Felicia Budi, Desainer Lokal dengan Eksplorasi Bahan yang Kreatif
Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 08 Mei 2015 13:14 WIB
Jakarta
-
Nama desainer muda Felicia Budi terangkat setelah ia memamerkan karyanya di gelaran Jakarta Fashion Week akhir tahun 2014 lalu. Kekaguman penonton terdengar jelas ketika Felicia dengan labelnya fbudi menampilkan set busana yang seolah terbuat dari kertas malam itu.
Felicia Budi memulai labelnya di tahun 2010, dan konsisten menawarkan satu keunikan dalam tiap koleksi yang dilahirkan. Desainer asal Semarang ini tak perlu lagi diragukan dalam latar belakang pengetahuan mode. Felicia mendapatkan ilmu untuk tiap rancangannya yang kontemporer setelah menyelesaikan pendidikan fashion di London College of Fashion.
Desainer muda kelahiran 1985 itu pun semakin mengembangkan keahlian dan kejeliannya akan bahan selama bekerja di rumah mode BIN House bersama desainer Obin. Satu ciri khas yang selalu ia tawarkan di tiga koleksi yang telah dirilis, Angin, Sells dan terakhir Persegi, adalah pemakaian material ringan seperti organza dan detail lipit sebagai ornamen yang telah menjadi signature style Felicia.
Kreativitas Felicia dalam mengeksplorasi kekayaan material memang patut diapresiasi. Tak hanya memikirkan desain indah, sang desainer juga fokus pada efektivitas bahan demi mengarah ke konsep eco fashion atau fashion ramah lingkungan.
"Kalau dibilang green fashion, saya belum mau karena saya merasa belum sampai ke sana, masih jauh sekali. Tapi bagi saya sudah jadi kewajiban masing-masing orang di masa skearang ini untuk menyumbang ke bumi kita entah dengan cara apapun. Dan karena saya fashion designer yang saya lakukan adalah lewat desain saya," ujar Felicia kepada Wolipop di Galeries Lafayette, Pacific Place, Kamis (30/4/2015).
Misalnya dalam koleksi terakhir yang dinamakan Persegi. Koleksi yang membuat orang bertanya tentang material yang dipakai Felicia saat dipamerkan pertamakalinya di panggung Jakarta Fashion Week 2014 lalu. Diungkap sang desainer, ia memakai bahan khusus hasil daur ulang yang dinamakan tyvek untuk menciptakan efek seolah terbuat dari kertas.
Meski tampak 'rapuh' atau mudah sobek seperti kertas putih, nyatanya tyvek adalah bahan yang sangat kuat. Tak bisa dirobek dengan tangan walau ditarik sekuat apapun. Bahan ini pun tahan lama dan bisa didaur ulang kembali, sehingga ramah lingkungan.
Perawatannya pun tak sulit. Sama seperti baju lainnya, membersihkan tyvek hanya perlu dicuci dengan tangan tanpa harus disetrika. Semakin baju terlihat kusut, justru semakin bagus efek kertas yang dihasilkan busana rancangan Felicia.
Felicia mentranslasikanya ke dalam berbagai look terdiri dari gaun, atasan, dan bawahan yang semua berpola dasar kotak atau persegi, seperti nama koleksinya.
"kotak itu sustainable dan bisa minimalisir sampah kain karena potongnya tidak perlu banyak," tambahnya lagi.
Saat ini Felicia lewat labelnya fbudi menawarkan produk yang didominasi warna putih itu lewat showroom di Jl. Samarinda no. 17 Jakarta. Koleksinya juga dijual bulan ini di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Pusat.
(asf/asf)
Felicia Budi memulai labelnya di tahun 2010, dan konsisten menawarkan satu keunikan dalam tiap koleksi yang dilahirkan. Desainer asal Semarang ini tak perlu lagi diragukan dalam latar belakang pengetahuan mode. Felicia mendapatkan ilmu untuk tiap rancangannya yang kontemporer setelah menyelesaikan pendidikan fashion di London College of Fashion.
Desainer muda kelahiran 1985 itu pun semakin mengembangkan keahlian dan kejeliannya akan bahan selama bekerja di rumah mode BIN House bersama desainer Obin. Satu ciri khas yang selalu ia tawarkan di tiga koleksi yang telah dirilis, Angin, Sells dan terakhir Persegi, adalah pemakaian material ringan seperti organza dan detail lipit sebagai ornamen yang telah menjadi signature style Felicia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dibilang green fashion, saya belum mau karena saya merasa belum sampai ke sana, masih jauh sekali. Tapi bagi saya sudah jadi kewajiban masing-masing orang di masa skearang ini untuk menyumbang ke bumi kita entah dengan cara apapun. Dan karena saya fashion designer yang saya lakukan adalah lewat desain saya," ujar Felicia kepada Wolipop di Galeries Lafayette, Pacific Place, Kamis (30/4/2015).
Misalnya dalam koleksi terakhir yang dinamakan Persegi. Koleksi yang membuat orang bertanya tentang material yang dipakai Felicia saat dipamerkan pertamakalinya di panggung Jakarta Fashion Week 2014 lalu. Diungkap sang desainer, ia memakai bahan khusus hasil daur ulang yang dinamakan tyvek untuk menciptakan efek seolah terbuat dari kertas.
Meski tampak 'rapuh' atau mudah sobek seperti kertas putih, nyatanya tyvek adalah bahan yang sangat kuat. Tak bisa dirobek dengan tangan walau ditarik sekuat apapun. Bahan ini pun tahan lama dan bisa didaur ulang kembali, sehingga ramah lingkungan.
Perawatannya pun tak sulit. Sama seperti baju lainnya, membersihkan tyvek hanya perlu dicuci dengan tangan tanpa harus disetrika. Semakin baju terlihat kusut, justru semakin bagus efek kertas yang dihasilkan busana rancangan Felicia.
Felicia mentranslasikanya ke dalam berbagai look terdiri dari gaun, atasan, dan bawahan yang semua berpola dasar kotak atau persegi, seperti nama koleksinya.
"kotak itu sustainable dan bisa minimalisir sampah kain karena potongnya tidak perlu banyak," tambahnya lagi.
Saat ini Felicia lewat labelnya fbudi menawarkan produk yang didominasi warna putih itu lewat showroom di Jl. Samarinda no. 17 Jakarta. Koleksinya juga dijual bulan ini di Galeries Lafayette, Pacific Place, Jakarta Pusat.
(asf/asf)
Elektronik & Gadget
HUAWEI WATCH FIT 4 Series, Smartwatch Premium Favorit Banyak Orang!
Health & Beauty
Makeup Nempel Seharian dengan 3 Setting Spray Andalan untuk Hasil Flawless Anti Geser!
Fashion
Banyak yang Repeat Order! Pilihan Celana Pendek dari Hi Girls Label Ini Bikin Nyaman Dipakai Seharian
Fashion
Naik Level di 2026! Selain Praktis, Pilihan Dress Ini Bikin Tampilan Kamu Langsung Rapi dan Keren
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
Most Popular
1
Potret Ira Wibowo Kondangan Bareng Anak, Bak Tak Menua di Usia 58 Tahun
2
Foto Prewedding Darma Mangkuluhur-DJ Patricia, Anak Tommy Soeharto Siap Nikah
3
Kim Woo Bin & Shin Min Ah Bulan Madu di Spanyol, Foto Bareng Fans & Bagi TTD
4
Tren K-Beauty 2026: Dari Bahan Medis hingga Makeup Berbasis Skincare
5
9 Drama China 2025 Rating Tertinggi, Terbaru Shine On Me
MOST COMMENTED











































