Ivan Gunawan Sampai Rinda Salmun Siap Pamer Kain Indonesia di Los Angeles
Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 21 Sep 2016 07:35 WIB
Jakarta
-
Pekan depan lima desainer muda Indonesia akan kembali membuat nama bangsa terdengar di kancah mode bertaraf dunia. Kelima desainer lokal dengan kualitas karya global itu adalah Ivan Gunawan, Rinda Salmun, Oscar Lawalata, Purana, dan Laison by Aurelia Santoso yang akan membawa karya bernafas Indonesia di perhelatan mode dunia Los Angeles Fashion Week (LAFW).
Masing-masing desainer melakukan persiapan matang selama tiga sampai empat bulan terakhir untuk menawarkan karyanya masuk pasar internasional itu pada tanggal 25 September hingga 2 Oktober mendatang di Hollywood Athletic Club, Los Angeles. Untuk ajang ini, ini adalah kali pertama desainer Indonesia masuk dalam jadwal resmi LAFW.
Ivan Gunawan menjadi salah satu desainer yang akan terbang ke LA pekan depan. Membawa label ready to wearnya dengan lini Jajaka, desainer sekaligus presenter itu akan menawarkan 50 item koleksi terbaru yang diberi tema Suku. Inspirasinya datang dari keindahan motif berbagai suku di Indonesia. Ivan berusaha mengawinkan berbagai motif berbeda untuk membuat tampilan busana lebih chic dan modern, sesuai dengan identitas yang dibangun sejak Jajaka dirilis satu tahun lalu.
"Keunikan Jajakan membuat print dengan sentuhan Indonesia. Menyatukan berbagai pattern, beraneka motif dari batik, tenun, floral, bisa apa saja. Pattern yang kiranya bisa diterimadi event internasional," ungkap Ivan saat berbincang dengan media di Lucy In The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).
Dilanjutkan desainer yang juga memiliki label gaun pengantin ini, motif tenun Toraja menangkap perhatiannya untuk koleksi kali ini. Begitu pun dengan motif geometris dari kain endek dan poleng dari Bali, juga motif batik Jawa dengan bunga-bunganya yang klasik. Seluruhnya dikemas di atas kain katun yang nyaman untuk membuat koleksi siap pakai ini dapat diterima fashionista LA yang juga beriklim panas seperti Indonesia.
Teknik tabrak motif juga dieksplorasi desainer lainnya, Rinda Salmun. Namun dengan gaya berbeda dan terlihat lebih muda. Salah satunya ia tampilkan dengan manekin. Hadir gabungan crop top bermotif tenun, rok kulit dan jaket yang tampil dengan gaya color blocked khas Rinda. Inspirasinya kali ini adalah seorang pelukis Jerman bernama Imi Knoebel yang kerap menciptakan lukisan abstrak pernuh warna dan garis, yang akhirnya menjadi tren arsitektur di era 1920-an.
"Ini pertamakalinya memakai tenun, kali ini aku sekaligus membantu pengrajin di Garut. Menurutku, ajang LAFW ini sangat bagus sebagai platform," ujar Rinda.
Desainer yang bernain dengan garis feminin dan struktural itu kali ini mengangkat keindahan kain tenun Garut, juga songket Palembang sebagai aksen. Koleksinya mengambil warna-warna cerah seperti pink salmon, merah cerah, hijau, putih mutiara dan hitam sebagai garisnya.
Selain itu ada pula label Purana yang akan menampilkan teknik batik baru. Desainer di balik Purana, Nonita tak membuat batik menggunakan canting tapi menggantinya dengan brush. Ia juga menggabungkan teknik membatik dengan jumputan untuk menciptakan karya bernuansa etnik yang unik.
Terakhir adalah desainer muda dari label Laison, Aurelia. Di antara para desainer yang bermain dengan kain Indonesia, Aurelia justru menunjukkan look ala wanita urban dengan potongan minimalis dan warna-warna bersih seperti putih.
Masing-masing desainer memiliki keunikan sendiri untuk dibawa ke Los Angeles Fashion Week. "Kita punya senjata, peluru masing-masing, punya keunggulan sendiri, jadi kita punya banyak pilihan untuk dunia internasional. Harapannya, keberangkatan kita bisa jadi semangat untuk desainer Indonesia lainnya," pungkas Ivan Gunawan. (asf/ays)
Masing-masing desainer melakukan persiapan matang selama tiga sampai empat bulan terakhir untuk menawarkan karyanya masuk pasar internasional itu pada tanggal 25 September hingga 2 Oktober mendatang di Hollywood Athletic Club, Los Angeles. Untuk ajang ini, ini adalah kali pertama desainer Indonesia masuk dalam jadwal resmi LAFW.
|
Ivan Gunawan menjadi salah satu desainer yang akan terbang ke LA pekan depan. Membawa label ready to wearnya dengan lini Jajaka, desainer sekaligus presenter itu akan menawarkan 50 item koleksi terbaru yang diberi tema Suku. Inspirasinya datang dari keindahan motif berbagai suku di Indonesia. Ivan berusaha mengawinkan berbagai motif berbeda untuk membuat tampilan busana lebih chic dan modern, sesuai dengan identitas yang dibangun sejak Jajaka dirilis satu tahun lalu.
"Keunikan Jajakan membuat print dengan sentuhan Indonesia. Menyatukan berbagai pattern, beraneka motif dari batik, tenun, floral, bisa apa saja. Pattern yang kiranya bisa diterimadi event internasional," ungkap Ivan saat berbincang dengan media di Lucy In The Sky, SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknik tabrak motif juga dieksplorasi desainer lainnya, Rinda Salmun. Namun dengan gaya berbeda dan terlihat lebih muda. Salah satunya ia tampilkan dengan manekin. Hadir gabungan crop top bermotif tenun, rok kulit dan jaket yang tampil dengan gaya color blocked khas Rinda. Inspirasinya kali ini adalah seorang pelukis Jerman bernama Imi Knoebel yang kerap menciptakan lukisan abstrak pernuh warna dan garis, yang akhirnya menjadi tren arsitektur di era 1920-an.
"Ini pertamakalinya memakai tenun, kali ini aku sekaligus membantu pengrajin di Garut. Menurutku, ajang LAFW ini sangat bagus sebagai platform," ujar Rinda.
![]() |
Desainer yang bernain dengan garis feminin dan struktural itu kali ini mengangkat keindahan kain tenun Garut, juga songket Palembang sebagai aksen. Koleksinya mengambil warna-warna cerah seperti pink salmon, merah cerah, hijau, putih mutiara dan hitam sebagai garisnya.
Selain itu ada pula label Purana yang akan menampilkan teknik batik baru. Desainer di balik Purana, Nonita tak membuat batik menggunakan canting tapi menggantinya dengan brush. Ia juga menggabungkan teknik membatik dengan jumputan untuk menciptakan karya bernuansa etnik yang unik.
Terakhir adalah desainer muda dari label Laison, Aurelia. Di antara para desainer yang bermain dengan kain Indonesia, Aurelia justru menunjukkan look ala wanita urban dengan potongan minimalis dan warna-warna bersih seperti putih.
Masing-masing desainer memiliki keunikan sendiri untuk dibawa ke Los Angeles Fashion Week. "Kita punya senjata, peluru masing-masing, punya keunggulan sendiri, jadi kita punya banyak pilihan untuk dunia internasional. Harapannya, keberangkatan kita bisa jadi semangat untuk desainer Indonesia lainnya," pungkas Ivan Gunawan. (asf/ays)
Kesehatan
Suplemen Harian Jaga Imun Tubuh di Tengah Aktivitas Padat! Review Swisse Ultiboost Vitamin C 1000mg
Pakaian Pria
Corduroy Jacket Jadi Outer Andalan Cowok yang Ingin Tampilan Casual Modern
Pakaian Pria
Raw Denim Bukan Cuma Tren Musiman! Investasi Celana yang Makin Lama Makin Bagus
Home & Living
Pandaoma Mesin Cuci Mini Portable, Solusi Cuci Praktis buat Hidup yang Lebih Ringkas!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Demi Totalitas Akting, Kate Hudson Rela Nggak Skincare-an dan Naik BB 7 Kg
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
Most Popular
1
7 Potret Siraman Anak Tommy Soeharto, Tata Cahyani Curi Atensi Berkebaya Floral
2
Foto: Transformasi Bradley Cooper Jadi Lebih Muda, Bikin Pangling Dikira Oplas
3
Most Popular: Viral Pengantin Paling Tak Bahagia, Muka Suram di Pernikahan
4
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
5
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
MOST COMMENTED













































