Indonesia Fashion Week 2016
Budaya Minang dan Maroko 'Bersatu' di Show Busana Muslim Ethnocentrism
Hestianingsih - wolipop
Jumat, 11 Mar 2016 18:33 WIB
Jakarta
-
Keragaman etnik menjadikan Indonesia salah satu negara dengan kekayaan budaya yang seolah tiada habisnya. Hal ini pun dimanfaatkan para pelaku industri kreatif, khususnya desainer fashion untuk mengeksplorasinya dalam kreasi busana berbagai gaya.
Itulah yang mendasari Hijup, ecommerce khusus busana muslimah untuk menyuguhkan peragaan busana bertema Ethnnocentrism di perhelatan Indonesia Fashion Week 2016 (IFW 2016). Tema ini dipilih sebagai wujud kebanggaan anak Indonesia terhadap keberagaman etnik dan budaya Tanah Airnya. Bagaikan melting pot, Indonesia menjadi 'wadah' akulturasi berbagai budaya yang menjadikannya unik.
"Indonesia etniknya banyak sekali, ada percampuran berbagai etnik. Lewat show ini kami ingin tampilkan bahwa Indonesia sangat kaya. Ethnocentrism sendiri mengandung arti kebanggaan terhadap etnik. Kami sangat bangga dengan Indonesia yang memiliki potensi fashion besar," jelas CEO Hijup.com Diajeng Lestari, saat konferensi pers di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2016).
Untuk show perdananya di IFW 2016, Hijup menggandeng tiga desainer untuk berkolaborasi diantaranya Zaskia Sungkar, Ria Miranda dan Vivi Zubedi. Ketiganya menampilkan tiga budaya yang sangat berlainan, namun tetap satu kesatuan yaitu Nusantara.
Zaskia Sungkar menampilkan batik dan tenun dalam busana kontemporer bernuansa hitam-putih. Untuk koleksinya kali ini ia terinspirasi dari kota metropolitan, Jakarta. Batik cap, tenun rangrang dan garutan menjadi material utamanya, yang diperkaya dengan detail lipit dan origami yang memberi nuansa dinamis pada busana muslim.
Lain lagi Ria Miranda yang mengusung budaya Minang lewat penggunaan songket Minang sebagai highlight rancangannya. Songket yang berkarakter tegas dan 'berat', dipadukan dengan material ringan yaitu kain satin. Sebanyak 13 set busana bertema Takana (dalam bahasa Minang, berarti 'ingat') seolah ingin mengingatkan kaum muda untuk selalu ingat kampung halaman dan akar budaya dimana ia berasal.
Seperti ciri khas rancangannya, Ria menampilkan busana dengan potongan simpel yang bisa dikenakan dalam acara kasual maupun formal. Meskipun memiliki unsur tradisional, bukan berarti sebuah busana tidak bisa dipakai di segala acara.
"Dimulai dengan hal-hal simpel, mencoba mengenalkan produk yang berasal dari budaya lokal," ujar Mutia selaku public relations Ria Miranda. Warna-warna ceria nan lembut mendominasi koleksinya, yang dipercantik dengan goresan motif songket.
Sementara itu Vivi Zubedi menampilkan sesuatu yang berbeda, yaitu memadukan etnik Indonesia dengan kebudayaan dari Timur Tengah. Vivi yang memiliki darah Arab, mengangkat budaya Maroko yang 'dikawinkan' dengan motif tenun Bali. Terinspirasi dari suku Arab zaman dulu yang berkelana dari Maroko, Afrika hingga Arab, koleksi busana Vivi kental nuansa Timur Tengah lewat bordiran yang dikerjakan secara manual di atas kain tenun dan polyester.
"Sentuhan Maroko hadir dalam bentuk bordir manual. Jadi ada beberapa unsur di koleksi saya dari Maroko, Afrika, Bali juga Lombok. Saya memang tidak banyak menggunakan jenis material karena lebih fokus di bordirannya," tukas desainer pemilik brand VIVI ZUBEDI yang terkenal dengan rancangan abaya modifikasinya ini. (hst/eny)
Itulah yang mendasari Hijup, ecommerce khusus busana muslimah untuk menyuguhkan peragaan busana bertema Ethnnocentrism di perhelatan Indonesia Fashion Week 2016 (IFW 2016). Tema ini dipilih sebagai wujud kebanggaan anak Indonesia terhadap keberagaman etnik dan budaya Tanah Airnya. Bagaikan melting pot, Indonesia menjadi 'wadah' akulturasi berbagai budaya yang menjadikannya unik.
"Indonesia etniknya banyak sekali, ada percampuran berbagai etnik. Lewat show ini kami ingin tampilkan bahwa Indonesia sangat kaya. Ethnocentrism sendiri mengandung arti kebanggaan terhadap etnik. Kami sangat bangga dengan Indonesia yang memiliki potensi fashion besar," jelas CEO Hijup.com Diajeng Lestari, saat konferensi pers di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Jumat (11/3/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zaskia Sungkar menampilkan batik dan tenun dalam busana kontemporer bernuansa hitam-putih. Untuk koleksinya kali ini ia terinspirasi dari kota metropolitan, Jakarta. Batik cap, tenun rangrang dan garutan menjadi material utamanya, yang diperkaya dengan detail lipit dan origami yang memberi nuansa dinamis pada busana muslim.
Lain lagi Ria Miranda yang mengusung budaya Minang lewat penggunaan songket Minang sebagai highlight rancangannya. Songket yang berkarakter tegas dan 'berat', dipadukan dengan material ringan yaitu kain satin. Sebanyak 13 set busana bertema Takana (dalam bahasa Minang, berarti 'ingat') seolah ingin mengingatkan kaum muda untuk selalu ingat kampung halaman dan akar budaya dimana ia berasal.
Seperti ciri khas rancangannya, Ria menampilkan busana dengan potongan simpel yang bisa dikenakan dalam acara kasual maupun formal. Meskipun memiliki unsur tradisional, bukan berarti sebuah busana tidak bisa dipakai di segala acara.
"Dimulai dengan hal-hal simpel, mencoba mengenalkan produk yang berasal dari budaya lokal," ujar Mutia selaku public relations Ria Miranda. Warna-warna ceria nan lembut mendominasi koleksinya, yang dipercantik dengan goresan motif songket.
Sementara itu Vivi Zubedi menampilkan sesuatu yang berbeda, yaitu memadukan etnik Indonesia dengan kebudayaan dari Timur Tengah. Vivi yang memiliki darah Arab, mengangkat budaya Maroko yang 'dikawinkan' dengan motif tenun Bali. Terinspirasi dari suku Arab zaman dulu yang berkelana dari Maroko, Afrika hingga Arab, koleksi busana Vivi kental nuansa Timur Tengah lewat bordiran yang dikerjakan secara manual di atas kain tenun dan polyester.
"Sentuhan Maroko hadir dalam bentuk bordir manual. Jadi ada beberapa unsur di koleksi saya dari Maroko, Afrika, Bali juga Lombok. Saya memang tidak banyak menggunakan jenis material karena lebih fokus di bordirannya," tukas desainer pemilik brand VIVI ZUBEDI yang terkenal dengan rancangan abaya modifikasinya ini. (hst/eny)
Health & Beauty
Secret Garden Extrait de Parfum, Wangi Mewah yang Tahan Lama dan Bikin Kesan Lebih Berkelas!
Health & Beauty
Rambut Lebih Halus & Anti Ngembang, Ini 3 Hair Care Andalan untuk Rambut yang Susah Diatur!
Hobbies & Activities
Main Badminton Lebih Stabil, Ini Rekomendasi 3 Shuttlecock yang Nyaman Dipakai Latihan Rutin
Hobbies & Activities
American Tourister Argyle Cabin 20 Inch jadi Solusi Ringkas dan Aman untuk Travel Singkat
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Ramalan Zodiak 8 Januari: Capricorn Harus Tegas, Pisces Hadapi Tantangan
2
Tips Styling Dasi untuk Gaya Kasual, Diprediksi Jadi Tren Fashion 2026
3
Momen Miley Cyrus Ngomel ke Fotografer, Disuruh Lepas Kacamata di Red Carpet
4
Penampilan Terbaru Vidi Aldiano Bikin Pangling, Kini Berkumis Tebal
5
Kate Middleton Jadi Korban Kekejaman AI, Tersebar Gambar Sensual
MOST COMMENTED











































