Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Pasca Kasus Anak Adopsi, D&G Tuai Kontroversi karena Iklan Berbau Seks

wolipop
Rabu, 18 Mar 2015 08:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. D&G
Jakarta -

Serangan terhadap duo desainer Dolce dan Gabbana terus berlanjut. Setelah sebelumnya Domenico Dolce dan Stefano Gabbana menjadi kontroversi karena komentar mereka tentang anak adopsi dan bayi tabung, kini iklan yang dirilis keduanya dipersoalkan. Iklan tersebut dianggap bertemakan seks dan seolah-olah mendukung pemerkosaan.

Serangan terbaru pada Dolce dan Gabbana datang dari juri America's Next Top Model, Kelly Cutrone. Melalui Twitter, Kelly mengkritik iklan terbaru koleksi D&G yang menurutnya menampilkang aktivitas gang bang. Gang bang adalah perilaku seksual yang melibatkan lebih dari dua orang. Tak sedikit orang mengidentikkan gang bang sebagai perilaku pemerkosaan.

Dalam iklannya Dolce dan Gabbana menampilkan seorang model wanita yang dikeliling empat model pria. Si model wanita berbaring di lantai, sedangkan seorang model pria yang hanya mengenakan celana jeans tampak memegangi kedua tangan wanita itu. Tiga model pria lainnya menatap aksi kedua orang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan dan pose para model itulah yang menjadi bahan Kelly untuk 'menyerang' Dolce dan Gabbana melalui Twitter. "I GUESS SIMULATING GANG BANGS ARE FINE - BUT IVF AND SAME SEX MARRIAGE ARE NOT - LIFE ACCORDING TO @dolcegabbana," demikian isi tweetnya pada Senin (16/3/2015).

Wanita yang menjadi pendiri dari agensi PR ternama People's Revolution itu mengatakan dalam tweetnya sepertinya bagi Dolce dan Gabbana mendukung aktivitas seks gang bang yang identik dengan pemerkosaan adalah hal benar. Sedangkan pernikahan sesama jenis dan bayi tabung merupakan sebuah hal terlarang di mata kedua desainer itu.

Awal pekan ini dua desainer Italia itu memang menuai kontroversi setelah hasil wawancara mereka dengan majalah Panorama dirilis. Dalam wawancara tersebut mereka mengaku menentang adopsi anak yang dilakukan oleh gay.

"Kami menentang homoseksual (melakukan-red) adopsi. Satu-satunya keluarga adalah yang tradisional," kata Dolce dan Gabbana yang pernah menjalani hubungan sesama jenis yang berakhir pada 2005 itu. Keluarga tradisional yang dimaksudnya adalah adanya ayah dan ibu.

Duo desainer yang mendirikan label Dolce & Gabbana sejak 1985 itu juga menganggap tidak seharusnya anak didapatkan dengan bantuan-bantuan yang tidak lazim. "Tidak boleh ada suntik bahan kimia atau menyewa rahim. Kehidupan seharusnya terjadi dengan alami. Hal ini yang seharusnya tidak boleh diubah," ujarnya.

Dolce dan Gabbana benar-benar prihatin dengan semakin banyaknya orang yang berusaha mendapatkan anak dengan cara tidak alami, seperti dengan metode bayi tabung. Menurut mereka seorang anak seharusnya lahir dari seorang ayah dan ibu karena bentuk dari sebuah cinta.

"Aku menyebut anak-anak yang lahir dengan bantuan zat kimia sebagai anak-anak sintetis," ucap Dolce yang langsung mendapat serangan dari publik termasuk sejumlah selebriti karena pernyataannya ini.

(eny/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads