Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

London Fashion Week 2016

Kembali ke 'Rumah', Koleksi Alexander McQueen Lebih Feminin & Kaya Bordir

Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 23 Feb 2016 16:04 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Vogue
Jakarta - Sarah Burton, creative director Alexander McQueen mempresentasikan koleksi Fall 2016 sebagai bagian dari agenda London Fashion Week. Bulan mode kali ini pun menjadi titik kembalinya rumah mode Inggris ini ke London Fashion Week, setelah beberapa musim lalu memamerkan karyanya perdana di Paris Fashion Week.

Setelah ditinggal McQueen karena bunuh diri 2010 silam, Sarah Burton meneruskan ciri khas sang desainer yang cenderung unik dan edgy, seperti konsisten menampilkan setelan struktural, motif-motif aneh, dan banyak gaun-gaun glamour dan seksi. Ciri itu pun dibawa sampai hari ini untuk tren musim dingin 2016.

Pagelaran busana ini dilakukan di Lawrence Hall, di mana kain hitam transparan menjadi latar di tengah panggung runway. Natalie Westling, model yang membintangi kampanye McQueen koleksi lalu pun menjadi model pembuka dan mengenakan dress hitam transparan bermotif kupu-kupu, jam dan kuda. Namun ada sisi 'nakal' dari gaun yang terkesan playful itu dengan aksen cutout di pinggul hingga dada.

Baju dan luaran sengaja dibiarkan tak berkancing, juga detail ruffle dari koleksi musim semi masih berlanjut menjadi tren Alexander McQueen di musim dingin nanti. Seluruhnya dimodifikasi dalam siluet baru dan material penuh motif print.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koleksi yang dihadirkan Sarah Burton tampak romantis dengan kain-kain hitam atau pink transparan yang ringan menggelepai mengikuti bentuk tubuh para model. Di atasnya semakin cantik dengan bordiran bergambar. Namun tetap gaya McQueen, gambar-gambar itu dikemas dengan gaya surrealisme. Misalnya toko Unicorn, atau tanaman dengan mata satu.

Pagelaran musim dingin ini juga menampilkan banyak coat yang diperkaya teknik bordir dengan gambar grafis, dari mulai kupu-kupu, jam antik, sampai siluet bibir. Eksplorasi material juga tampak kaya dengan Sarah Burton menggabungkan tampilan bahan kulit yang edgy dan berat bersama bordir bergaya feminin dan juga rok lipit transparan. Sarah Burton juga membuat tren naked dress untuk musim dingin dengan material lace atau sheer transparan.

Detail bordir pun tak hanya berakhir di atas kain menerawang seperti yang biasa dilakukan Valentino, melainkan untuk jaket-jaket quilted tebal dan bervolume. Tak hanya bordiran bunga yang menempel sebagai motif, namun juga bordir efek 3D ditampilkan, seolah kupu-kupu menempel di atas jaket berbulu ini.
(asf/asf)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads