Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

ASOS Tarik Produk Setelah Rilis T-shirt 'Budak' dengan Model Kulit Hitam

Alissa Safiera - wolipop
Rabu, 10 Feb 2016 16:46 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. ASOS
Jakarta - Isu rasisme di dunia mode seringkali terjadi, dari desainer high-end hingga brand high-street pernah mengalaminya. Kali ini giliran brand Inggris, ASOS yang dikritik publik karena tidak peka isu rasisme dalam produk buatannya.

ASOS merilis T-shirt dengan tulisan 'Slave' atau dalam bahasa adalah budak. Yang jadi masalah, ASOS memilih model pria berkulit hitam untuk produk tersebut. Secara tak langsung, publik pun menangkap pesan jika ASOS menganggap orang kulit hitam seperti budak.

Tak makan waktu lama, gambar ini pun jadi perbincangan netizen di media sosial seperti Twitter. Beberapa menyebut ASOS adalah brand yang rasis. "Kamu melabeli pria kulit hitam sebagai seorang budak?" tulis seorang pengguna Twitter bernama Louisiana Bama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komentar lainnya dari seorang pria yang menulis: "Tidak yakin apa yang membuatku lebih terkejut, ASOS mengeluarkan lini 'Slave' atau pria kulit hitam yang terlihat senang menjadi modelnya?!"

T-shirt ini dijual di kanal Marketplace di ASOS. Namun setelah diserang kritikan pedas, mereka langsung menarik penjualannya.

"Marketplace adalah koleksi dari penjual mandiri yang harus setuju dengan persyaratan kami (ASOS) ketika mereka ikut bergabung. Ketika kami menemukan sebuah produk yang mengganggu sesuai ketentuan kami, kami akan menghapus secepatnya," ujar Public Relation ASOS Chelsea Grieco menjelaskan peraturan Marketplace.

Lewat akun Twitter, ASOS dan Wasted Heroes; brand yang mengeluarkan produk itu dengan segera minta maaf atas kejadian tersebut.

"Mohon maaf bagi semua pihak yang mereka terhina--kami langsung menghapusnya dari Marketplace secepatnya saat itu menarik perhatian kami," tulis ASOS.

(asf/asf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads