Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Indonesia Fashion Week 2015

IFW 2015 Ditutup dengan Parade Busana Peggy Hartanto dan 2 Desainer Korea

wolipop
Senin, 02 Mar 2015 09:43 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Mohammad Abduh
Jakarta -

Pagelaran mode Indonesia Fashion Week (IFW) 2015 resmi berakhir pada Minggu, (1/3/2014) malam. Gelaran empat hari yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) itu ditutup dengan menampilkan sejumlah desainer muda berbakat. Mereka adalah, Peggy Hartanto, Sheila Agatha dan dua desainer Korea, Kwon Mun Soo serta Lee Ji Youn, yang menyuguhkan koleksi busana dengan tema besar Elitism.

Peggy Hartanto didaulat mengawali rangkaian parade busana. Desainer asal Surabaya yang sedang naik daun itu menawarkan koleksi bertajuk Curve. Inspirasi lekuk tersebut dituangkan ke dalam motif, potongan, serta detail pada busananya yang kebanyakan merupakan dress, jumpsuit, serta atasan dengan celana.

Sesuai ciri khas, Peggy menawarkan pakaian dengan permainan potongan. Kali ini, palet koleksinya bernuansa netral, yakni hitam, putih, serta sesekali kuning mustard. ‎Detail peplum masih banyak dijumpai dalam dress, atasan, serta rok. Namun kini bentuknya lebih bergelombang sesuai dengan tema yang diangkat. Desainer yang karnya sudah banyak dipakai artis dunia itu juga menghadirkan beberapa tampilan bermotif seperti corak kulit macan tutul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

‎Aksen cut-out yang menjadi ciri busana Peggy di beberapa koleksi sebelumnya tak luput ditampilkan. Kali ini, detail menerawang tersebut dihadirkan dengan pola yang sama yakni berupa garis di bagian dada, punggung, dan pinggang pada sejumlah terusan dan jumpsuit. Sementara motif melengkung dengan permainan warna color-block hitam, kuning, dan putih dalam dress dan rok menutup peragaan koleksi desainer lulusan Raffles College of Design and Commerce, Australia itu.

Selanjutnya angin segar datang dari desainer Kwon Mun Soo. Masih dengan nuansa monokrom, perancang asal Korea Selatan tersebut menampilkan koleksi pria yang jarang dihadirkan. Tampilan rangkaian busana Kwon pun berkesan playful namun tetap maskulin. Kebanyakan busana disuguhkan dengan motif grafis dan berpotongan longgar yang menciptakan kesan sporty. Adapun penerapan jaket dengan detail-detail resleting serta kemeja yang masing-masing sisinya berbeda motif sehingga koleksi tampak atraktif.

Seolah kompak menyuguhkan busana minim warna, Lee Ji Youn ‎juga menawarkan palet monokrom. Koleksi pakaian wanitanya kali ini banyak menerapkan material putih nan flowy dan transparan. Koleksi bertajuk Secret Labirin itu juga menampilkan aksen rumbai serta potongan yang asimetris. Beberapa tampilan menarik, antara lain blazer double breasted yang diberi aksen rok maksi berbahan tulle serba putih. Adapun sebuah atasan serupa jaket hujan transparan dengan aksen lipat.

Fashion show ditutup dengan duo lokal, Sean & Sheila. ‎Dua desainer yang bertemu di Raffles Design Institute Singapura itu menghadirkan koleksi pria dan wanita. Sean & Sheila tampak mengambil inspirasi dari busana kimono. Banyak atasan dan dress yang dihadirkan dengan potongan lengan lebar serta obi. Kebanyakan pakaian mereka juga tampil dengan warna netral, seperti putih, hitam, abu-abu, serta emas. Demi menyeimbangkan lengan yang lebar, sejumlah busana wanita dipadukan dengan bawahan legging. Sementara koleksi pria didominasi blazer model wrap.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads