Dolce & Gabbana Dituduh Plagiat Karya Seniman Kolombia
Belum selesai kontroversi dan ancaman boikot akibat pernyataan Stefano Gabbana dan Domenico Dolce yang menentang homoseksual mengadopsi anak, duo desainer asal Italia itu kembali ditimpa masalah. Kali ini adalah seniman asal Kolombia, yang menuntut Dolce & Gabbana (D&G) atas kekayaan hak cipta.
Seniman bernama Adriana Duduqe itu mengklaim bahwa D&G telah mencuri ide kreatifnya. Koleksi D&G yang 'bermasalah' itu adalah rancangan headphone yang disebut-sebut sebagai headphone paling megah di dunia.
Saat tampil di show Milan Fashion Week Autumn/Winter 2015, headphone warna emas yang berhias bebatuan serta kristal tersebut memang cukup menarik perhatian dan menjadi sensasi di kalangan fashionista yang hadir dalam show tersebut. Namun Adriana baru menyadari kalau rancangan headphone D&G mirip dengan kreasinya setelah melihat sebuah iklan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan klaim ingin membawa musik ke level yang lebih tinggi, headphone tersebut terbuat dari kulit asli dan dilapisi emas. Yang membuatnya bertambah mewah, headphone dihiasi taburan mutiara, rantai emas, kristal Swarovski serta detail beludru di bagian telinga dan talinya.
Awalnya headphone tersebut diciptakan hanya untuk properti tambahan di catwalk. Tak disangka, aksesori tersebut menjadi sangat populer sehingga kini juga dipasarkan secara komersil, setelah D&G berkolaborasi dengan brand teknologi, Frends. Produknya sendiri dijual secara online lewat situs retailer asal Amerika, Moda Operandi.
Namun Adriana mengklaim bahwa headphone tersebut adalah karyanya. Headphone tersebut hadir dalam koleksi foto yang diberinya judul 'Icons' dan 'Icons II'. Koleksi foto miliknya itu menampilkan anak-anak dan wanita sedang berpose mengenakan headphone yang terbuat dari batu mulia.
"Saya melihat desain yang diperlihatkan di catwalk dan menyadari kalau itu luar biasa mirip dengan punya saya, dari foto yang saya ambil pada 2011," ujar Adriana, seperti dikutip dari Daily Mail.
Menurut pengacara sang seniman dalam wawancara dengan suratkabar El Tiempo, karya yang dibuat Adriana telah menginspirasi D&G dan rumah mode itu dianggap bersalah karena pencurian hak cipta. Adriana kembali menambahkan, "Terinspirasi karya orang lain boleh saja, tapi lain hal nya dengan meniru hasil kerja seseorang dan tidak mengakuinya karena ini adalah plagiarisme dan tidak bisa diterima."
Hingga saat ini, Dolce & Gabbana menolah untuk berkomentar soal kisruh tersebut. Keduanya dikabarkan sedang sibuk mengurus proyek fashion selanjutnya.
(hst/fer)
Fashion
Ingin Tampil Feminin dan Lebih Stylish dengan Bawahan Rok? Cek Koleksi Menariknya di Sini!
Fashion
Pilihan Aksesori Simpel yang Bikin Gaya Kamu Terlihat Lebih Keren
Fashion
Cari Dompet Kulit Awet Biar Bisa Dipakai Lama? Produk dari ROUNN Ini Bisa Jadi Jawabannya
Health & Beauty
Dua Serum PDRN Favorit Banyak Orang, Fokus Regenerasi dan Hidrasi Kulit!
Deretan Perhiasan Mewah di Karpet Merah Critics' Choice Awards 2026
5 Tren Sepatu 2026 yang Bakal Booming, Terinspirasi Runway Dunia
Kontroversi Boots Rama Duwaji di Pelantikan Mamdani, Dianggap Terlalu Mewah
Hermes Birkin Dijual di Department Store, Tanda Pergeseran Dunia Luxury?
130 Tahun Monogram Louis Vuitton: Sejarah, Inovasi, dan Warisan Abadi
8 Foto Bridesmaid Proposal Ranty Maria, Cantik Pancarkan Aura Calon Manten
Ramalan Zodiak Gemini 2026: Hidup Berubah, Cinta Datang di Waktu Tak Terduga
Operasi Penangkapan Presiden Venezuela Bikin Seleb Dunia Terjebak di Karibia
Ramalan Zodiak 6 Januari: Capricorn Banyak Uang, Aquarius Tak Perlu Gengsi











































