Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Cinta Produk Lokal

Sejauh Mata Memandang, Brand Batik Unik Buatan Chitra Subyakto

Alissa Safiera - wolipop
Selasa, 18 Agu 2015 16:38 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Bobobobo
Jakarta -

Saat ini semakin banyak brand serta desainer yang mencoba melakukan modernisasi terhadap kain tradisional terutama batik. Salah satunya yang cukup unik adalah merek Sejauh Mata Memandang milik penata busana Chitra Subyakto. Brand tersebut tidak menawarkan tekstil khas Tanah Air berupa busana jadi namun kain, sarung bantal, atau tas. Motifnya pun tidak konvensional namun tetap bernafaskan Indonesia, misalnya ayam jago yang sering ditampilkan di mangkuk bakso atau mie ayam.

Kepada Wolipop, Chitra mengatakan jika merek tersebut dibuat karena kegemarannya akan kain khas Indonesia. Stylist film tersebut juga sering mengoleksi berbagai produk tekstil tradisional bahkan mengaplikasikannya dalam gaya keseharian. Kain-kain tersebut banyak didapatkan Chitra dari berkeliling Indonesia.

Selain menghadirkan corak unik, brand ini memiliki nama yang menarik. Menurut Chitra nama Sejauh Mata Memandang didapatkan ketika dia sering berkeliling Indonesia. "Itu karena aku sering jalan-jalan di Indonesia. Misalnya sejauh mata memandang ada pemandangan laut. Ya sudah itu saja deh," ungkap Chitra di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika melihat sekilas, sebagian orang mungkin tidak mengira jika kain tersebut merupakan batik karena memang tidak dihadirkan dengan motif klasik. Namun corak dalam koleksi Sejauh Mata Memandang digambar dengan menggunakan teknik batik baik itu tulis atau cap. Chitra sengaja tidak menampilkan motif konvensional agar menarik perhatian anak muda.

"Jadi aku ingin membuka mata anak muda kalau ada kok batik yang kamu juga senang. Kadang ada yang nggak mau kembaran sama ibunya kan. Rata-rata yang pesan berjiwa muda walaupun ibu-ibu," tambah Chitra.

Kain-kain tersebut dihadirkan dengan bahan pewarna yang tidak membahayakan lingkungan serta dibuat oleh para pengrajin dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Bali, hingga Sumba. Sementara untuk warna, Chitra sengaja memilih warna biru sebagai dominasi palet koleksi ayam. Hal tersebut dikarenakan agar kain bisa dipadukan dengan busana masa kini yang kebanyakan berwarna abu-abu, hitam, dan putih.

Anak muda memang kerap segan membeli kain tradisional karena harganya mahal bahkan bisa mencapai jutaan. Koleksi Sejauh Mata Memandang pun ditawarkan dengan harga yang tidak murah. Kain batik tulis bisa berharga jutaan sedangkan kain batik cap ditawarkan mulai dari Rp 200 ribuan. Sementara scarf dijual Rp 500 ribuan. Meski begitu Chitra berniat memberikan harga yang lebih terjangkau dari varian kain hand print.

Saat ini kain Sejauh Mata Memandang bisa ditemukan di gerai Goods Dept dan Alun Alun Indonesia. "Kalau online kita ada di situs Bobobobo. Ada situs sendiri tapi masih development karena kita masih fokus di produksi dulu sih." kata Chitra.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads