Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Desainer Muda Indonesia Rancang Busana Terinspirasi dari Makanan Jepang

Daniel Ngantung - wolipop
Senin, 18 Jan 2016 07:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Daniel Ngantung
Jakarta - Semakin banyak kompetisi desain busana hadir untuk menjaring bakat-bakat baru di industri mode Tanah Air. Salah satunya adalah Sakura Collection Asia Students Awards 2015 yang acara finalnya berlangsung di Aeon Mall BSD City, Minggu (17/1/2016) siang.

Dijelaskan Noriko Tabata selaku produser Sakura Collection, selain sebagai media bagi para talenta desain busana untuk mengembangkan bakatnya, kompetisi ini juga bertujuan mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang.

Ia mengatakan, kompetisi ini baru pertama kalinya digelar di Indonesia. Berlangsung setahun sekali sejak dua tahun silam, kompetisi ini awalnya hanya dihelat di empat kota yakni Malaysia, Thailand, Vietnam dan Prancis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akhirnya berekspansi ke Indonesia karena melihat banyak talenta yang berpotensi dan karakter budayanya hampir mirip dengan negara Asia yang kami sambangi sebelumnya," ujar Noriko saat jumpa pers.

Di samping itu, familiarnya kebudayaan Jepang di tengah masyarakat Indonesia juga menjadi alasan Sakura Collection membawa kompetisi ini ke sini. Kompetisi diprakarsai Adventure Japan Company. Di Indonesia, Sakura Collection Asia Student Awards turut didukung oleh Japan Foundation, Aeon Mall, dan Api (Advertise Promotion Infomedia), majalah info pariwisata seputar Jakarta dan Bali berbahasa Inggris dan Jepang.

Sakura Collection Asia Students Awards 2015 terbuka bagi para siswa-siswi sekolah mode di Tanah Air. Persyaratan utamanya adalah mengirimkan sketsa desain busana bertemakan Jepang.

Baca Juga: 30 Lipstik yang Tahan Lama

Sejak pendaftaran dibuka November lalu, panitia menerima 125 sektsa dari 20 sekolah fashion di Indonesia. Dari 125 sketsa itu, terpilih 10 finalis. Sebagai tahap akhir, karya 10 finalis itu dipresentasikan di hadapan lima juri dalam sebuah peragaan yang digelar di acara final.

Kelima juri antara lain Noriko, Director General The Japan Foundation Jakarta Dr. Tadashi Ogawa, dua desainer Indonesia Ahmad Sofiyulloh dan Taruna K Kusmayadi, serta model Indonesia Dhining Trihandayani. Kriteria penilaian, seperti diungkapkan Taruna, mencakup kerapian, konsep, dan busana yang saling melengkapi.

"Untuk jumlah look, kami membebaskan. Kalau satu finalis membawa tiga look, tentunya kami akan memilih satu yang terbaik," ungkap desainer yang juga pengurus Indonesia Fashion Chamber itu.

Para juri lantas memutuskan Agied Derta sebagai juara pertama. Mengusung tema 'J-Food', ia menginterpretasikan hidangan khas Jepang ke dalam koleksi yang quirky namun wearable.

Juara kedua jatuh ke tangan Hartawan yang membawa koleksi bertema 'Warrior in Style'. Sementara Ghaida Nasya dengan koleksi bertema 'White Ginkgo' pulang sebagai juara ketiga.

Selain uang tunai dan sertifikat, para pemenang juga berhak mendapatkan paket wisata ke Jepang. Mereka juga diundang untuk memamerkan koleksinya di acara puncak Sakura Collection Asia Students Awards 2015 di Yokohama, Jepang, awal Maret mendatang. Tentang rencana digelarnya kompetisi ini secara rutin di Indonesia, Taruna berharap panitia dapat memilih waktu yang tepat agar dapat mencakup lebih banyak peserta.

"Waktu perlu dipertimbangkan. Mungkin jumlah peserta tidak terlalu banyak karena persiapannya bentrok dengan hari libur. Saya berharap, kompetisi berikutnya dapat melibatkan lebih banyak peserta lagi," kata Nuna. (dng/hst)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads