Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Dolce & Gabbana Dituduh Plagiat Karya Seniman Kolombia

wolipop
Jumat, 20 Mar 2015 11:17 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Getty Images
Jakarta -

Belum selesai kontroversi dan ancaman boikot akibat pernyataan Stefano Gabbana dan Domenico Dolce yang menentang homoseksual mengadopsi anak, duo desainer asal Italia itu kembali ditimpa masalah. Kali ini adalah seniman asal Kolombia, yang menuntut Dolce & Gabbana (D&G) atas kekayaan hak cipta.

Seniman bernama Adriana Duduqe itu mengklaim bahwa D&G telah mencuri ide kreatifnya. Koleksi D&G yang 'bermasalah' itu adalah rancangan headphone yang disebut-sebut sebagai headphone paling megah di dunia.

Saat tampil di show Milan Fashion Week Autumn/Winter 2015, headphone warna emas yang berhias bebatuan serta kristal tersebut memang cukup menarik perhatian dan menjadi sensasi di kalangan fashionista yang hadir dalam show tersebut. Namun Adriana baru menyadari kalau rancangan headphone D&G mirip dengan kreasinya setelah melihat sebuah iklan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seniman berusia 46 tahun itu mengaku shock ketika melihat gambar headphone D&G diiklankan di salah satu sisi sebuah taksi. Headphone tersebut telah dipasarkan dan dijual seharga 4.600 poundsterling atau sekitar Rp 89 jutaan.

Dengan klaim ingin membawa musik ke level yang lebih tinggi, headphone tersebut terbuat dari kulit asli dan dilapisi emas. Yang membuatnya bertambah mewah, headphone dihiasi taburan mutiara, rantai emas, kristal Swarovski serta detail beludru di bagian telinga dan talinya.

Awalnya headphone tersebut diciptakan hanya untuk properti tambahan di catwalk. Tak disangka, aksesori tersebut menjadi sangat populer sehingga kini juga dipasarkan secara komersil, setelah D&G berkolaborasi dengan brand teknologi, Frends. Produknya sendiri dijual secara online lewat situs retailer asal Amerika, Moda Operandi.

Namun Adriana mengklaim bahwa headphone tersebut adalah karyanya. Headphone tersebut hadir dalam koleksi foto yang diberinya judul 'Icons' dan 'Icons II'. Koleksi foto miliknya itu menampilkan anak-anak dan wanita sedang berpose mengenakan headphone yang terbuat dari batu mulia.

"Saya melihat desain yang diperlihatkan di catwalk dan menyadari kalau itu luar biasa mirip dengan punya saya, dari foto yang saya ambil pada 2011," ujar Adriana, seperti dikutip dari Daily Mail.

Menurut pengacara sang seniman dalam wawancara dengan suratkabar El Tiempo, karya yang dibuat Adriana telah menginspirasi D&G dan rumah mode itu dianggap bersalah karena pencurian hak cipta. Adriana kembali menambahkan, "Terinspirasi karya orang lain boleh saja, tapi lain hal nya dengan meniru hasil kerja seseorang dan tidak mengakuinya karena ini adalah plagiarisme dan tidak bisa diterima."

Hingga saat ini, Dolce & Gabbana menolah untuk berkomentar soal kisruh tersebut. Keduanya dikabarkan sedang sibuk mengurus proyek fashion selanjutnya.

(hst/fer)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads