Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Wanita Ini Ciptakan Underwear Pertama di Dunia yang Dibuat Tanpa Karet dan Tali

Eny Kartikawati - wolipop
Kamis, 28 Apr 2016 14:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Shibue Couture
Jakarta - Lupakan g-string dan c-string yang hadir untuk membuat penampilan seperti tidak memakai underwear. Kini sebuah inovasi baru di dunia pakaian dalam diciptakan wanita bernama Jenny Buettner ini. Jenny menciptakan underwear pertama tanpa karet dan tali yang dinamainya Shibue.

Shibue awalnya diciptakan Jenny karena mendengarkan curhat adiknya yang tidak bisa menemukan underwear 'sempurna', untuk dikenakan di balik gaun pernikahannya yang berbahan sutera. Semua produk underwear yang ditemukannya di pasaran masih menciptakan tampilan garis di balik gaunnya tersebut. Garis itu terlihat seperti di area pinggul atau bokong.

Wanita yang dulunya berkarier sebagai agen perumahan itu kemudian mulai mendesain produk underwear yang diklaimnya sebagai pertama di dunia, di mana underwear hadir tanpa karet dan garis, No-Line Strapless Panty, demikian tagline Shibue. Sejumlah uji coba dilakukan Jenny hingga mendapatkan underwear yang sesuai dengan keinginannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Setelah merasa mendapatkan hasil yang memuaskan, melalui brand Shibue Couture, Jenny pun berani melakukan penjualan dalam jumlah besar di sebuah pameran retail di Las Vegas. Saat itu, menurut Jenny, produknya belum benar-benar sempurna karena pengguna underwear tersebut masih harus melakukan penggantian perekat setiap ke kamar mandi.

Berbagai cara pun dilakukannya hingga dia mendapatkan underwear tanpa tali dan karet yang benar-benar tak menyusahkan dan memuaskan pemakainya. Underwear Shibue Couture hadir dalam bentuk unik. Celana dalam tersebut hadir dalam sehelai kain yang bagian depannya berbentuk seperti segitiga dan bagian belakangnya hanya berbentuk segaris kain. Ada dua perekat di bagian depan dan belakang. Perekat ini tinggal dilepaskan begitu saja ketika hendak dipakai. Dengan menempelkan perekat tersebut, underwear Shibue menempel dengan sempurna di tubuh. Tak ada tali atau karet yang menopang underwear tersebut.

Dalam tayangan video mengenai produknya, Jenny menjelaskan underwer Shibue ini bisa dicuci berkali-kali. Maksimal pencucian 25 kali. Setelahnya perekat akan kehilangan daya rekatnya.

Shibue saat ini sudah digunakan wanita di berbagai belahan dunia, terutama para selebriti. "Shibue digunakan di film, televisi, karpet merah dan catwalk. Shibue juga bisa dipakai untuk sehari-hari," demikian kata Jenny mengenai underwear yang dijual seharga US$ 20 itu. (eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads