanita Korea, seperti siluet dan pita yang menghiasi bagian atasnya, sebagai representasi budaya tradisional. Lalu untuk memberi sentuhan kekinian, Anandia mengambil referensi dari budaya pop era 80an.

"Jadi banyak permainan warna yang lebih cerah, sesuatu yang belum pernah I.K.Y.K tampilkan. Ini agar koleksi tersebut berbeda dari sebelumnya. Aku memang sebisa mungkin menghadirkan rasa baru setiap kali mengeluarkan koleksi," ujar wanita kelahiran 30 Oktober 1987 itu.

Semuanya itu lalu ia kemas dalam garis desain I.K.Y.K yang modern, minimalis dan boyish. Pada koleksi ini, Anandia juga tetap menghadirkan ragam outerwear sebagai ciri khas I.K.Y.K.

Lewat koleksi tersebut, ia ingin menunjukkan kepada pasar dunia bahwa modest wear itu tidak kuno. Malah sebaliknya karena bisa dikemas dengan rasa kekinian. Anandia pun berharap koleksi tersebut dapat mendapat tempat di hati kaum muda Korea mengingat tampilannya yang sesuai dengan selera lokal. "Jadi ada kelanjutannya. Aku tidak mau sekadar fashion show, tapi juga diterima baik secara bisnis," kata Anandia yang mempersiapka koleksi tersebut salama 6 bulan.

Setelah Fashion Kode 2016, koleksi tersebut akan tampil kembali di hari terakhir Jakarta Fashion Week 2017, 28 Oktober. Fashion Kode 2016 sendiri merupakan pentas mode yang digelar dua kali setahun oleh Kementerian Budaya, Olahraga, dan Pariwisata Korea untuk mengasah potensi desainer baru di pasar dunia. Fashion Kode 2016 akan berlangsung di Seoul J-Gran House Namsan pada 18-20 Oktober. (dng/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads