Hadir Lagi di Galeries Lafayette, Fashion Lab Gandeng 14 Desainer Muda
Daniel Ngantung - wolipop
Kamis, 28 Apr 2016 19:42 WIB
Jakarta
-
Menyusul kesuksesan di tahun sebelumnya, Fashion Lab untuk ketiga kalinya hadir lagi di department store Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta. Kali ini, giliran 14 desainer muda berbakat asuhan Indonesia Fashion Forward (IFF) yang unjuk kebolehan.
Fashion Lab adalah semacam wadah bagi para desainer muda dalam bentuk pop-up store untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan langsung koleksinya kepada konsumen. Konsep ini pertama kali hadir di Galeries Lafayette Berlin, Jerman, pada 2004.
Kemudian 10 tahun setelahnya diadopsi oleh Galeries Lafayette Jakarta untuk tujuan yang sama. Di sini, Galeries Lafayette bekerjasama dengan Jakarta Fashion Week (JFW) memanfaatkan Fashion Lab untuk mengembangkan kapasitas para desainer anggota IFF.
Sebagai informasi, IFF merupakan program inkubasi yang digagas oleh JFW dan British Council Indonesia untuk membekali para desainer lokal agar lebih siap bersaing di industri fashion, baik lokal maupun internasional.
"Dengan fashion lab, para desainer dapat memperoleh pengalaman ritel sebenarnya. Mereka dapat melihat sejauh mana produknya diterima di pasar sehingga dapat mengetahui kebutuhan pasar sesungguhnya," ujar Ketua Umum JFW Svida Alisjahbana, saat membuka Fashion Lab ketiga, Kamis (28/4/2016).
Adapun di tahun ketiganya di Fashion Lab, IFF menyertakan 14 desainer asuhannya. Mereka antara lain Billy Tjong, Andhita Siswandi, Tertia, Lotuz, Bateeq x Suzuki Takayuki, I.K.Y.K., Rani Hatta, Elly Han, Byo, D'Leia, Day and Night, Paulina Katarina, Milcah, dan Soe Jakarta.
Melissa Ann, Head of Galleries Lafayette mengatakan, kolaborasi ini terus terjalin mengingat kesuksesan Fashion Lab di tahun-tahun sebelumnya.
"Kehadiran para desainer IFF di Fashion Lab sangat mendapat respon positif dari masyarakat. Melihat kesuksesan itu, dengan senang hati kami membuka pintu bagi para desainer muda demi mendukung kemajuan industri fashion lokal," katanya.
Ia menambahkan, Fashion Lab merupakan program give back Galeries Lafayette. Oleh karenanya, department store asal Prancis ini tidak menarik keuntungan sepeser pun dari para desainer. "Keuntungan bisa dipakai lagi oleh para desainer untuk mengembangkan bisnis mereka," katanya.
Menempati area seluas 140 meter persegi di lantai 1, Fashion Lab akan hadir pada 25 April - 31 Mei 2016. (dng/hst)
Fashion Lab adalah semacam wadah bagi para desainer muda dalam bentuk pop-up store untuk memperkenalkan sekaligus memasarkan langsung koleksinya kepada konsumen. Konsep ini pertama kali hadir di Galeries Lafayette Berlin, Jerman, pada 2004.
Kemudian 10 tahun setelahnya diadopsi oleh Galeries Lafayette Jakarta untuk tujuan yang sama. Di sini, Galeries Lafayette bekerjasama dengan Jakarta Fashion Week (JFW) memanfaatkan Fashion Lab untuk mengembangkan kapasitas para desainer anggota IFF.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Dengan fashion lab, para desainer dapat memperoleh pengalaman ritel sebenarnya. Mereka dapat melihat sejauh mana produknya diterima di pasar sehingga dapat mengetahui kebutuhan pasar sesungguhnya," ujar Ketua Umum JFW Svida Alisjahbana, saat membuka Fashion Lab ketiga, Kamis (28/4/2016).
Adapun di tahun ketiganya di Fashion Lab, IFF menyertakan 14 desainer asuhannya. Mereka antara lain Billy Tjong, Andhita Siswandi, Tertia, Lotuz, Bateeq x Suzuki Takayuki, I.K.Y.K., Rani Hatta, Elly Han, Byo, D'Leia, Day and Night, Paulina Katarina, Milcah, dan Soe Jakarta.
Melissa Ann, Head of Galleries Lafayette mengatakan, kolaborasi ini terus terjalin mengingat kesuksesan Fashion Lab di tahun-tahun sebelumnya.
"Kehadiran para desainer IFF di Fashion Lab sangat mendapat respon positif dari masyarakat. Melihat kesuksesan itu, dengan senang hati kami membuka pintu bagi para desainer muda demi mendukung kemajuan industri fashion lokal," katanya.
Ia menambahkan, Fashion Lab merupakan program give back Galeries Lafayette. Oleh karenanya, department store asal Prancis ini tidak menarik keuntungan sepeser pun dari para desainer. "Keuntungan bisa dipakai lagi oleh para desainer untuk mengembangkan bisnis mereka," katanya.
Menempati area seluas 140 meter persegi di lantai 1, Fashion Lab akan hadir pada 25 April - 31 Mei 2016. (dng/hst)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Rihanna Gandeng Anak Elon Musk Jadi Model Lingerie untuk Koleksi Valentine
Tas Belanja Kanvas Ini Jadi Rebutan Dunia, Ada yang Dijual Rp 160 Juta
Jaket Nicolas Maduro saat Ditangkap Jadi Sorotan, Viral Diburu Netizen
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Most Popular
1
Potret Piper Rockelle, Mantan Influencer Cilik Gabung OnlyFans Jadi Kontroversi
2
Jessie Buckley Ungkap Alasan Suami Tak Pernah Menemaninya di Karpet Merah
3
50 Ucapan Selamat Tidur Bahasa Inggris Romantis, Bikin Pacar Senyum Meleleh
4
Beauty Influencer China Lunasi Utang Rp 900 Juta, Dituduh Pura-pura Lumpuh
5
Cara Tak Terduga Klamby Rilis Koleksi Lebaran 2026, Dibungkus Film Musikal
MOST COMMENTED












































