Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

17 Desainer Indonesia Buka Butik Bersama di Soho, New York

Daniel Ngantung - wolipop
Rabu, 20 Apr 2016 17:19 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Daniel Ngantung
Jakarta - Sebagai salah satu pusat mode dunia, New York City menjadi destinasi favorit para desainer dunia yang ingin mengekspansi bisnisnya ke pasar internasional. Desainer Indonesia pun tidak mau ketinggalan.

Dengan segala keunikannya, desainer Indonesia berpotensi untuk mengekspansi bisnisnya ke pasar internasional, termasuk New York dan Amerika Serikat secara keseluruhan.

Tapi itu saja tetap tidak cukup bila tanpa adanya fasilitas di mana para desainer dapat memamerkan atau menjual produk mereka secara langsung kepada konsumen. Sebagai solusi, hadirlah Indonesian Fashion Gallery (IFG), semacam butik yang khusus menjual produk-produk karya desainer Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya bagi konsumen yang ingin membeli secara eceran (B-to-C), butik juga terbuka bagi para buyers yang tertarik untuk menjalin bisnis dengan desainer Indonesia (B-to-B).

IFG sendiri diprakarsai oleh Indonesia Creative Hub, sebuah perusahaan konsultan yang memfasilitasi kebutuhan desainer lokal dalam mengembangkan bisnisnya ke pasar internasional. Perusahaan ini juga bermisi mendukung salah satu program pemerintah, yakni meningkatkan kapasitas ekspor nasional.

"Para buyers dari New York dan beberapa negara bagian di AS sudah sangat menunggu kehadiran desainer Indonesia untuk memasarkan produknya di sana," kata Teti Nurhayati, CEO Indonesian Creative Hub dalam jumpa pers di Beranda 52, Bintaro, Tangerang Selatan, Rabu (20/4/2016) siang.

Baca Juga: 30 Gaya Menggemaskan Fashionista Cilik Dunia

Kehadiran IFG, lanjut Teti, diharapkan dapat menjadi jembatan bagi desainer lokal dengan para pembeli potensial. Sekaligus sebagai solusi bagi para desainer lokal yang selama ini terkendala fasilitas untuk mempromosikan produk mereka. Meski tanpa bantuan pemerintah, Teti optimis, misi IFG akan tercapai.

IFG menempati area seluas 762 meter persegi di kawasan elit Soho dan rencananya akan buka mulai 26 April 2016. Lokasi tersebut dipilih karena sesuai dengan target pasar IFG, yakni menengah ke atas. Sudah ada 17 desainer dan brand yang bergabung dengan IFG. Mereka datang dari karakteristik desain yang berbeda. Ada yang fokus menggarap kain tradisional, busana muslim, hingga aksesori, yang semuanya adalah ikon industri fashion Indonesia.

Mereka antara lain Alleira, Anniesa Hasibuan, C by Angel, Clo by Coreta Indonesia, Zaskia Sungkar, Vivi Zubedi, Iwan Tirta Private Collection, Kami Idea, Happa by Mel Ahyar, Mel Ahyar First, Sabbatha, dan Syu Shu by Vicky Shu.

Era Soekamto, direktur kreatif Iwan Tirta Private Collection, sangat menyambut baik kehadiran IFG. "Dengan segala riset yang dilakukan tim IFG, kami yakin IFG dapat membuka peluang bagi Iwan Tirta diterima di pasar internasional, Amerika khususnya," kata Era.

Untuk IFG, Era telah menyiapkan koleksi khusus yang telah disesuaikan dengan konsumen New York.

Sementara Mel Ahyar akan memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang pembelajaran. "Dengan adanya IFG, kami bisa belajar seperti apa market di sana dan bentuk keluhan apa yang sering muncul. Dan desainer Indonesia sangat terkenal dengan craftsmanship, itulah yang kami jual ke sana," katanya. (dng/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads