Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Kolaborasi Iwet Ramadhan dan Rimowa Hadirkan Koper Bermotif Batik

Rahmi Anjani - wolipop
Rabu, 01 Jul 2015 19:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Rahmi/Wolipop
Jakarta -

Iwet Ramadhan kembali berkolaborasi dengan brand ternama untuk menghadirkan rangkaian produk bermotif batik. Kali ini teknik menggambar asal Jawa tersebut diterapkan pada sembilan koper ikonik milik brand Rimowa. Merek high end asal Jerman itu mendaulat Iwet sebagai desainer batik untuk koleksi koper terbatas yang akan dilelang malam ini, Rabu, (1/7/2015). Yang spesial, keuntungan dari lelang tersebut akan dihibahkan kepada Museum Batik Yogyakarta.

‎Untuk koleksi ini, Rimowa menyiapkan sembilan corak batik. Motif-motif tersebut di antaranya, Beautiful Sorrow, Pura Ulun Dana, Kecak. Barang, Candi Borobudur, Candi Prambaban, Wayang Kulit, Garuda Wisnu Kencana, dan Cendrawasih. Motif batik itu diaplikasikan ke bagian depan koper secara manual menggunakan tangan.

Dari kesembilan motif, salah satu yang paling istimewa adalah corak Beautiful Sorrow yang didesain Iwet Ramadhan. Beautiful Sorrow ternyata merupakan motif ikonik dari brand batik milik Iwet, Tik Prive. Bukan hanya itu, corak yang berasal dari Pekalongan tersebut memiliki filosofi tersendiri. Warna biru dan putih yang mendominasi corak merupakan representasi kesedihan dan surga untuk orang yang sudah meninggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun karena Iwet takut jika koper tersebut mengingatkan akan kesedihan, ia pun memberikan sentuhan warna merah berupa gambar binatang. Hewan yang dipilih adalah bangau yang melambangkan umur panjang dan cinta kasih.

"Motif ini banyak terpengaruh dari budaya China. Selain dibuat secara hand made oleh artisan Pekalongan, batik ini disulam lagi. Koper ini 100% buatan tangan dan melibatkan cinta kasih dan passion," ungkap Iwet di Papilion, Pacific Place, Sudirman, Jakarta Pusat.

Iwet menambahkan jika motif tersebut terinspirasi dari pengalamannya akan kesedihan yang tidak bertepi. ‎Pemilihan kesembilan corak itu juga bukan merupakan hal yang mudah baginya. Pria kelahiran Yogyakarta tersebut bahkan menghabiskan waktu tiga bulan untuk menentukan gambar seperti apa yang merepresentasi dirinya.

Untuk menuangkan desain batik ke koper-koper ikonik Rimowa, Iwet bekerjasama dengan Kemal Ezedine. Seniman dengan latar belakang street art itu pun mengerjakan proyek ini selama kurang lebih dua minggu.

Tak hanya memiliki makna, koper-koper ini juga dihadirkan untuk tujuan yang mulia. Yakni demi membantu Museum Batik Yogyakarta‎. Hal tersebut memang merupakan salah satu persyaratan yang diajukan Iwet ketika diajak bekerjasama dengan Rimowa. Menurut penyiar radio berusia 33 tahun itu, kondisi museum yang berdiri sejak 1977 tersebut cukup memprihatinkan. Padahal di dalamnya terdapat koleksi batik yang lengkap dan bersejarah.

"Sedihnya museum ini kurang terekspos dan tidak terawat. Didirikan berdasarkan kecintaan si pemilik akan batik, penyimpanan dilakukan ala kadarnya. Kalau ini tidak dijaga bisa rusak kainnya. Yang penting itu kan adalah cerita dibaliknya. Kalau hilang, ‎kita punya apa?" celoteh Iwet yang mengenal Museum Batik Yogyakarta saat membuat buku tentang batik.

(ami/int)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads