Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kolaborasi Major Minor & Seniman Eko Nugroho Hadir di Galeries Lafayette

Alissa Safiera - wolipop
Kamis, 04 Feb 2016 07:25 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Foto: Daniel Ngantung/Wolipop
Jakarta - Setelah sempat dipresentasikan di panggung Jakarta Fashion Week 2016 akhir Oktober lalu, koleksi buah kolaborasi Major Minor dengan seniman mural Eko Nugroho kini hadir di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta.

Sekitar 30 model busana dari koleksi spring-summer 2016 tersedia di area yang letaknya tidak jauh dari eskalator di lantai dua department store papan atas tersebut.

Berada di bawah label Major Minor Signature, koleksi ini terbilang unik karena lahir dari perkawinan dari seni dan mode, dua bidang yang terkesan saling berkorelasi tapi sebetulnya bertolak belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko adalah seorang seniman mural Indonesia yang sangat disegani di kalangan seniman baik lokal maupun mancanegara. Lebih sering menggelar pameran di luar Indonesia ketimbang di negeri sendiri, nama Eko sangat familiar di komunitas seni internasional.

Sementara Major Minor adalah label busana siap pakai besutan desainer Ari Seputra yang telah melanglang buana di industri Tanah Air sejak lima tahun lalu.

Ini bukanlah proyek kolaborasi fashion pertama bagi Eko. Sebelumnya, ia pernah digandeng rumah mode Louis Vuitton untuk menciptakan pilihan scarf edisi terbatas yang berinspirasi pada karya-karyanya.

Begitu pula bagi Major Minor. Namun baru kali ini, Major Minor berhasil mewujudkan proyek kolaborasinya dengan seniman ke dalam sebuah koleksi busana dan aksesori.

Adapun kolaborasi ini berawal dari ide Komunitas Salihara yang ingin mempresentasikan karya Eko dengan cara yang berbeda, yakni kolaborasi dengan fashion. Nama Major Minor terpilih dari 30 nama label dan desainer yang diajukan ke tim kurasi.

Ari mengaku sangat beruntung mendapat kesempatan berkolaborasi dengan Eko. Di matanya, Eko adalah sosok seniman yang sangat terbuka terlepas dari idealisme seni yang dipegangnya.

"Kami saling bertukar ide sehingga memunculkan inspirasi-inspirasi baru untuk koleksi ini," kata Ari kepada Wolipop saat acara peresmian, Rabu (3/2/2016) malam.

Diakui Ari, ada perbedaan karakter desain yang cukup tegas antara Major Minor dan Eko. Major Minor hadir dengan karakter desainnya yang feminin dan minimalis. Sementara Eko memiliki desain mural yang kuat dan sarat akan pesan politik dan sosial.

"Saya lantas merasa tertantang untuk menerjemahkan karakter mural Eko yang begitu strong ke dalam koleksi busana wanita saya," kata Ari yang dalam proses kreatifnya juga dibantu oleh sang istri, Sari, serta desainer muda Inneke Margarethe.

Motif sisik ikan menjadi ciri khas koleksi ini. Motif ini hadir di pilihan coat, dress, atasan, bahkan sepatu dan clutch. Ari juga menyertakan elemen bordiran dan detail berbentuk mata yang kerap menghiasi mural-mural karya Eko.

Acara peresmian ditandai dengan sesi tanda tangan kotak scarf edisi terbatas Eko Nugroho x Major Minor.

(asf/asf)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads