Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Muhammad Ali Jadi Inspirasi Desainer Ini Buat Kain Batik Motif Sarung Tinju

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 25 Agu 2016 16:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani
Jakarta - Motif batik memang bisa bermacam-macam sesuai kreativitas pengrajinnya. Inspirasi corak pun sering datang dari hal-hal sekitar atau peristiwa di kesehariannya. Tengok saja Yori Nooraini yang terilhami kematian legenda tinju Muhammad Ali dalam karya batik terbarunya. Unik, kain bercorak sarung tinju itu pun berhasil dilelang seharga Rp 8 juta dalam pameran Warisan 2016 yang tengah berlangsung di JCC, Jakarta Pusat.

Bisa dibilang Yori memang mengagumi sosok Ali. Ia pun mulai terinspirasi untuk membuat batik bermotif sarung tinju ketika 'The Greatest' meninggal dunia pada Juni lalu. Wanita asal Nganjuk, Jawa Timur itu pun melihat begitu banyak orang dari berbagai kalangan yang mencintai Ali dan merasa kehilangan atas kepergiannya.

"Saya lihat hidupnya keras karena dia adalah petinju. Dia juga dibilang si mulut besar karena sombong. Tapi dia menyampaikan pesan dari Tuhannya dengan baik, dengan kelembutan, kesederhanaan, dan kasih sayang. Itu tergambar waktu dia meninggal," ungkap Yori ketika ditemui Wolipop di pameran Warisan 2016, JCC, Jakarta Pusat, Kamis, (25/8/2016).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kain sutra atbm (alat tenun bukan mesin) sepanjang 250 cm x 115 cm dan selendang 235 cm x 75 cm tersebut pun dikerjakan selama kurang lebih empat bulan. Proses itu memang cukup lama mengingat Yori menggunakan teknik pencelupan dengan pewarna alami. Batik Muhammad Ali didominasi oleh warna biru dan sedikit sentuhan merah.

Motif sarung tinju sebagai perwakilan profesi Ali memang mendominasi kain tersebut. Namun Yori juga memasukkan corak lainnya, seperti batu retak, galar, dan sinaran. Gambar-gambar itu pun punya arti tersendiri.

"Motif utamanya sarung tinju yang kalau digabung jadi motif hati gambaran kasih sayang. Batu retak menggambar sikapnya yang keras tapi cinta sesama dan tidak senang dengan kekerasan. Ada motif galar seperti stupa yang mewakili kekuatannya kepada Tuhan. Motif sinar artinya dia membuka hati dan pikiran banyak orang, termasuk saya," tambah Yori.

Yori yang membatik mulai tahun 2002 memang kerap menghadirkan inspirasi sehari-hari ke dalam karyanya. Salah satunya adalah yang pernah dibeli Mufidah Jussuf Kala yakni batik motif kembang suruh. Corak bunga berbentuk panjang tersebut menggambarkan bahwa orang harus selalu mengingat Tuhan. Menurutnya, cukup sulit memasukkan filosofi ke dalam sebuah batik.


Saat ini, Yori tengah membuka tenant dalam pameran Warisan 2016. Produk-produk batiknya menggunakan proses alami dengan macam-macam motif. Batik katun Yori biasanya dijual mulai dari Rp 1,5 juta sedangkan jika berbahan sutra sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 jutaan. Karyanya yang paling mahal terjual sampai Rp 20 jutaan dan bergambar tembakau. (ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads